Ingin Menjadi Penulis? Berikut, Langkah 'Menulis Novel yang Mudah dan Menyenangkan'. (Tahap Rancangan hingga Penerbitan).

www.WeWeDogom.Com -- Menulis novel merupakan hal yang mengasyikan, karena selain bersifat positifmenulis novel juga menyenangkan

Lebih menyenangkannya lagi, ketika karyamu berhasil disukai orang lain atau menuju titik tertinggi, yaitu berhasil diterbitkan dan menginspirasi penulis muda lainnya.

Eits! Tunggu dulu, tak banyak orang berhasil melawan halusinasinya, bahkan beberapa di antaranya harus Writter's Block atau kehabisan ide, lebih parahnya lagi harus mangkrak karena tak berhasil menyelesaikannya.

Lebih buruk dari pada itu ketika berhasil menyelesaikan karya tulis, namun kurang
diminati pembaca, hmm... sepertinya kamu harus melakukan riset lagi sebelum menulisnya.

Nah, keinginan menjadi penulis memang banyak banget rintangannya. 

Salah satunya adalah bingung dan malas, tapi jangan bingung lagi. Sebab, begini lah langkah demi langkah menulis Novel yang mudah dan menyenangkan. -- menurut beberapa penulis yang sudah menelan pahitnya biji kopi utuh.

Sebelum menulis novelmu, ada baiknya kamu persiapkan hal-hal berikut;




1. PROSES AWAL MENULIS.

Mengapa harus ada proses awal?

Bagian yang sangatlah penting, sebab proses awal merupakan pondasi dasar menulis

Sama seperti hal-hal yang harus dilakukan sebelum menciptakan suatu hal, pondasi yang kuat merupakan hal yang paling utama.  

Tujuan utamanya, agar novel yang kamu ciptakan nantinya dapat berkesan dan dinikmati pembaca. 

Seperti sudah diketahui banyak orang, bahwa tugas seorang penulis adalah berbagi perasaan pada pembacanya. 

Letak keberhasilan sang penulis bukanlah saat berhasil menyelesaikan atau menerbitkan buku, melainkan berhasil menyampaikan perasaan yang dimaksud si penulis ke pembacanya. 

Sehingga, si penulis berhasil melahirkan sebuah seni kreatif yang dinamakan 'Sastra'.

Buat kamu, yang belum kenal dan hendak berkenalan dengan sastra. Mungkin artikel di bawah ini menarik dibaca.

Baca Juga : Sastra : Mengenal lebih luas, kupas dan tuntas.

Ada dua tahap dalam proses awal menulis, berikut di antaranya;

A. Pra Menulis.

Pada tahap Pra Menulis, kamu dituntut menggali ide, mengembangkannya dan menentukan tema. 

Ide bisa berupa gambaran umum tentang cerita yang hendak ditulis. 

Sedangkan tema bisa lebih spesifik lagi.

Ide tak harus ide yang original. Ide mainstream dan ide daur ulang bisa menjadi acuan seperti 'cinta segitiga' mungkin, sebuah kisah 'menggapai mimpi' atau 'indahnya persahabatan'.

Pastikan tema karyamu sangat-sangat jelas. 

Tema bisa juga lebih dari satu unsur, seperti kisah 'cinta antara idola kelas dengan pemain basket', bisa juga bertema 'Horor Romance' atau 'Paranormal Romance'. 

Ada baiknya kamu membaca buku-buku yang berkaitan dengan ide dan tema kamu, mungkin dengan membaca buku yang berhubungan, menjadi refrensi dan perkembangan imajinasimu.


B. Proses Kerangka Tulisan.

Proses mempersiapkan keranga tulis dapat kamu mulai jika proses sebelumnya sudah benar-benar terselesaikan.

Tanpa ide dan tema, mana mungkin kamu bisa menyusun kerangka. 

Ada penjelasan lebih lengkap tentang mempersiapkan dan pentingnya sebuah kerangka.

