Digital Marketing Life-Hack bagi Penulis Era Millenial yang Serba Digital || DomaiNesia

WeWeDogom.Com -- Millenial menjadi pembahasan menarik akhir-akhir ini setelah Presiden Jokowi mengangkat staf khusus-nya yang diambil dari generasi millenial, 21 November lalu.

Abad 21 menjadi jaman kehidupan generasi millenial yang menjadikannya sebagai pangsa pasar atau target pemasaran dan sebagai pionir pemikirkan. Hal ini disebabkan generasi millenial lebih akrab dengan teknologi dibandingkan generasi sebelumnya.

Dalam Artikel ini, akan membahas;
  • 〷 Penjelasan singkat Millenial
  • 〷 Data Pengguna Seluler & Komputer Penduduk Indonesia
Mengenal Millenial Sebagai Target Pemasaran.
  • 〷 Digital Marketing Life-Hack untuk Penulis 

Dalam menentukan latar belakang; penulis Ari 'Kinoysan' Wu
Perkembangan teknologi yang terjadi pada era millenial menjadikan gaya hidup tersendiri, membuat tantangan tersendiri bagi para marketing, khususnya kamu, seorang penulis yang ingin memasarkan buku atau karya tulismu.

Dikutip dari artikel Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) dalam lamannya yang membahas tentang  'Mengenal Generasi Millenial'.

Rata-rata mereka (millenial) yang berusia antara 16 hingga 19 tahun menghabiskan waktu di depan layar perangkat mobile sekitar tiga jam sehari. Angka tersebut melambung empat tahun kemudian menjadi 20 persen. -- Data 2011 oleh Ericsson.

Produk teknologi akan berkembang mengikuti gaya hidup dan mencoba memenuhi kebutuhan hidup masyarakat millenial. Hal ini dikarenakan adanya pergeseran perilaku yang turut berubah secara beriringan dengan teknologi.

"Produk teknologi baru akan muncul sebagai akomodasi perubahan teknologi," ujar Presiden Director Ericsson Indonesia Thomas Jul yang dikutip dari laman Kominfo.

Generasi millenial hidup di tengah perkembangan teknologi yang mengalami perkembangan dan telah menjadi candu. Alasan itu yang menciptakan karakteristik millenial secara garis besar memiliki kesamaan, yakni; optimistik, idealis dan individual.

Karakteristik tersebut ditemukan karena kemudahan mengakses informasi, menentukan pilihan, menemukan cara mengembangkan bakat dan minat serta kemudahan menampilkan eksistensi diri.

Kenyamanan dalam mengakses internet, membuat semua kalangan--termasuk generasi di luar millenial--tak terbiasa apabila sehari saja tak mengakses internet.

Sebagai seorang penulis, kesempatanmu menemukan pembaca di dunia 'Digital Marketing' sangat besar! Targetmu tidak hanya millenial, namun generasi lain yang telah mencicipi dunia internet.

Terlepas produk baru terus berhilir mudik, sampai kapan pun dan telah ada jauh sebelum teknologi ada, buku telah menjadi sumber pengetahuan dan hiburan.

Kini, mari menggunakan internet; menjamah pembaca, pelanggan dan content creator lainnya, dimana pun!

'Digital Marketing Life-Hack' dapat kamu aplikasikan sebagai sarana menemukan target pembaca dengan menggunakan 'website'.

Menggunakan website sebagai senjata pengedar buku dan karya tulismu adalah cara tepat, sebab sudah banyak penduduk Indonesia mengakses internet dari kalangan mana pun.
Atribut : wewedogom
Perkembangan teknologi yang mengalami pertumbuhan pesat pada era millenial adalah telepon seluler. Saat ini, berbeda dengan masa boomers, kegunaan telepon seluler tidak hanya sebatas menelpon atau pun mengirim pesan visa pesan singkat (SMS).

Banyak pabrikan telepon seluler di dunia yang terus berlomba-lomba mengembangkan teknologi di seluler milik mereka. Seperti sekarang, telepon seluler sudah merangkap banyak aspek sehingga memudahkan banyak akses.

Kemudahan mengakses internet mendukung perkembangan telepon seluler. Kemudahan menampilkan eksistensi diri, didukung oleh perangkat kamera yang telah ditempelkan di telepon seluler.

Rasanya, aneh apabila ada pabrikan telepon seluler yang tidak serius memandang kamera di gawai yang mereka jual. Selain itu, ada banyak inovasi lain yang terus berkembang menyesuaikan kebutuhan millenial yang gampang bosan dan membutuhkan kesegaran teknologi.

