Tentang Resensi; Ragam, Bentuk, Anasir & Meracik Resensi sesuai Gaya. [Disertai Contoh]

WeWeDogom.COM - Resensi atau ulasan menjadi konten yang paling dinikmati oleh khalayak umum sepanjang perubahan jaman.

Resensi biasanya memberikan kesan penggunaan terhadap produk digital seperti game, video, film, musik. Ada pula resensi buku, karya seni, makanan, acara pertunjukan, pakaian, perangkat keras, dll.

Resensi juga sering berupa un-boxing kemasan yang memberikan penilaian terhadap bentuk penampilan barang yang diresensikan.

Dalam Artikel ini, akan membahas;
  • 〷 Resensi
  • 〷 Resensator
  • 〷 Tentang Resensi
  • 〷 Ragam Resensi
  • 〷 Anasir Resensi
  • 〷 Meracik Resensi
  • 〷 Gaya Resensi

Resensi yang ditulis acap memaparkan nilai atau rating terhadap karya yang diresensikan.

Sehingga ...

Resensi memiliki tujuan dan manfaat sebagai berikut;

  1. Memberikan gambaran.
  2. Menilai keunggulan dan kekurangan.
  3. Memberikan kesan dan pengalaman sehingga dapat mempertimbangkan sebelum menggunakannya.
  4. Memberikan informasi; latar belakang, bentuk dan penampilan.

Selain itu, resensi dapat membantu mengevaluasi, memperbaiki serta mempertahankan esensial dari karya atau produk yang dibuat.

Nilai-nilai kritis, saran dan masukan kerap menjadi penunjang. Bahkan, resensi juga dapat dijadikan sebagai bahan promosi.


Resensi terpercaya, biasanya akan mendapatkan bayaran dari media yang memuat tulisan resensi-nya.

Juga, mendapatkan imbalan berupa potongan harga atau merchandise dari  pemilik 'produk' yang diresensi.

Enggak percaya?

RESENSATOR

Orang-orang kreatif yang menulis resensi disebut resensator. Kata lain dari resensator ialah 're-viewer'.

David 'GadgetIn' Brendi || Resensator 'Gadget'. 

Di platform YouTube. Salah satu Content Creator yang komitmen memberikan ulasan, pengalaman, dan tips seputar teknologi dan peralatan 'kekinian'.

Pict by : Instagram GadgetIn

Dari hasil merensesikan peralatan kekinian, cara membeli, obrolan dengan pelaku industri, perbandingan antara benda satu dengan yang lainnya; David berhasil mendapatkan penghasilan dari Google Adsense & Endorsment.

Taufiqur Rizal || Resensator Film.

Memulai mengulas film di platform Kaskus pada tahun 2010. Ulasannya diminati banyak pembaca, kala itu.

Didasari kebingungan mengelola Tiga Blog miliknya, Rizal kemudian mantap membagikan ulasan-ulasannya di Blog yang dikelola.

Pict by : Instagram Taufiqur.rizal

Saat ini, pendapatan dari mengulas film diakui Rizal sebesar 3 Juta Rupiah dan kerap mendapatkan belasan tiket bioskop gratis. 

Kini, Rizal telah menjadi Juri tetap di ajang penghargaan film Piala Maya. Selain itu, menjadi buzzer di salah satu Bioskop Ternama. 

Alfin E. Libra || Berharap Menjadi Resensator.

Penanggung jawab Blog WeWeDogom berkepala besar ini, aktif menulis ulasan-ulasan dan pengamatan ketika membaca buku. 

Meskipun belum memiliki nama yang besar, Alfin yang 'memaksa' namanya ditulis di artikel kali ini sedikit ingin menyombongkan diri. 


Gemar ngebacot di grup Facebook dan Forum-Forum lainnya, Alfin berhasil mendapatkan penghasilan tambahan dari traffic Google Adsense

Kini, dia sering mengajukan diri merensesikan buku agar mendapatkan buku gratis. 

Sombong sekali kamu, Alfin! 

Jadi, tentu kamu bisa menulis resensi agar mendapatkan penghasilan dan pengalaman serta mengasah kreativitas. 

Pastinya, diperlukan waktu dan komitmen yang besar. Karena menulis resensi, sama seperti menulis novel itu sendiri.

Tertarik menulisnya? 