Di sini dan kebanyakan penulis lain, lebih sering menyebutnya outline.

Kamu bisa baca tentang outline di; 

Baca Juga : 'Pentingnya Sebuah Outline dan Cara Memulainya.'. 

Tapi, kalau ingin lebih simpel. Simak baik-baik.

Pertama, Tentukan Karater atau Penokohan.

Kamu harus menciptakan karakter yang unik, yang bisa membuat penasaran pembaca sehingga dapat memancing pembaca mengikuti alur cerita di dalamnya.

Tulis secara detail mulai dari nama, jenis kelamin, ciri fisik, kepribadian, kebiasaan, hobi dan hal-hal lainnya.

Setelah itu, tentukan siapa saja  Protagonis, Antagonis atau Penengah. 

Mana karakter utama, pendukung atau figuran. 

Jangan terlalu berlebihan menciptakan karakter, kalau bisa berikan sedikit kekurangan.

Setelah itu, tentukan Sudut Pandang atau Perspektif.

Tentukan sudut pandang cerita yang akan kamu ambil, perhitungkan secara matang tingkat keluwesannya.

Sudut pandang yang telah kamu tentukan harus dapat menggambarkan adegan-adegan dalam karyamu secara apik.

Kamu bisa menggunakan satu atau lebih sudut pandang. 

Ada baiknya pilih satu saja, yang paling cocok dengan ceritamu. Ingat! Jangan ada perubahan sudut pandang secara tiba-tiba.

Kemudian, perhatikan Alur atau Plot.

Umumnya, hampir semua cerita menggunakan tiga plot dasar. Yaitu; maju, mundur dan gabungan.

Pentingnya alur harus matang dipikirkan. 

Sebab, proses kekuatan pengambaran jalan cerita ditentukan dari baik-buruknya alur yang dipilih.

Maka dari itu, alur bertanggung jawab akan dibawa kemana cerita ini disampaikan.


Sebagai penyempurna, beri Tanjakan, Tikungan hingga menuju Konflik.

Cerita tanpa konflik bagaikan sayur tanpa garam. Tak ada rasa dan hambar. 

Usahakan memulai konflik dari hal kecil, kemudian berkembang lalu memuncak. 

Bisa juga dibuat bercabang-cabang atau tak ada ujung dari akar permasalahan, itu lah yang disebut tikungan dan tanjakan.

Karena konflik memberikan rasa di dalam cerita, konflik juga secara tidak langsung menjadi kemudi dari alur cerita. 

Oleh karena itu, hindari memberikan konflik yang terkesan dipaksakan. Buatlah senatural mungkin sehingga tidak merusak alur.

Terakhir adalah Ending.

Pikiran! Akan berujung seperti apa cerita yang akan kamu kerjakan? 

Apakah nantinya akan memiliki seri lanjutan atau berakhir begitu saja.

Karena hal itu, hindari ending yang klise. 

Berikan ending yang terkesan natural. Jika memiliki seri lanjutan, berikan ending yang menggantung atau akhir yang jelas jika tak memiliki lanjutan.

Baca Juga : Bagaimana 'Memotivasi' Diri Sendiri Dapat Menyelesaikan Karya Tulis.

Setelah dua proses sebelumnya sudah disusun. 

Saatnya bertarung melawan semua rintangan. Ketika dua hal tadi sudah dibentuk, kamu bisa menentukan teknik apa yang cocok untuk kamu.

2. PROSES MENULIS NOVEL.

Nah sekarang, karya kamu sudah 60% , tinggal mengembangkannya dalam bentuk cerita. 

Proses penulisan Novel dibagi dalam dua tahap. Yaitu drafting dan editing.


A. Drafting.

Tahap ini merupakan tahapan utama dalam menulis Novel. Sebab tanpa melakukan tahap ini, kamu hanya akan berakhir pada angan-angan saja. 

Ide yang sudah terbangun bisa menguap dengan cepat kapan saja. 

