Nestapa Penulis Wattpad Indonesia : Episode 1 -- Penulis Remaja yang Tergila-gila Fanfiction Korea.


www.WeWeDogom.com -- Stereotip penulis Fanfiction Korea akhir-akhir ini sering dibahas di dalam grup Forum Wattpader Indonesia.

Banyak tanggapan dari member yang langsung meletup, memaki dan memaksakan kehendak.

Tak jauh berbeda seperti seorang gadis remaja yang meledak saat dirinya dihina walau pun memang dia pantas dihina.

Hai Wattys, apakah kamu masih seorang penulis yang sama seperti kemarin? Masih menjadi orang yang tak peduli bagaimana karya tulis seharusnya dinikmati?

Jika kamu meledak karena judul yang kugunakan di dalam gambar agar dapat memancingmu hadir di sini. Tepat! Karena memang sebenarnya kamu bodoh, loh kok gitu?

Yuk cari tahu~


Elizabeth Pisani dalam artikel yang dipublikasikan di TED-X berjudul 'Apparently, 42% of young Indonesians are good for nothing' yang menggarisbesarkan bahwa ...

'Anak remaja Indonesia, kebanyakan tidak mengetahui betapa bodohnya diri mereka'.


Kamu bisa baca artikel itu di salah satu tweet milik Elizabeth Pisani.



Wajar dan sangat dimaklumkan apabila seorang remaja meluapkan emosi jika tidak setuju dengan sesuatu di internet--bahkan di dunia nyata.

Bukan hanya anak remaja, banyak orang dewasa yang meledakkan amarah. Kamu mungkin memerhatikan moment Pemilihan Umum Indonesia 2019, kemarin.

Kali ini, kita bisa ambil contoh dari kasus 'Penistaan Genre' yang dilakukan Eksan. Seorang makhluk prasejarah yang menyukai sejarah namun tak ingin menjadi sejarah.


Ayo kita baca isi dari Thread Kontroversial, tersebut.

#WattpadersNyarkasIndonesia #WNI

Berikut adalah kritik dan saran saya seputar penulis dari beberapa genre di Wattpad. Beberapa genre ini menurut saya sangat layak untuk di-'buang' daripada cuma mencemari otak readers di Indonesia.

1. Romance

Dari namanya saja, kita bisa menyimpulakan kalau genre ini sudah 'tidak layak' dipajang di wattpad.

Romance = Romantis atau apalah.

Ini Wattpad, Bung. Banyak bocilnya yang belum cukup umur. Gimana nanti kalau mereka jadi bucin tukang galau gara-gara baca cerita beginian? Hancur sudah negeri kita nanti.

Berapa banyak nantinya pergaulan bebas, cium-mencium, seks bebas yang dihasilkan; hanya karena genre ini?

Saran saya, hapus genre ini. Buang! Tulis cerita yang lebih bermanfaat!

2. Tenfic / Fiksi Remaja

Hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah kisah fiksi remaja tentang perjuangan hidup, kisah inspiratif, dll yang bermanfaat. Namun, yang saya temukan di Wattpad justru kebalikannya.

Kebanyakan penulisnya adalah perempuan pemuja co-gan berperut kotak-kotak.

Nggak jauh beda dengan romance. Di Tenfic isinya cuma percintaan remaja.

Eh, biasalah, kan itu seleranya warga Indonesia~ ... Ops!

Terlebih, alurnya kebanyakan mainstrem. Lihat judulnya aja dah mau muntah:

  • Bad Boy
  • Bad Girls
  • Ice Boy
  • Dan lain-lain

Kreatifitasnya di mana coba?!

3. Fanfiction

Sumpah saya super muak sama genre ini. Isinya kebanyakan cuma cerita bucin Korea yang ditulis k-popers cewek-cewek fanatik yang rela membela idolnya dengan segala cara.

Saya selaku penggemar Anime Jepang kecewa berat. Kenapa kebanyakan harus Korea? Kenapa nggak Spongebob, Doraemon, atau Dora?

Terlebih isi dari ceritanya kebanyakan tidak berbobot. Penulisnya cuma fokus cari feedback, followers, dll. Tanpa memerhatikan kualitas ceritanya.

4. Fantasy

Ini adalah genre yang membuat kebanyakan readers menjadi 'GILA'. Readers dituntut banyak menghayal! Hei, nanti kalau mereka sudah gila, gimana nasib pendidikan mereka nanti? Itu generasi penerus bangsa, loh.