A. TENTANG RESENSI.

Resensi merupakan kata serapan resentie dalam bahasa Belanda, dan recensio, recensere, revidere dalam bahasa Latin yang semuanya memiliki makna; mengulas kembali.

Resensi, dapat meninjau peristiwa terkini dan tren saat ini yang lebih sering disebut sebagai 'review'.

Resensi sangat bermanfaat bagi 'penjual', karena ulasan dari penggunanya akan dikumpulkan menjadi 'testimoni' yang dapat menunjang penjualan dan memberikan nilai kualitas.

Oleh karena itu, resensi menjadi nilai bagi penikmat dan penjual dari suatu produk atau karya, sehingga calon penikmat atau pengguna dapat mempertimbangkannya sebelum memutuskan untuk menggunakan.

Resensi sering dimuat dalam Majalah, Surat Kabar dan Media Cetak lainnya.

Namun, perkembangan teknologi informasi di era digital membuat tulisan resensi dapat ditemukan di artikel dalam Website, Blog, YouTube, Sosial Media dan Siaran Podcast.

B. RAGAM RESENSI

Resensi tentunya memiliki ragam sesuai fungsinya. Hal ini, membantu fokus pembaca ke satu titik utama. Namun, tidak jarang ragam-ragam ini disajikan dalam satu 'mangkuk'.

1. Deskriptif;

Resensi Deskriptif memaparkan sisi penampilan, bentuk, kesan pertama, dengan jelas menggunakan kata-kata yang diurai secara terperinci.

2. Kritis!

Resensi Kritis menganalisa lebih tajam. Mulai dari kekurangan, kelebihan, keunggulan dan keburukan, secara objektif ditulis apa adanya dan sesuai penilaian.

3. Informatif;

Resensi Informatif bersifat menerangkan. Memberikan informasi secara singkat, padat, dan jelas. Sehingga, pembaca mendapatkan pengetahuan baru.

C. BENTUK RESENSI.

Resensi yang memiliki fungsi menginformasikan, memberikan kesan dan penilaian, tentunya harus memiliki bentuk agar hal yang diresensikan dapat disampaikan dengan jelas.

Bentuk resensi, seperti;

1. Memiliki struktur;

- Orientasi, memuat tinjauan yang memberikan gambaran dari benda/produk yang diulas.

- Tafsiran, menjelaskan atau memberikan pendapat berupa detail-detail seperti keunggulan, kelebihan, kekurangan, keunikan, dll.

- Evaluasi, memberikan penilaian sebelum dan sesudah 'menggunakan'. Biasanya ditulis setelah menulis tafsiran.

2. Menghasilkan opini dari struktur yang telah disebutkan di atas.


3. Opini menghasilkan interpretasi dari diri sendiri.


4. Merangkum semua hal yang disebutkan di atas.


D. ANASIR RESENSI

Bagian yang harus diutamakan ketika meresensikan suatu karya. Anasir yang sangat direkomendasikan untuk tidak ditulis, berupa;

1. Judul / Nama
Di bagian atas, tentunya harus memiliki Judul atau Nama sehingga pembaca resensi dapat menemukan pembacanya.

2. Data / Daftar
Setelah Judul/ Nama, maka bagian selanjutnya berisikan data atau daftar yang memberikan informasi singkat seperti;

- Judul
- Pengarang
- Penerbit
- Tahun Cetakan
- Bentuk
- Harga

3. Isi Resensi
Tentunya, bagian ini yang menjadi klimaks atau bahkan inti dari tulisan resensi.

Dimulai dari Sinopsis, Blurb atau Summary. Kemudian, isi resensi meliputi bentuk yang telah dipaparkan di bagian sebelumnya.

Contoh Resensi Kreatif

E. MERACIK RESENSI

Kini tiba di bagian inti dari artikel seputar resensi, kali ini. Tentu, setelah mengetahui Tentang, Ragam, Bentuk, dan Anasir resensi, saatnya mempraktikkannya. Sebagai contoh, mari merensesikan buku.

1. Tentukan!

Pertama, niatkan dalam hati dengan sungguh-sungguh. Menentukan target sedari awal, merupakan bentuk komitmen agar menghasilkan ulasan yang bagus, bermanfaat, dan meningkatkan kreativitas.

Kemudian, pilih buku, karya atau produk yang ingin kamu resensi. Sebelum membacanya, tulis kesan pertama ketika melihat penampilan, bentuk, dan ekpetasi.