Jadi jangan buang kesempatanmu dan lakukan sekarang juga;

Mulailah dari kalimat pertama yang apik. Kekuatan yang membuat cerita menjadi lebih menarik adalah kalimat pertama. Selengkapnya; Cara Menciptakan Paragraf Pertama yang Atraktif.

Kamu bisa mulai dari sebuah konflik atau deskripsi.

Gunakan diksi yang sesuai, jika kamu masih tidak terlalu paham tentang diksi. Ada baiknya kamu baca artikel 'Memahami dan Manfaat Diksi.'. 

Pentingnya diksi akan mempertahankan gaya bahasa yang kamu gunakan.

Tentukan irama dan tempo paragraf. Pikirkan bagaimana paragraf berakhir dan dimulai kembali.

Bagi ceritamu dalam beberapa penggalan. Bisa dikatakan hal ini sama seperti sebuah 'skenario' dalam sebuah film.

Sematkan sebuah catatan kaki untuk penjelasan istilah-istilah tertentu sehingga cerita tidak melebar dan pembaca memahaminya.

B. Editing.

Tahap ini terasa sangat berat. 

Setelah tulisan selesai sesuai 'Skenario' dan 'Outline' -- kerangka cerita. 

Tahap selanjutnya adalah me-revisi atau editing.

Kamu bisa mencetak tulisanmu ke dalam lembaran-lembaran kertas atau fotocopy jika kamu menulisnya di kertas. 

Siapkan beberapa spidol berwarna sehingga mudah dicoret-coret.

• Pastikan tulisan sesuai dengan nilai-nilai PUEBI -- Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan (versi penyempurnaan dari EYD).

• Buang atau perbaiki kata yang tidak efektif atau beberapa kalimat yang bertele-tele.

• Perhatikan irama tulisannya, mulai dari penentuan konjungsi. Jangan lupa memperhatikan kalimat yang sekiranya memunculkan 'Plot Hole'.

Baca Juga : Masih Kesulitan Menulis? : 20 Tips dari 13 Penulis Fiksi Best Seller Dunia.

3. PROSES AKHIR.

Sudah siap untuk menerima kritikan atau masukan? 

Di tahap ini, karya kamu akan dinilai. 

Pertanyaan-pertanyaan kecil akan ditancapkan, perasaan mulai tercampur aduk dan jantung mulai deg-degan.

Tahap Proofreading / Beta reader.

Tahap ini merupakan tahap penilaianan dan kritikan dari pembaca. 

Tujuannyanya memberikan saran atau justru membuat mental drop down. Sebaiknya, cari proofreader yang handal dan dapat mempertahankan mental kamu.

Sahabat, keluarga atau teman sesama penulis bisa memberikan penilaian. Kamu juga bisa langsung coba ke editor jika berani.



Mintalah kepada pembacamu untuk membuat catatan 'testimoni' dari hasil bedah karya yang baru saja mereka lakukan terhadap karya tulis kamu. 

Lalu, kumpulkan catatan tadi.

Jika ada yang sebaiknya dibenahi dari hasil bedah karya proofreader. Sebaiknya dibenahi atau lupakan.

Tahap Pengiriman Naskah.

Kamu berada di ujung sekarang, tapi bukan akhir dari perjuangan. 

Bertarung melawan editor penerbit mungkin akan menciptakan cambukan yang pedas.

Usahakan mencari penerbit yang sesuai dengan jenis karya tulis kamu dan tetap perhatikan peraturan yang mereka berikan.

Kesimpulan:
Menulis novel memang susah-susah gampang, yang jelas kamu sudah harus memiliki senjata di awal; yaitu sebuah ide dan tema yang dikembangkan menjadi outline dan skenario.

Selesaikan kemudian mulailah meng-edit-nya. Cari seseorang yang sekiranya dapat kamu andalkan. Sebagai tahap 'ujung'. Mulailah mengirimnya ke penerbit yang sesuai dengan jenis karya tulis kamu.

Semangat menulis! Terus tetap menulis.

©EvandoTM
®WeWeDogom.Com