Lebih Rinci Mengenal Novel : Apa yang Harus Diperhatikan Saat Membuatnya?

Dalam artikel kali ini, tiga topik pembahasan yang akan ditampilkan berupa;
  • Sejarah Novel.
    --> Novelis pertama di dunia.
    --> Penulis pertama, Genre tertentu.
  • Mengenal Novel.
    --> Jenis Novel
    --> Macam-macam Genre Novel.
    --> Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik.
  • Persiapan Menulis Novel

www.WeWeDogom.Com -- Novel merupakan karya sastra yang dibentuk secara kreatif dalam wujud karya tulis.

Medianya adalah bahasa.

Sehubung, Novel merupakan karya tulis. Nah! Apakah kamu ingin memulai menulis Novel?

Kamu masih bingung memulainya dari mana?

Tenang, pada sebuah perjalanan kali ini. Aku akan mengajak kamu berkenalan dengan hal-hal berikut; yang sudah tertulis di bagian awal artikel ini.

Nah! Dari tiga topik pembahasan yang ada di bawah, nanti. Aku bertujuan memperkenalkan kamu tentang 'Apa sih Novel itu?'

Mari dimulai dengan mengenali sejarahnya terlebih dahulu.

1. Sejarah Novel.

Sebelum membahas lebih jauh. Apakah kamu tahu, Apa Novel pertama di dunia?

Hikayat Genji (Jepang : Genji Monogatari, Inggris : The Tales of Genji) yang ditulis oleh seorang penulis wanita asal Jepang pada zaman dinasti Kekaisaran Heian.

Novel : Hikayat Genji, menceritakan tentang tokoh khayalan Pangeran Genji dalam kisah asmara dan kehidupan Kekaisaran di kastil.

Novel ini, banyak melukiskan gambaran wanita Jepang di era Kaisar Heian.

Novel yang memiliki 54 bab dengan total 1.000 halaman itu, ditulis oleh penulis bernama pena Murashaki Shikibu, yang lahir pada tahun 973 M.

Jadi, alangkah baiknya kamu juga memikirkan nama pena untukmu ya.

Sebab, banyak di kalangan penulis lebih sering dikenal dengan nama pena ketimbang nama aslinya.

For Your Information : Shikibu berasal dari keluarga terpandang di daerahnya, yang merupakan keturunan dari Bupati Perdana di Fujiwara.

Novel : Hikayat Genji, juga merupakan novel genre 'romance' pertama di dunia.

Baca Juga : Trik Jitu Menulis Novel -- Tingkat Pemula.


Bagaimana Dengan Novel Genre Lain?

Pada abad Renasains (Inggris : Rennaissance). Era yang berkembang kira-kira antara abad ke-14 s/d ke-17.

Pemakaian kertas secara besar-besaran saat itu memicu perkembangan novel di Eropa ke dalam bentuk yang modern.

Novel kebanyakan ber-isi cerita yang mencerminkan daya tarik masyarakat ke hal-hal umum pada masa itu. Seperti;

• Gugatan terhadap Agama dan nilai-nilai moral Budaya yang memunculkan kelas atau kastah menengah sebagai Kelompok Sosial.

• Serta, minat masyarakat terhadap filsafat dan sains, hingga hasrat menjelajah dan penemuan.

Picaresque (Prosa Fiksi Petualangan) pada saat itu, menjadi cikal-bakal Novel di Eropa.

Picaresque kebanyakan mengisahkan sebuah petualangan yang di-protagonis-kan tokoh cerdik--Picaros--yang memanfaatkan kecerdikannya sebagai bentuk bertahan diri.

Prosa ini bertolak-belakang dengan roman kesatriaan yang puitis.

Roman Kesatriaan mengisahkan perjuangan menggapai mimpi, sedangkan Picaresque mengaplikasikan petualangan sebagai bentuk hiburan semata.

Novel Picaresque paling terkenal, menceritakan seorang anak yang mencoba bertahan hidup di dunia para petani tidak ramah.

Di dalam kisah itu, ada seorang Pendeta yang jahat dan Bangsawan yang berkomplot serta dipenuhi oleh tokoh-tokoh Antagonis yang kejam.