Sementara itu, penduduk Indonesia pengguna perangkat komputer seperti PC, Laptop, Tablet dan jenis lainya berada pada jumlah yang lebih kecil dari pengguna seluler. Namun, bukan berarti mereka tidak menjadi target penjualanmu.
Atribut : wewedogom

Setelah mengetahui data persentase pengguna internet penduduk Indonesia yang menakses via Seluler maupun Perangkat Komputer. Membuat keyakinan digital marketer semakin yakin atas apa yang ingin ditargetkan.

Sebagai seorang penulis, ini adalah tantangan yang baru saja dimulakan setelah menyelesaikan tantangan 'menulis buku' & 'menerbitkannya'.

Seperti kutipan di bawah ini;



MENGENAL MILLENIAL SEBAGAI TARGET PEMASARAN.

Sebagai penulis, memasarkan buku di internet sama seperti 'menulis buku'. Ketika menulisnya, seorang penulis dituntut berani mengenal tulisannya sendiri, dimulai dari audiens seperti apa yang akan menikmati karya tulisnya atau, untuk siapa karya tulisnya diterbitkan?

Hal itu berlaku pula pada teknik 'Digital Marketing Life-Hack'. Maka dari itu, setelah menerbitkan buku. Mari mengenal kebiasaan millenial sebagai target pemasaran.

۝ Millenial menyukai hal yang cepat dan serba instan.


Bukan suatu hal yang mengagetkan, sebab millenial tumbuh ditemani pesatnya pertumbuhan teknologi dan teknologi yang menyesuaikan gaya hidup mereka. Membuat millenial terbiasa dengan hal-hal yang serba cepat dan instan.

Hal itu berlaku ketika mereka mengakses data di internet dan berbelanja.

Sebagai seorang penulis yang menjadi digital marketer, kamu harus berani mengenal cara membuat website. Jika kamu belum mengenal bagaimana proses pembuatan website atau sedang belajar bagaimana membangunnya ...

Source : DomaiNesia

DomaiNesia menjadi penyedia pelayanan website yang sangat direkomendasikan untukmu.

Sebab, mereka memberikan Cloud Web Hosting yang sangat cepat. Penyimpanan data yang DomaiNesia sediakan memiliki performa 100% enterprise dan memiliki fitur ekslusif yang dapat membuatmu membangun website dengan mudah dan instan.

Hal ini sesuai dengan target pasar-mu dan dirimu sendiri, mungkin. Dikarenakan millenial menyukai hal yang cepat dan instan …

۝ Millenial suka berbagi hal.


Tak dipungkiri lagi, jiwa berbagi millenial telah menjadi jati diri. Bukan karena mengapa, eksistensi dan kepedulian terhadap sesama menjadi alasan mereka membagikan hal bahkan sekecil apa pun.

Contoh kecil yang sering ditemui adalah ...

  • Berbagi Tips dan Trick
  • Berbagi Pengalaman
  • Berbagi Ulasan
  • Berbagi Kisah Hidup
  • Berbagi Aktivitas yang sedang dijalani

Menanggapi hal itu, penulis Raditya Dhika patut diapresiasi dalam teknik menjual bukunya.

Waktu itu, Raditya Dhika membiarkan pembacanya menulis ulasan dan pengalaman mereka membaca buku yang ditulis Raditya ke dalam twitter pribadi dan blog yang dikelolanya.

Menyikapi hal tersebut, sebagai penulis yang memasarkan buku di internet. Jangan segan memberikan discount atau hadiah khusus untuk dapat diulas bagi millenial di sosial media mereka. Sebab, millenial menganggap ...

۝ Millenial menanggap pengalaman adalah yang utama.


Devi Attamimi, Direktur Institut Riset dalam situs greatmind, memapaparkan bahwa ...

Millenial membeli dari toko online untuk kepentingan review. Setelah dibeli, barang dipakai, difoto, diulas–untuk kemudian dijual kembali. Perilaku ini lah yang kini memicu pesatnya pasar penjualan barang-barang bekas atau preloved.

Menanggapi hal yang diucapkan Devi Attamimi dan kebiasaan lain yang dilakukan millenial, sebagai seorang penulis yang menjual buku melalui Digital Marketing, perhatikan cara berikut.

1. Gunakan Sosial Media, Arahkan ke Websitemu.

Seperti yang dilakukan Raditya Dika, aktifitasnya di twitter mengarahkan ke blog pribadi yang dikelolanya.

Meniru hal yang dilakukannya, bergabunglah ke grup-grup facebook yang saat ini menjadi alasan mengapa pengguna facebook nyaman menggunakan sosial media tersebut.