Isi ceritanya kebanyakan nggak masuk akal. Mana ada manusia-manusia jadi-jadian, sapu sihir, monster, kekuatan ajaib di dunia nyata ini? Inilah yang dinamakan tidak logis. Buang genre ini!

5. Horror

Mulai dari menakut-nakuti readers hingga membuat readers kerasukan setan.

Saya bingung sama penulisnya. Apa kalian nggak takut nasib readers kalian nantinya? Readers juga manusia, loh. Mereka juga bisa mati ketakutan. (Saya kehabisan quotes, jadi untuk yang horor segini saja)

6. Science Fiction / Fiksi Ilmiah

Genre ini masih samar di mata beberapa readers. Singkatnya, di dalamnya terdapat beraneka ragam teknologi masa depan. Cerita genre ini rata-rata memiliki world building tingkat dewa.

Gedung-gedung modern sana-sini, teknologi canggih, dunia di masa depan, dan lain-lain.

Isi ceritanya kebanyakan juga unik. Patut diberi jempol.

Jadi, apakah genre ini layak untuk dibuang? Tentu saja, YA! Gimana kalau readers terlalu banyak berimajinasi gara-gara membaca genre ini? Nggak kebayang berapa readers yang akan menggila nantinya. (Seperti khasus genre fantasy)

Sekian kritik dan saran dari saya. Mulai sekarang dan seterusnya, jangan baca genre Romance, Tenfic, Fanfic, Fantasy, Horror, dan Sci-fi di Wattpad. Jika kalian tetap membacanya, siap-siap menerima konslet otak.

Terima kasih.

Banyak di sana yang terlalu fokus dengan 'judul' tanpa tahu makna dari isi yang Eksan tulis.

Di mana sebenarnya di sana tertulis bahwa Eksan melawan genre tersebut di Wattpad karena berisikan cerita yang bukan kapasitas dan menggambarkan budaya leluhur--juga mewakili 'isi cerita' tersebut.

Lagian, dari contoh Thread Kontroversial tersebut, Eksan sudah menulis jelas #SARKAS!

Mari kita lihat di sisi lain; seperti kita tahu, seharusnya anak remaja dominan mengisi waktu pertumbuhan mereka dengan mencari jati diri dan menimbah ilmu--aku enggak tahu ya dengan kamu atau rekanmu, karena banyak di antara Generasi Z  telah terpapar dunia maya.

Cara terbaik menemukan jati diri, 
salah satu cara yang terbaik ialah membaca buku.

Namun, kebanyakan novel yang ditulis di dalam paltform Wattpad terlalu menggambarkan budaya tabu yang sudah dilumrahkan atau juga budaya luar yang bahkan tidak disaring melalui riset.

Ingat! kata 'kebanyakan' bukan berarti 'seluruhnya'.

Hiburan dunia maya, kebanyakan diisi orang-orang 'depresi' karena sibuk mencari 'pasangan hidup'.

Padahal faktanya--bahkan diriku, hingga sekarang dominan masih sibuk menentukan jalan hidup, gapai cita dan mencari segala pengalaman agar dapat kutulis di dalam maha karyam bahkan di dalam blog ini.

Sebuah bacaan sejenis novel memang didedikasikan sebagai bahan bacaan penghibur.

Namun, pernahkah kamu berpikir, bahwa sebenarnya di balik hiburan yang kamu tulis, adakah makna yang tersirat terkandung di dalamnya sebagai pembelajaran hidup bagi penikmat karyamu?

Mengapa kita perlu menanamkan edukasi di dalam hiburan?

Izinkanku bertanya tentang selera akun YouTube, Televisi dan Majalah juga Website yang sering kamu kunjungi?

Apakah salah apabila terlalu suka dengan Channel Atta Hallintar? Tidak, di sana banyak video menghibur yang tak memiliki makna.

Channel itu hanya sekedar hiburan dan juga seorang yang memanfaatkan kebodohanmu demi sebuah Adsense, di sana juga diisi beberapa kata penyemangat yang sebenarnya enggak terlalu berlaku di dalam kehidupanmu.

Sumber : Tagar.ID

Kita tidak salah, ini hanya tentang selera yang rendahan. Apakah kamu suka dengan hal yang berbau edukasi atau memilih hiburan? Tidak ada yang salah dalam memilih selera.

Mengapa orang-orang tipe Netizen Indonesia lebih menyukai hal-hal yang berbau hiburan atau hal-hal yang 'ntahlah'? Mengapa demikian?