Novel itu berjudul Lazarillo de Tormes, terbit tahun 1554. Ditulis oleh penulis anonim berkebangsaan Spanyol.

Ilustrasi Lazarillo de Tormes
Penulis yang masih berkebangsaan Spanyol. Menulis sebuah karya yang lebih serius, berjudul Don Quixote pada tahun 1605 dan sepuluh tahun setelahnya.

Pengarangnya bernama Miguel de Cenvartes.

Kisah ini menggambarkan seorang Bangsawan Spanyol Idealis yang membayangkan dirinya sebagai seorang pahlawan.

Tapi, pada kenyataannya dalam kisah Don Quixote. Bangsawan berusia paruhbaya itu hanya seorang penikmat roman yang terlalu banyak berimajinasi.

Baca Juga : Menulis Fiksi : 5 Tips Menulis Lebih Kreatif.


Perkembangan Novel di Eropa, banyak melahirkan genre dan jenis serta tipe Novel di dunia.

Secara universal, di era kini. Novel dinikmati sesuai genre yang diminati pembacanya.

Jenis Novel Hiburan merupakan jenis yang memiliki banyak peminat di tanah air, saat ini.

Nah, kamu sendiri suka Novel genre apa?

Di awal perkembangannya. Masyarakat Eropa mengenal jenis Novel sebagai berikut;
  • ‌Novel Sosial.
  • ‌Novel Psikologi.
  • ‌Novel Pendidikan.
  • ‌Novel Filsafat.
  • ‌Novel Eksperimen.
  • ‌Novel Populer.
Sesuai namanya, jenis 'Novel Populer' lah yang menjadi Novel paling populer di khalayak umum.

Novel Populer memiliki banyak genre, di antaranya ialah genre-genre yang sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Sub-genre dari fiksi dan non-fiksi, seperti;

Fiksi Ilmiah, Fantasi, Sejarah (termasuk Biografi), Horror, Detektif, Percintaan (Teenfict dan Romance) serta Spionase.

Jules Verne merupakan penulis pertama yang mengkhususkan kisahnya fokus ke genre Fiksi Ilmiah.

Sebenarnya, kebanyakan karya tulis  sebelum genre ini muncul. Banyak karya sastra lain mengandung hal-hal ilmiah yang dikemas dalam bentuk fiksi.

Namun, Novelis berkebangsaan Perancis yang mengarang kisah bertajuk Journey to the Centre of the Earth ( Perancis : Voyage au centre de la Terre) yang dipublikasi pada tahun 1864 -lah  karyyang menjadi novel Fiksi Ilmiah pertama di dunia.

Sumber : Warner Bros.
Novel ini juga sudah digarap menjadi sebuah film keluarga oleh WarnerBros Picture bertajuk sama. Apakah kamu sudah menontonnya?

Sementara itu, kamu pernah menonton film garapan Disney bertajuk Alice in Wonderland?

Film itu diadaptasi dari novel bertajuk Alice's Adventure in Wonderland yang diterbitkan tahun 1865. Karya Lewis Carroll.

Sumber : Wallpaper Cave.

Bersama novel keduanya, Through the Looking-Glass and What Alice Found There yang diterbitkan pada tahun 1871.

Pengarang Inggris bernama Lewis Carroll ditunjuk sebagai Pengarang karya Novel Fantasi Pertama di Dunia.

Sementara itu, Novelis asal Skotlandia dengan karyanya berjudul Waverley yang terbit pada tahun 1814.

Sebuah karangan yang menceritakan seputar sejarah dan kejadian yang pernah terjadi di kerajaan Britania Raya serta belahan dunia lain. Menjadi Karya Novel Sejarah Pertama di Dunia.

Baca Juga : Trick Jitu Menulis Tingkat Pemula -- Edisi kedua.


2. Mengenal Novel dan Apa sih Novel itu?

Setelah mengenal sejarahnya, jadi dapatkah kamu simpulkan tentang 'Apa sih Novel itu?'

Novel merupakan salah satu Karya Sastra, yang disusun dalam bentuk prosa. Menceritakan sebuah kisah dalam bentuk Fiksi atau Non-Fiksi.