Buatlah thread atau post yang mengarahkan anggota grup ke website atau toko online yang kamu kelola. Selain itu, kamu bisa membuat fanspage (halaman) dan memanfaatkan iklan facebook mengarah ke websitemu.

Ingat selalu untuk jangan terlalu sering 'spamming' di facebook dan hargai juga setiap aturan yang berlaku di grup-grup facebook. Di sana, kamu bisa mencoba menemukan orang-orang yang memiliki pikiran atau jalan yang sama seperti itu, maka ...

2. Ajak Penulis Lain, Promosikan Bersama.

Sistem affilliate adalah sebutan yang tepat untuk cara berikut ini. Ajak penulis lain memajang buku mereka dan arahkan mereka melakukan cara sebelumnya.

Semakin banyak penulis yang melakukan cara yang sama, semakin membuat orang-orang mengenal website atau toko online-mu.

Source : Freepik/Blogging Concept

3. Buat Ruang yang Dapat Diakses Pengunjung Sebagai Tempat Menulis Artikel, Berikan dia Benefit!

Setelah memperkenalkan website dan toko online-mu, pasti aneh apabila pengunjung hanya mengakses website sebagai toko saja. Berikan sedikit hiburan atau ruang yang dapat mereka gunakan.

Ciptakan ruang yang dapat mereka akses sebagai ruang menulis. Seperti yang telah disebutkan di atas, millenial senang berbagi. Maka dari itu, biarkan pengunjung membagikan ceritanya. Beri dia kesempatan menjadi seorang Content Creator! 

Memanfaatkan hal tersebut, Content Creator yang menulis di websitemu akan membagikan tulisannya sehingga menciptakan promosi lagi.

Jangan lupa, berikan benefit berupa Discount atau Voucher.

4. Adakan Giveaway atau Kontes Menulis, Berikan Kesempatan Pembaca Mengulas, Merensesikan atau me-review buku/websitemu di sosial media/blog mereka.

Seperti hal yang sama dilakukan DomaiNesia, cara ini tepat diaplikasikan dalam toko onlinemu.

Setidaknya, adakan kegiatan daily, weekly atau monthly yang membuat pengunjung, pembaca dan penulis lain semakin mengenal website yang kamu kelola. Dengan cara ini, meyakinkan banyak orang akan kualitas dan kuantitas websitemu.

Source : Freepik/Calligraphic Seo

5. SEO

Dengan banyaknya orang-orang membicarakan website atau bukumu, menciptakan sebuah keyword di mesin pencarian.

Memanfaatkan hype yang berhasil kamu ciptakan. Maka, gunakan teknik yang selalu berhasil digunakan di internet.

SEO atau Search Engine Optimization.

Cara di atas harus dibarengi dengan sistem pengiklanan Google Adsense sebagai penambah income di website yang bisa kamu gunakan sebagai hadiah, voucher atau pun bagi hasil kepada content creator.


Penutup


Menyikapi tips di atas, alanglah lebih baik dengan 'menyediankan payung terlebih dahulu, sebelum hujan', yang mana dalam konteks kali ini adalah ...

  • Kesiapan mental
  • VPS yang memumpuni
  • Domain yang mudah dingat
  • Website yang mudah diakses

Dari keempat hal di atas, akan semakin memudahkanmu berperang menggunakan 'Digital Marketing Life-Hack' yang sudah dibahas kali ini.

Ingat selalu bahwa kebutuhan dan kenyamanan pelanggan adalah hal yang utama, berikan hak yang harus mereka dapatkan ketika mengakses wesbite atau toko online-mu.

Sebagai penutup kuucapkan terima kasih.

Semangat menulis! Teruslah menulis.

Disusun oleh :
- Alfin E. Libra
- Hend Jobers
Ⓒ WeWeDogom.com
Ⓡ Evando TM
Tag on : DomaiNesia.com


Sumber Terkait :
- ARTIKEL : MENGENAL GENERASI MILLENIAL || Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
- BUKU : STATISTIK GENDER TEMATIK: PROFIL GENERASI MILENIAL INDONESIA || Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
- ARTIKEL : KELIRU MEMAHAMI MILLENIAL || Greatmind ID 

#domainesia, #hosting murah, #domain murah, #hosting indonesia, #hosting terbaik, #lomba blog domainesia, #lomba seo, #lomba blog 2019, #lomba seo 2019.

1 komentar:

avatar

😂 Artikel yang bagus, Min. Alhamdulillah berhasil mendapatkan pandangan tentang Digital Marketing. Insha Allah diterapkan.

BTW : Jutaan orang itu sepertinya saya terhitung satu ya, Min. 😂😂😂

Komentar, Kritik dan Saran dari kalian adalah semangat untuk kami.

Klik di sini