Tata Cara & Aturan-Aturan Membuat Dialog Tag.

WeWeDogom.Com -- Dialog Tag seperti tanda baca, seharusnya tak terlihat dan bisa membimbing pembaca. Namun, tidak menghalangi jalannya cerita.

Bagaimana caranya? 

Mungkin, ada banyak tata cara menggunakan Dialog Tag yang bertebaran di internet. Di dalam pembahasan kali ini, cukup perhatikan tiga poin penting berikut;

Pertama, apa itu Dialog Tag.

Dialog Tag merupakan frasa seperti "katanya" atau "dia bertanya". 

Dialog Tag merupakan atribut pelengkap dan penjelas; menginformasikan ke pembaca dan menunjukkan karakter mana yang mengucap dialog itu, sehingga pembaca tahu siapa yang berbicara.

Properti Wattpad Lovers Indonesia

Dialog Tag harus "tidak terlihat" karena selain fungsi memperjelas, Dialog Tag meningkatkan kualitas tulisan.

Di dalam film, Dialog Tag tidak difungsikan karena penonton dapat melihat dan mendengar siapa yang berbicara. 

Nah, di dalam Novel, pembaca tidak dapat melihat atau mendengar ceritanya kecuali menggunakan audio-book, jadi Dialog Tag sangat dibutuhkan!

Contoh Dialog Tag

Seorang penulis yang terlalu banyak memberi tahu seluruh kegiatan karakter, menunjukan bahwa si penulis mengalami kesulitan membangkitkan suasana di dalam Dialog.

Jika kamu termasuk penulis yang tidak tahu bagaimana bentuk Dialog Tag, letaknya ada sebelum dan sesudah Dialog yang menjelaskan siapa yang berbicara.

Berikut ini ada contoh dari Dialog Tag;

"Keluar dari rumahku!" Frank bergemuruh.
"Tidak," jawab Mary tegas.

"Aku tak akan mengatakan ini untuk kedua kalinya," katanya dengan nada mengancam.

"Kamu bisa memberitahuku berkali-kali," balas Mary, "Aku tetap tidak akan pergi!"

Dialog Tag yang kebanyakan memberitahu; sangat aneh dibaca sebab menggunakan Dialog Tag secara fungsional, contoh berikut terlalu banyak memberi tahu ke pembaca, siapa yang berbicara di baris yang mana.

"Keluar dari rumahku!" kata Frank. Mary tetap duduk di kursinya. "Tidak!"

"Aku tak akan mengucapkannya dua kali, Mary." Frank membentak Mary

"Kamu bisa ucapkan sebanyak yang kamu mau!" kata Mary sambil mengejek, "Aku tidak akan pergi."

Kata-kata yang diberikan garis bawah dari contoh di atas menimbulkan Dialog Tag dan menggagalkan fungsinya seperti yang disebutkan di atas, 'tidak terlihat'.

Tata Cara Menulis Dialog Tag

Menulis Dialog dan Dialog Tag sebenarnya memiliki aturan yang sama saja. Ingat bahwa Dialog Tag selalu diawali atau diakhiri koma. Jadi, apa pun yang bentuknya … Dialog Tag tak pernah "Kapital"! 

Jika kamu meletakkan huruf kapital, bisa jadi itu merupakan narasi yang memperjelas tindakan si karakter.

Contoh; (di akhir dialog)
  • "Aku kebingungan menulis Dialog Tag(,)" ucap Bobby. { ucap seperti gambar ilustrasi di atas merupakan Dialog Tag }
  • "Aku kebingungan menulis Dialog Tag(.)" Sembari menatap Hendro. { setelah Dialog, ada narasi yang memberitahu gerakan si karakter }

Contoh; (di awal dialog) 
  • Bobby berkata(,) "Aku kebingungan menulis Dialog Tag."
  • Sembari menatap Hendro(.) "Aku kebingungan menulis Dialog Tag." 
  • Sembari menatap Hendro(.) "Aku kebingungan menulis Dialog Tag(,)" ucap Bobby. 

Seperti yang telah diingatkan, menulis Dialog Tag harus menggunakan akhiran koma di Dialog-nya. Lihat contoh di atas. 