Kamu bisa mencatat poin-poin seperti; berat, dimensi, jenis, genre, nama penerbit, pengarang, sampul yang digunakan, jenis kertas yang digunakan.

2. Eksekusi

Di fase ini, cobalah membaca buku dengan mengambil intisari. Catat semua yang kamu rasakan ketika membaca buku tersebut.

Bagaimana kisah bermula, karakter diperkenalkan, setting dibentuk, loncatan dan tikungan menuju konflik, penggunaan diksi dan gaya bahasa.

3. Rangkum

Setelah sampai di bagian akhir. Tulis pengalaman kamu ketika selesai membacanya, seperti waktu yang kamu habiskan, remah-remah kata yang kamu nikmati dan tidak kamu sukai. Gabungkan dengan ekpetasi sebelum membacanya.

Kemudian, buatlah sinopsis ala kamu; sesuai pemahaman yang telah kamu dapatkan ketika selesai membacanya.
 

4. Rangkai

Dari langkah-langkah selanjutnya, tentu ada poin-poin yang telah kamu dapatkan. Susun semua poin yang telah didapatkan sebelumnya.

Rangkai, dan pertimbangkan sekali lagi.

Apalagi kamu memiliki rekan yang telah membaca buku itu, minta pendapatnya. Diskusikan atau hubungi langsung penulisnya.

5. Rajut!

Setelah merangkai semua poin yang didapatkan, kini tiba di bagian akhir, sebelum bagian penutup.

Tentunya, antara ulasan satu dengan ulasan yang lainnya, memiliki ciri khas atau model tertentu. Maka, tentukan model yang ingin digunakan sebagai gaya resensi.

F. GAYA RESENSI

Gaya resensi ini diambil dari 'Model-Model Resensi Buku' yang dikutip dari 'Dahlan dan Sasa' terbitan tahun 2011, halaman 33 - 54.

1. Gaya Merangkum.
Resensi Gaya Merangkum paling sering ditemukan. Biasanya, mengandung hal-hal seperti yang telah disebutkan dari awal artikel ini.

Isi resensi tidak memuji atau mengkritik, hanya sebuah uraian yang meringkas keseluruhan buku.

2. Gaya Membandingkan.
Resensi yang membandingkan lebih dari satu buku ini biasanya mengambil kesamaan tema, pokok pembahasan atau kesamaan penulis.

Contohnya; Resensi Novel Hunger Games dan Divergent yang mengangkat kesamaan tema, yakni 'distopia'.

3. Catatan Petunjuk Perjalanan
Gaya Resensi yang satu ini cukup menarik. Karena, merensesikan banyak buku yang memiliki pembahasan yang sama. Kemudian disatukan ke dalam catatan.

Seorang penulis berkebangsaan Amerika, Michael Patrick Pearson yang lahir 18 Juni 1949. Pernah menerbitkan sebuah karya non-fiksi yang dicatat dari resensi sastra milik penulis lain, seperti Foulkner, Mark Twain dan Flannery O'Conner.

Pearson menyusuri tempat yang disettingkan di buku resensiannya, memilah-milah mitos dan mengikuti petunjuk-petunjuk.

Buku non-fiksi itu diberi judul;
- Imagined Places: Journeys into Literary America ( 1991),
- A Place That's Known: Essays (1994),
- John McPhee (1997),
- Dreaming of Columbus: A Boyhood in the Bronx (1999),
Innocents Abroad Too: Journeys Around the World on Semester at Sea (2008), dan
- Reading Life: On Books, Memory and Travel (2015)


4. Gaya Mengkritik.
Gaya ini lah yang menjadi alasan mengapa resensi itu ada. Pada awalnya, resensi memang memiliki tujuan sebagai media mengkritik.

Namun, lambat laun mulai dikembangkan porsinya, sehingga menyajikan hal lain. Tapi, tidak menghilangkan kritik-nya.

5. Gaya Inspirasi.
Bentuk lain dari Resensi sering bertujuan mengasah kreativitas peresensinya. Resensi ini dikonsumsi secara pribadi sebagai referensi.

6. Bercerita.
Gaya lain menulis resensi yang terakhir seperti bercerita. Penulis resensi mempertimbangkan gaya bahasa yang digunakan ketika meresensikan suatu karya.

Si penulis resensi seolah-olah menceritakan pengalaman, penilaian, pengarahan dan lika-liku yang didapatkan ketika membaca buku.