Mungkin saja, karena Netizen beranggapan 'bahwa hidup sudah terlalu banyak memiliki tekanan yang harus diisi dengan berbagai macam hiburan'.

Hal ini lah, mengapa ada statment yang berbunyi, "Aku menggunakan internet, karena kehidupan nyata terlalu keras," begitu kata si pecundang.

Sumber : socialblade.com (19/6)

Dari daftar deretan Channel YouTube, tidak ada channel edukasi di sana. Mungkin Trans 7 yang memiliki program edukasi, mengupload ulang rekaman itu di dalam channel-nya.

Selebihnya hanya ada Calon  Sarjana--Maling!, YtCrash dan TheShiny Peanut yang memiliki konsep seperti salah satu program acara milik Trans 7, On The Spot.

Bagaimana dengna Channel yang banyak mengekspos tentang Hutan, Alam, Kehidupan dan Realita? KokBisa?, Vincent Richardo, BBC News Indonesia, dll. Semua tergantung seleramu, tidak ada yang salah. Tapi, cukup disayangkan saja.

Mari kembali ke selera bacaan. 


Adakah kamu yang hobi mencari ilmu dan sudut pandang sesuatu yang baru dari sebuah karya tulis di Wattpad?

Kurasa jenis tulisan seperti ini sulit ditemukan, sebab banyak Author yang memilih tidak menulisnya karena pasar menolaknya secara halus.

Itulah mengapa, pada survei PISA di tahun 2015 mengatakan bahwa ...

Kemampuan membaca komperhensif rakyat Indonesia rata-rata berada pada angka 56% TIDAK LULUS pada level 1.

sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/12/peringkat-dan-capaian-pisa-indonesia-mengalami-peningkatan

Di level 1, berisikan kemampuan memahami kalimat secara literal sebagaimana adanya 'tumpukan-tumpukan' asumsi dan opini.

Mengapa tidak lulus? Hal ini dikarenakan malas membaca sehingga wawasan sempit dan tidak dapat memahami isi dari diskusi teman bicara.

Karakter Netizen Indonesia sering melakukan tindakan seenaknya sendiri memasuki asumsi, juga menyanggah pendapat diri sendiri.

Kebanyakan Netizen Indonesia dalam berdiskusi di internet, gemar melakukan 'strawman logic fallacy'.



SLF yaitu sebuah kondisi sesat pikir yang sering terjadi karena kurang mencermati bahan diskusi--atau bacaan-- atau memahami maksud.

Netizen Indonesia juga terlalu tendensius° memasukkan asumsi sendiri ke dalam maksud tema diskusi.

°Tendensius (KBBI : bersifat memihak, melawan, menyusahkan, rewel)

Tak jarang, gampang sekali seseorang menyudutkan atau merasa tersudutkan.

Orang-orang seperti ini sangat terlihat jelas kurang menguasai atau jarang 'mengobrol' dengan orang lain dalam pembahasan yang luas dan berat--kecuali ghibah, itu jago. Sangat!

Mari kembali ke pembahasan Nestapa Penulis Wattpad Indonesia yang memilih Genre Teenfict--berlaku juga untuk seluruh genre yang masih dihuni oleh Karya-Karya anak Bangsa(T!)

Penulis Teenfict--terutama yang perempuan--sekiranya harus dapat memberi makna terkesan di dalam buah pikiran dalam tulisannya.

Bukan cuma kisah cinta pasaran yang membosankan dan sekali lagi, menjijikkan.

Sumber : nulix.id -- Perempuan Menulis

Hak-hak perempuan dan nasihat-nasihat remaja sekiranya dapat diperhitungkan. Jika kamu tidak bisa menyampaikan itu ...

Pikirkan, apa dampak negatif dari kisah romansamu? Pernikahan bebas? atau Narkoba?!

Oh iya, sangat menjinjikan bila ada unsur "Pacaran Islami!"

Setahuku, 'Islam' melarang pacaran--akan lebih menarik jika kisah ta'aruf yang akan membuat orang tertarik melakukannya.

Aku tahu, kamu tak akan memikirkan itu, karena membaca karya tulismu saja kamu tak mau.

Ini bukan soal menulis! Siapa pun bisa menulis--bahkan anak SD sekali pun. Tapi, soal ... Penulis itu sendiri. Karena penulis memiliki arti yang kuat, bahkan hanya bermodalkan 'mengetik.'

Di sini lah, para pengguna Majas Sarkasme menggunakan prinsip "Aku mempedulikan ketidakpedulianmu," seperti yang ditulis Eksan dalam contoh di atas.