Bila menggunakan akhiran titik, itu tandanya tidak ada Dialog Tag atau Narasi yang mengambil peran. 

Bila ada tanda lain seperti (?) atau (!) di Dialog-mu, maka Dialog Tag sama! Tidak menggunakan huruf kapital. 

Contoh; (menggunakan Dialog Tag)
  • "Apa kau kebingungan menulis Dialog Tag(?)" tanya Hendro. 
  • "Ini tak sulit, Bob(!)" bentak Hendro. 

Contoh; (menggunakan narasi)
  • "Apa kau kebingungan menulis Dialog Tag?" Mata Hendro melirik Bobby. 
  • "Ini tak sulit, Bob!" Tangan Hendro menggeprak meja.

Selain itu, ada penggunaan elipsis ( … ) yang berperan menunjukkan Dialog yang terputus. 

Contoh; (1)
"Tak perlu menggeprak meja. Pemarah ( ... )." 

Contoh; (2) 
"Tak perlu menggeprak meja. Pemarah ( … )" ucap Bobby. 

Dari contoh (1) menggunakan empat titik. Tiga titik ( … ) merupakan elipsis-nya dan titik setelahnya, akhiran Dialog. 

Contoh (2) langsung mengambil tanda petik, karena elipsis akan diperjelas dengan Dialog Tag. 


Aturan Penggunaan Dialog Tag

Menulis Dialog Tag memiliki aturan-aturan tersendiri, selain penggunaan tanda koma dan titik. Aturan-aturan tersebut membuat peran Dialog Tag memberikan visualisasi dan tak menghambat pembaca. 

1. Pilih  Kata yang 'dikatakan' Memiliki Kata Kerja. 

Mengapa? 

Karena pembaca tidak akan memerhatikan-nya, itu berarti tidak melambatkan pembaca. 

Bagaimana jika yang dikatakan tidak menyampaikan makna yang tepat seperti keinginanmu?

Gunakan kata kerja yang paling sederhana, yang dapat kamu gunakan agar mendapatkan makna seperti kenginanmu.

- bertanya
- berteriak 
- berbisik 
- bergumam.

Dialog Tag seperti itu bagus digunakan sesekali, ketika karakter benar-benar berteriak atau berbisik atau apa pun.

Dialog Tag seperti di atas, penting disampaikan kepada pembaca agar pembaca mendapatkan visualisasi yang jelas.

Sekarang, yang harus kamu hindari ialah menggunakan alternatif Dialog Tag secara berlebihan, seperti;

- dia berseru 
- dia meledak 
- dia mendengkur.

Karena, jenis kata tersebut lebih ke 'keadaan' ketika karakter berbicara, bukan bagaimana dia berbicara. 

Seperti contoh di bawah ini; 

"Keluar dari rumahku, Mary!" Frank meledak-ledak.

Gunakan kata yang lebih sederhana, yang lebih tidak terlihat atau jelaskan tindakan si karakter ketika berbicara saat kata-kata itu diucapkan. 

"Keluar dari rumahku, Mary!" tegas Frank. 

Singkatnya, Dialog Tag menekan ekspresi dan memberi visualisasi ke pembaca, bagaimana kata itu 'dikatakan'. Bukan menjelaskan 'sedang apa si karakter ketika mengatakannya'. 

2. Jangan Tambahkan Kata Keterangan ke Dialog Tag.

Jangan pernah percaya dengan tips menulis dari siapa pun--termasuk ini. 

Karena cara terbaik menulis novel itu hanya satu, ya! Saat dirimu bisa menyelesaikannya (setiap aturan memiliki kecocokan antara dirimu dengan diri orang lain. Mungkin ini salah di matamu, tapi benar di mata orang lain). 

Tapi kutegaskan! Dialog Tag yang ditambah kata keterangan terdengar sangat aneh. Seperti contoh berikut...

- katanya sambil memohon 
- katanya penuh semangat 
- katanya dengan tulus. 

Lebih buruk lagi, menggunakan kata yang 'berlebihan' ditambah 'kata keterangan', seperti;

- dia berteriak penuh kemenangan
- dia berseru keras
- dia bergumam cemberut.