Fiksi mau pun Non-Fiksi, umunya menceritakan hubungan manusia dalam berinteraksi dengan dunianya.

Di sebuah Novel, pengarang berusaha mengarahkan pembaca ke gambaran realita kehidupan.
Jadi, benarlah jika seorang penulis adalah pencatat sejarah. Sebab, penulis selalu menulis sebuah kisah yang menjadi 'daya tarik' pada masa-nya.

Jadi, apakah kamu mau menjadi seorang penulis?

Ungkapan tentang 'penulis adalah pencatat sejarah' dibenarkan oleh cuitan berikut ini;

"Sastra, lahir sebab dilatarbelakangi adanya perasaan manusia untuk mengungkapkan eksistensi hidupnya," -- Sarjidu, 2004:2.

Sastra merupakan sebuah media ciptaan yang bukan hanya sekedar kreasi.

Sastra juga merupakan seni kreatif yang dilahirkan untuk menyampaikan perasaan atau permasalahan kehidupan melalui media bahasa.

Ayo kita lanjutkan! Capai anganmu menulis sebuah Novel!

Khasanah Kesusastraan Indonesia  Modern, Beranggapan Bahwa.

Novel berbeda dengan Roman. Perbedaannya berada di segi penyampaian.

Roman, memiliki alur dan penokohan yang lebih kompleks. Sedangkan Novel lebih kecil dari Roman, walau bentuknya mirip dengan Novel.

Kemiripan itu berada di dua unsur yang bersamaan. Yakni, unsur intrinsik dan unsur ektrinsik.

Tapi, sebelum membahas ke dua unsur tersebut. Aku akan menjabarkan Novel lebih rinci lagi.

Pada umumnya, Novel merupakan karya sastra yang paling banyak dinikmati oleh masyarakat di dunia.

Kepopulerannya, disebabkan oleh cara penyampaian yang lebih komunikatif dan luas ke masyarakat.
Sebagai bahan bacaan, Novel dibagi dalam dua kategori; yakni Novel Serius dan Novel Hiburan.

Kedua tipe Novel itu, notabanenya dikategorikan sesuai kebutuhnya.

Novel Hiburan lebih bertujuan mengubah emosional pembaca karena disusun dengan gaya emosional yang mengungkapkan permukaan kehidupan tanpa pendalaman.

Sebagai pembaca Novel, kamu pasti merasakan 'perubahan emosional', kan?

Sedikit contoh saja; kamu merasa ingin menulis novel setelah membaca novel. Ada banyak lagi contoh lain.

Mengapa Disebut Novel Serius?

Di dalam unsur Intrinsik Novel Serius. Kebanyakan disajikan untuk kepentingan 'memanusiakan' pembacanya.

Tapi, bukan berarti bahwa Novel Serius tidak dapat menghibur.

Novel Serius juga tidak dituntut untuk menarik, serta fokus ke keindahan Diksi dan pilihan Majas.

Novel Serius dapat dikatakan Novel apabila memiliki ciri yakni : Menghibur, Menarik dan Menimbulkan rasa kepuasan setelah membacanya.

"Kebanyakan Novel Serius dijadikan acuan belajar untuk kalangan penulis pemula."

Hal itulah yang membuat Novel Serius digolongkan dalam karya tulis 'sosial'. Mengapa demikian?

Sebab, Novel Serius dihidangkan untuk membina hubungan antar manusia dengan makhluk hidup lainnya.

Memunculkan perasaan yang tak pernah dirasakan dan membuat seseorang mengubah cara pandangnya.


Sumber : Denie Seniman Kertas.


Bagaimana Dengan Novel Hiburan?

Sebagai mana namanya, Novel Hiburan hanya berfungsi untuk kepentingan pribadi. Yakni, menghibur.

Banyak penulis Novel Hiburan tidak terlalu memikirkan lebih jauh, apakah Novelnya dapat membina orang lain atau tidak.

Penulis Novel Hiburan umumnya tunduk pada hukum kepenerbitan. Oleh sebab itulah, banyak penerbit Novel Hiburan hanya menerima Novel yang digemari masyarakat.