Kamu boleh membenci karena tak sependapat. Tapi, dari sebuah hinaan, cibiran dan kritikan ... kamu bisa mundur dua langkah mengalah agar dapat menapaki satu langkah lebih maju.

Jadilah penulis yang kreatif, yang selalu belajar setiap harinya. Memaknai kehidupan, dan memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara.

Mari menyinggung orang-orang yang terlalu 'terpaku' ke budaya luar.

Apakah kamu percaya bahwa Korea, Jepang, Negara Eropa, dan Amerika adalah bangsa yang besar?

Pak Soekarno pernah berkata, "Bangsa yang besar, adalah bangsa yang mencintai budayanya,"--ralat kalau salah, karena aku lupa narasinya, tapi kira-kira isinya begitu.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang masyarakatnya terus melahirkan karya-karya yang dapat di-ekspor juga dinikmati dunia.

Percayakan kalau Anime adalah sebuah karya? Drama Korea merupakan karya dan Bollywood juga sebuah karya.

Komoditas tanpa batas yang selalu dinikmati warga dunia adalah sebuah kultur budaya di dalam karya.

Sumber : Litaris Publik

Mungkin, kamu tahu banyak tentang Korea dan Jepang. Bahkan kisah-kisah kepahlawanan rakyat Eropa. Romansa getirnya hidup ala Bollywood India, juga sebuah dunia baru ala karya Amerika.

Negara-negara tersebut menjadi negara yang besar karena karyanya dibutuhkan oleh negara lain. Bahkan, orang-orang rela menghabiskan uang dan waktu demi sebuah kenikmatan yang dapat merelaksasi kehidupan nyata yang pahit.

Adakah dari kamu yang menghabiskan banyak waktu hanya demi sebuah marathon film?

Semua tidak salah, yang salah adalah kita membatasi dan tidak mau ikut meramaikan panggung di pasar karya dunia.

Seperti kita tahu, negeri ini tidak cukup diceritakan keindahan hanya dari satu sisi saja. Ada banyak cerita, legenda, urban, sudut pandang, kebiasaan dan juga hal baru yang tidak dikenal oleh orang luar.

Tapi, bagaimana bila orang lain mengangkat sudut pandang Indonesia? Adakah dari kamu yang over-proud dengan mengatakan 'Bangga Indonesia' dan sejenisnya?

Mungkin, sudah saatnya giliran kita sadar dan mengambil peran melahirkan karya-karya yang dapat mengubah dan menceritakan Negeri Ibu Pertiwi yang menangis ini.

Mari kita ceritakan bahwa Mutiara milik Ibu Pertiwi seindah karang dalam lautan Indonesia. Juga, gagahnya Garuda terbang setinggi gunung-gunung di Indonesia.

Marilah, ubah bahan bacaanmu juga tulislah sesuatu yang dapat mengubah sudut pandang seseorang. Mari mulai dari dirimu. Fanfiction tidak melulu tentang Korea, Games Online atau Jepang.

Fanfiction dapat dikombinasikan dalam kultur Indonesia. Jadilah, anak bangsa yang mengambil peran dalam melahirkan karya-karya yang dapat membuat orang repot-repot mencintai negeri kita.

Mulai darimu dulu, cintai negeri ini, cintai hidupmu dan sadarlah bahwa sebenarnya kamu ini pintar, hanya saja ketidaktahuan dan ketidakpedulianmu menguasai kebodohanmu.

Abaikan makna dan tujuan. Tetaplah menjadi seorang penulis yang tidak peduli, tidak beranjak dan selalu terjabak dalam angan.

Penulis yang menerbitkan buku bukanlah penulis yang dapat kamu puja dan segani.

Guruku, orangtuaku, bahkan Tuhanku adalah orang-orang yang memiliki karya tulis yang dapat mengubah diriku tanpa dia harus menerbitkan sebuah buku atau melahirkan sebuah karya terlebih dahulu agar dapat mengomentari sesuatu.

Menulis itu mudah, mengalahkan rasa malas yang susah. Menerbitkan buku gak sulit, kecuali kamu paham dengan apa yang kamu tulis.

Pedulilah, karena penulis memiliki suatu kebanggaan ... yakni, amal jariyah.

Semangat menulis! Tetaplah menulis!

Written By : Alfin E. Libra
ⒸWeWeDogom.Com
Ⓡ EvandoTM
ㄨ Hend Jobers