Apa yang salah di atas?

Terlihat jelas bahwa Dialog Tag seperti itu mengalihkan perhatian, menghilangkan fungsinya seperti yang telah dijelaskan di atas ... itu juga contoh lain dari memberi tahu. Seperti ini, misalnya ...

"Dogom, kucing peliharaanku baru saja meninggal," katanya dengan sedih

Pengunaan kata sedih mungkin tidak diperlukan sebab tidak ada seseorang di muka bumi ini pernah mengatakan peliharaan kesayangan mereka telah mati dengan ekspresi kebahagiaan. 

Bila kamu memilih kalimat seperti contoh di atas untuk memberitahu pembacamu tentang kesedihan karaktermu.

Bisa jadi contoh di atas, benar secara harfiah. Kata sedih memang memberitahu pembacamu bagaimana perasaan karakter. Tapi, itu salah!

Apa yang seharusnya dilakukan ialah menunjukkan kepada si pembaca tentang bentuk yang tepat bentuk dari kesedihan si karakter. Seperti ini, mungkin ...

"Anjingku baru saja mati," katanya, dia tidak mendongak dari lantai saat berbicara.

Bila perlu, menangis jika kamu mau. 

Intinya, dengan membuat si karakter menangis atau membuat orang lain tak dapat melihat matanya saat dia berbicara, justru menunjukkan bahwa si karakter memang sedang bersedih tanpa memberitahu 'dia bersedih'. 

Begitulah peran Dialog Tag, memberikan visualisasi tanpa menghalangi jalan ceritanya. 

Jadi, tak perlu mengatakan ke pembaca bahwa karaktermu sedang bersedih! Ingat itu!

Membuat pembaca mengerti keadaan lebih baik daripada memberitahunya. Itulah fungsi Dialog Tag yang sesungguhnya.

3. Jangan Gunakan Dialog Tag Berlebihan!

Ingat, satu-satunya tujuan Dialog Tag adalah membiarkan pembaca tahu siapa yang berbicara. 

Menggunakan terlalu sedikit Dialog Tag justru sangat mengganggu pembaca. Pembaca secara tidak langsung harus "menghitung" agar mencari tahu karakter mana yang sedang berbicara. 

Menggunakan terlalu banyak Dialog Tag juga tak terlalu bagus, justru akan sangat menyebalkan.

Seperti contoh berikut ini,

"Hai," kata John. 
"Bagaimana kabarmu?" tanya Katie 
"Baik," kata John.
"Kamu akan pergi ke pesta dansa malam ini?" 
"Belum yakin!" kata Katie.
"Belum menemukan teman pesta, ya?" tanya John. 

... dan seterusnya dan seterusnya, membuat mual! 

Sedikit saran, mari menggunakan akal sehat dan gunakan Dialog Tag setiap tiga atau empat baris. 

Ingat bahwa sebuah Dialog Tag hanya memperjelas siapa yang berbicara. 

Jika kamu dapat memperjelasnya dengan cara lain (yaitu, tanpa menggunakan tag), lakukan. 

Inilah beberapa cara untuk melakukan itu ... 

a) Minta Karakter Gunakan Nama Orang Lain.

Seperti contoh di atas, kamu bisa membuang beberapa Dialog Tag dan dapat membuatnya menjadi sangat jelas, siapa yang berbicara;

"Hai, Katie."
"Bagaimana kabarmu, John?"
"Baik. Kamu pergi ke pesta dansa malam ini, Kat? ”
"Belum yakin, John!"
"Belum menemukan teman, Kat?" 

Menjijikan, kan? 

Ya! Karena kamu tidak berbicara seperti itu dalam kehidupan nyata. 

Terkadang, kamu boleh menggunakan nama masing-masing dalam percakapan, terutama di awal dan akhir. Jadi, baik-baik saja bila menggunakan cara ini sesekali dalam dialog fiksi.

Seperti yang telah ditulis di artikel sebelumnya, Dialog di dalam Novel tidak merefleksikan percakapan di dunia nyata. 