Dapat Disimpulkan;

Novel merupakan sebuah karya sastra berbentuk prosa yang memiliki unsur berhubungan dan mengandung nilai-nilai sesuai porsi yang dihidangkan untuk pembacanya.

Dari tadi, bahas unsur -- sudah seperti rumus Fisika. Nah! Ayo bahas unsur-unsur tersebut.

Apakah Unsur di Novel Serius dengan Novel Hiburan, Berbeda?

Ya, memiliki perbedaan. Hal itulah yang membuat adanya kategori Novel Serius dan Novel Hiburan. Perbedaan tersebut di antaranya;


UNSUR INTRINSIK

1. TEMA.

Tema merupakan ide pokok yang menjadi permasalahan dasar yang membuat alur novel itu terbentuk.

Dalam Novel Hiburan, kebanyakan konflik dan tema selalu berhubungan dengan asmara.

Berbeda dengan Novel Serius; tema yang disajikan tidak selalu berputar ke arah asmara. Tapi, bukan berarti tidak boleh memasukkannya.

Novel Serius lebih terbuka ke semua masalah yang bertujuan untuk membuka pikiran si pembacanya atau memanusiakan.

Tema tidak berhenti pada gejala di permukaan. Intelektual si penulis terlihat jelas saat dirinya dapat mentela'ah dan menyelam ke dasar masalah.

Itulah mengapa, penulis harus melakukan riset saat menyusun Outline.

2. SETTING.

Dalam segi penyajian, umumnya Novel Serius menyuguhkan kisah yang sudah dijalani atau pernah menjadi pengalaman manusia.

Novel Serius tidak membahas hal yang tidak nyata dan tidak universal.

Hal ini pula yang membentuk ciri khas untuk Novel Hiburan; sebab dapat menceritakan sebuah kejadian yang tidak nyata atau hanya ada di dalam cerita itu sendiri.

Oleh karena itu, kebanyakan latar di Novel Serius memang ada dan dapat dilihat.
Sedangkan Novel Hiburan lebih imajinatif dan harus divisualisasikan.

3. ALUR.

Novel Hiburan hanya menekan plot tanpa memikirkan penokohan yang lebih rinci, juga mengabaikan permasalahan lain.

Jelasnya, Alur dalam Novel Hiburan disajikan untuk dapat menyelesaikan cerita sehingga memunculkan 'hiburan' bagi si pembaca.

Dalam Novel Serius; Alur lebih inovatif dan bersifat di luar konvensional.

4. SUDUT PANDANG.

Tidak ada perbedaan dalam menyuguhkan sudut pandang ke dalam Novel Hiburan maupun Novel Serius.

Tapi, sedikit penjelasan. Sudut Pandang dibagi atas 3 klasifikasi;

  • Pengarang menggunakan kata ganti ‘Aku’. Mengisahkan dirinya dengan apa yang terjadi, mengungkapkan perasaan sendiri dengan kata-kata.
  • Pengarang menggunakan kata ganti ‘Dia’ – orang ketiga. Mengisahkan tentang seseorang dari luar dan tidak tahu ‘pikiran batin’ karakter.
  • Pengarang menggunakan sudut pandang Impersonal, lebih banyak menceritakan dalam bentuk pengamatan yang menunjukan bahwa Pengarang mengatahui semua hal hingga ke dalam pikiran tokoh.

5. GAYA BAHASA.

Novel Hiburan dikemas dalam bahasa silang karena diproduksi untuk konsumsi masal.

Bahasa yang dipakai lebih hidup di pengaruh pergaulan remaja tanah air.
Sedangkan Novel Serius, lebih serius menggarap bahasa baku atau sesuai Kaidah Bahasa.

6. TOKOH / PENOKOHAN.

Tidak terlalu banyak perbedaan di antara dua kategori Novel yang disebutkan di atas.
Semua itu berpengaruh dari segi unsur intrinsik lainnya.

EKSTRINSIK.

Sedangkan untuk unsur Ekstrinsik.