Bagian akhir, memberikan kesimpulan.

Penutup :

Resensi yang dibahas pada artikel kali ini, sejatinya memberikan manfaat bagi penulis resensi itu sendiri.

Tidak hanya mengasah kreativitas menulis. Namun, juga meningkatkan level membaca dan mengekpresikannya kembali dalam bentuk tulisan.

Resensi sangat bermanfaat bagi penikmat resensi, penulis resensi, dan pemilik yang diresensikan. Sebab, resensi menjadi konten yang tetap digemari selain karya yang diresensikan.

Akhir kata kuucapkan, "Terima kasih."

Semangat menulis! Tetaplah menulis.

Disusun oleh : Hend Jobers
Ⓒ EvandoTM
Ⓡ WeWeDogom.COM

14 komentar

avatar

Ini menarik sekali, saya dengan mudah dapat memahami dan mempraktikannya. Terima kasih.

avatar

Akhir nya ada juga blogspot buat anak kuliahan .Sebenarnya udah buat resensi dari zaman smp sih tapi cuman dasar nya Kayak pas kuliah musti lebih terstruktur lagi dan informasi ini bermanfaat banget thank kak

avatar

Dulu aku pernah meresensi novel, tapi ya gitu lebih ke bercerita versi aku. Apa yang aku terima setelah baca, lalu aku tuangkan lagi ke blog.

seru sih meresensi, lain waktu mau resensi selain novel ah, apa yaa bagusnya ??

avatar

Sepertinya menarik belajar ngeresensi yang baik dan benar ya. Pengen deh bikin resensi buku gitu. Makasih untuk ilmunya.

avatar

tadinya aku berpikir bahasannya aga berat. ternyata aku aja yang ga pernah tau. Dari zaman sekolah ampe sekarang baru denger kata resensi tadi pas baca. Jadi tau informasinya. Thanks bro

avatar

Resensi dan review itu sama kan yaaa? Tapi entah kenapa aku suka grogi kalau pakai kata resensi, bawaannya formal. Hahahaa bawaan kosa kata baku Bahasa Indonesia kali yaa. Dan aku tau kalau orang yang menulis resensi namanya resentor. Biasa aku nyebutnya reviewer aja.

Dan ternyata bidang pekerjaan ini kalau diseriusin bisa cukup menghasilkan yaaa. Semoga tercapai deh cita-citanya menjadi resentor setara gadget-in. Aamiin.

avatar

Pas banget kami baru belajar resensi di sekolah. Aku kira resensi itu hanya terbatas pada buku aja, ternyata enggak ya. Terima kasih infonya, kak. Nambah pengetahuan baru.

Btw, David itu resensator gadget favoritku!

avatar

Menarik banget. Aku bookmark, yah. Lagi pengen belajar bikin resensi yang baik dan benar. Selama ini aku suka bikin review drama, tapi ya gitu deh, asal bacot ajah. Hahaha

avatar

Dulu,zaman sekolah aku pernah buka jasa bikin resensi buku untuk tugas sekolah. kwkwkw Karena tmnku tau aku punya banyak buku yang cukup cocok untuk dijadikan resensi. Sudahlah aku yg punya buku, aku yang baca, aku yg nulis resensinya huahaha

avatar

Wah menjadi resensator ternyata ngga mudah ya kak. Harus bisa merangkum bab demi bab menjadi 1 ringkasan yang padat dan mewakili isi dari yang dibahas. Udah gitu mesti tetap enak dibaca dan buat para peminatnya semakin penasaran. Sukses ya kak..

avatar

Jadi ingat suka nonton gadgetin klo mo beli elektronik, klo ga beli ga nonton. Resepsinya bagus sih ya

avatar

Wow keren ini penjelasannya sangat ilmiah. Sementara kalau yang kulakukan biasanya bercerita saja, berarti yanh nomor 6 kali yah?

avatar

hari gini memang perlu banget ada resensi, karena ga seperti jaman dulu pilihan apapun tidak terbatas, skrg lebih banyak pilihan dan perlu bangettt sbelum beli cari resensi terlebih dahulu, tulisan yg menarik informatif :)

avatar

Informatif banget dan komplit nih. Dulu lumayan rajin bikin resensi buku, senang banget pas menang dibeberapa lomba, walaupun hadiahnya buku lagi.

Komentar, Kritik dan Saran dari kalian adalah semangat untuk kami.

Klik di sini