Baca Juga : Definisi Dialog Dalam Novel

b) Minta Karakter Melakukan Sesuatu.

Sedikit tindakan yang dicampur ke dalam dialog mampu menghentikan dialog terdengar berulang. 

Cara itu juga merupakan jalan alternatif yang baik menggunakan Dialog Tag sesuai fungsinya.

Seperti di sini… 

"Mau makan malam?" aku bertanya.
"Jika kau suka," kata Helen. 
"... atau kita bisa tetap di sini. Kita masih punya 'bakso' yang belum diberi makan." Helen menunjuk Belle, pudel mereka, yang mendengkur di atas sofa. 
“Ah, kita kehabisan makanan anjing. Belle suka bakso!”
“Aku akan menelepon restoran,” sambungku ... 

Di dialog Helen yang menunjuk pudel mereka, mengalihkan fungsi Dialog Tag. Namun, mengurangi penggunaan Dialog Tag yang berlebihan dan membangun suasana yang lebih jelas. 

c) Jangan Lupa Konteks.

Terkadang sering terlihat jelas siapa yang berbicara, tanpa perlu diberitahu. Misalnya, jika satu karakter berbicara sesuai konteksnya.

Sebagai contoh dalam percakapan antara nenek dan cucunya, mungkin sangat jelas siapa yang berbicara sesuai kapasitas yang pantas diucapkan si karakter, sehingga terlihat jelas bahwa 'kata' itu memang diucapkan oleh orang yang pantas mengucapkannya.

Seperti percakapan tentang 'pacar' yang kontekstualnya tepat diucapkan oleh orang yang sudah pernah pacaran atau katakanlah dia lebih dewasa. 

"Sudah menemukan pacar?"
"Nggak. Masih mencari."
“Kamu harus berjuang. Jika tidak, yang cantik akan hilang!"
"Tidak perlu terburu-buru."
"Kakekmu merenggutku ketika aku berusia 15 tahun."
"Benarkah? Aku baru 13 tahun. ”
“Tepat seperti usia kakekmu."

Tidak ada Dialog Tag apa pun di sana, pembaca melihat jelas siapa yang berbicara.

Kesimpulan

Jika kamu tidak punya kata kerja yang dapat menggambarkan apa reaksi karakter saat mengatakan dialog itu, cukup gunakan "katanya"

Kata kerja sederhana seperti; dia bertanya, dia menjawab, dia berbisik, baik-baik saja. Kata kerja yang berlebihan atau over-the-top seperti; dia menggelegar, dia berdebat, dia menyela: sebaiknya dihindari.

Jangan gunakan kata keterangan. Daripada memberi tahu pembaca, lebih baik tunjukkan emosi dalam tindakan. Gunakan Dialog Tag hanya untuk memperjelas. Tapi ingat… 

Kamu dapat menggunakan cara lain agar dapat menunjukkan siapa yang berbicara (seperti karakter melakukan sesuatu tepat sebelum atau tepat setelah mereka berbicara, atau mereka menyebut nama karakter lain). 

Ya, "katanya, katakan, dikatakan" adalah kata kerja yang sangat disukai, tapi jangan sering digunakan, itu membuat dialogmu akan menjadi membosankan.

Menambahkan Dialog Tag di setiap tiga atau empat baris sangat dianjurkan. Tetapi jangan diterapkan ke seluruh bagian novelmu. Ingat! Setiap tips memiliki kecocokan.

Seperti semua hal lainnya dalam menulis, banyak tips menulis di luar sana. Cukup percaya dengan apa yang telinga kamu dengar dan apa yang menurutmu benar. Yang penting! Novel itu selesai. Jika Dialog Tag-mu terdengar benar ... maka benar!

Akhir kata sebagai penutup, kuucapkan terima kasih dan semoga artikel kali ini bermanfaat, jangan lupa dibagikan ke yang lain jika kamu rasa artikel ini pantas dibagikan.

Semangat menulis, teruslah menulis.
Ⓒ EvandoTM
Ⓡ WeWeDogom.Com

Komentar, Kritik dan Saran dari kalian adalah semangat untuk kami.

Klik di sini