Sering meliputi; latar belakang, sejarah – yang dapat membuat Alur menjadi mundur dengan memanfaatkan hubungan masa lalu tokoh – dan biografi tokoh; latar.


Konflik menjadi hal paling wajib ada di dalam Novel.

“Novel adalah bentuk karya sastra yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya sosial, moral dan pendidikan.” – Dr. Nurhadi, Dr. Dawud, Dra. Yuni Pratiwi, M.Pd, Dra. Abdul Roni, M. Pd.

Nilai-Nilai di Dalam Novel.

Di dalam Novel, penulis ditantang untuk dapat memberikan pesan moral, amanat dan kesan yang menarik.

Penulis merupakan pencatat sejarah; sebab itulah, umumnya penulis selalu mengisahkan apa yang terjadi dan bagaimana menjelaskannya ke orang lain.

Baca Juga : Mengenal Proses Berkembang Penulis. (Di Tingkat Mana, Kamu Sekarang?)

Nilai-nilai berikut ini lah yang patutnya hadir di dalam karya tulismu, meskipun tidak semuanya. Setidaknya memiliki salah satu.

Nilai Sosial lebih sering digunakan karena menggambarkan kehidupan manusia lain, sehingga pembaca lebih tahu dengan karakter yang belum pernah dialami si pembaca.

Nilai Etnhik merupakan nilai yang baik dibaca sebagai penyempurnaan diri karena dapat memanusiakan pembacanya.

Novel dengan nilai Etnhik merupakan novel yang selalu berkesan bagi pembacanya, khususnya pembaca yang ingin belajar hidup dari penulis.

Nilai Hedorik bisa memberikan kesenangan kepada pembacanya, hal ini membuat pembaca terbawa ke dalam cerita novel yang diberikan.

Nilai Spirit mempunyai isi yang dapat menantang sikap hidup dan kepercayaan pembaca, sehingga pembaca mendapatkan kepercayaan diri pada dirinya.

Nilai ini pula yang dapat mengubah cara pandang seseorang dalam kehidupannya dan menciptakan karakter baru di dalam hidup si pembaca.

Nilai Koleksi membuat novel dapat dibaca berkali-kali, hal ini membuat orang akan membelinya, menyimpannya dan diabadikan.

Nilai Kultural melestarikan budaya dan peradaban. Pembaca akan diperkenalkan dengan budaya dan tradisi kebudayaan masyarakat lain.

Menyelipkan sebuah pantun dan sajak merupakan cara yang sering diperkenalkan penulis berdarah Melayu dan suku lainnya.


3. Persiapan Menulis Novel.

Banyak cara dan tips menulis novel. Nah, di sini. Aku akan memberi hal yang selalu ampuh digunakan.

Tapi, kuingatkan. Cara terbaik menulis novel adalah yang membuat kamu tetap menulisnya.
Novelis, memiliki teknik dan caranya tersendiri saat meracik kata. Ada yang;
  • ‌Mengumpulkan banyak Ide dan Gagasan terlebih dahulu. Lalu menulisnya.
  • Menulis bebas saat memiliki 'mood' di atas rata-rata.
  • ‌Melakukan kedua hal di atas.

Di dalam situs ini, ada banyak artikel yang membahas soal itu. Jadi, aku akan memberitahu sedikit saja kemudian mengarahkan kamu ke artikel yang sudah ada.

Menyusun 'Outline' atau kerangka cerita merupakan cara terbaik. Kenapa? Cari tahu jawabannya dalam artikel berikut ini;

Baca Juga : Mengenal Manfaat Outline dan Bagaimana Cara Mudah Menyusunnya?

Setelah mencari tahu, kamu dapat mencoba berkembang ke tahap yang lain. Di dalam situs ini, aku pernah membahas tentang mengembangkan ide, membentuk karakter dan menciptakan karakter.

Ayo! Cari tahu semua informasi menulis lainnya di dalam situs ini.

Sebagai penutup, kuucapkan terima kasih. Kamu hebat! Teruslah menulis, semangat!

ᕒ  Disusun oleh : Alfin E. Libra
Ⓒ WeWeDogom.COM
Ⓡ EvandoTM