Manfaat Kerangka Cerita : Mempersiapkan Pondasi Awal Novel.

WeWeDogom.Com -- Ada pepatah yang mengatakan bahwa, 'sedia payung sebelum hujan', yang bermakna; mempersiapkan segala sesuatu sebelum menghadapinya.

Di dunia kepenulisan, ternyata ada juga loh hal yang harus dipersiapkan sebelum menulisnya.

Namanya ...

Kerangka Cerita : Pondasi Awal Novel.


Baiklah, sebelum menjelaskan cara kerja kerangka cerita. Izinkan aku bertanya.

Apakah kamu masih penulis yang sama seperti kemarin? Masih menggunakan cara yang sama dan menghadapi masalah yang sama?

Jika 'iya', mungkin kamu harus mencoba memanfaatkan Kerangka Cerita agar dapat menghasilkan karya tulis yang 'selesai'.

Kadang-kadang, beberapa orang sering menyuruhmu 'berhenti membaca'. Sebab, terlalu banyak membaca dapat membuat produktifitas-mu berkurang.

Itu benar dan sialnya, membaca itu sejatinya dapat digunakan sebagai alat untuk menemukan data, kata dan ide baru.

Ingat satu hal! Cara terbaik menulis novel adalah cara yang benar-benar membuatmu lebih produktif dan menikmati pekerjaan serta prosesnya.

Nah, di sinilah cara kerja Kerangka Cerita atau bisa disebut sebagai Outline. Kamu bisa mengatur porsi membaca dan meningkatkan produktifitas menulis.

‌Mengapa harus repot-repot menguraikan kerangka cerita?

Menguraikan Kerangka Cerita bukanlah keharusan, terkadang Outline tak selalu berfungsi bagi beberapa penulis.

Sebab, setiap penulis memiliki teknik menulisnya sendiri dan tipe penulis berbeda-beda satu sama lain.

Baca juga :
- Teknik Umum Menulis Novel

- Tipe Penulis dalam Menyusun Alur

Dengan menyusun Kerangka Cerita dan merencanakan ide terlebih dahulu, kamu bisa mengurangi waktu yang dihabiskan ketika menulis novel.

Hal ini sangat bermanfaat bagi kamu yang ingin melakukan persiapan untuk mencoba NaNoWriMo Challange tahun ini!

Badai Bumi by Pixabay

Kamu memberi dirimu kesempatan untuk menemukan rintangan dalam alur dan mengelakkan plot hole terlebih dahulu sebelum menulisnya.

Ketika menguraikan Kerangka Cerita, kamu diberikan sebuah pandangan lebih luas mengenai novelmu, kamu juga bisa mengidentifikasi masalah cerita atau memikirkan porsi narasi, eksposisi atau pun dialog.

Namun, kerangka cerita tidak dapat memecahkan masalah walau telah merencanakannya dari awal. Tapi, kamu bisa mewanti-wanti lebih awal.

Kerangka cerita akan memberimu beberapa waktu untuk memikirkan solusi sebelum memulai bertarung dengan karya tulisnya.

Hal ini, menyelamatkanmu dari beberapa kerumitan. 

Dengan kerangka, kamu mendapatkan visualisasi adegan yang mengalir. Dengan mulai memikirkan berbagai aspek ceritanya, kamu akan memulai proses yang lebih kreatif, tanpa takut terjebak di zona Writter Block.

Bahkan jika kamu tidak berpegangan lagi dengan kerangka cerita, kamu sudah siap, sebab telah memegang skenario adegannya.

Kerangka cerita membantumu memilih cara meramalkan, menjatuhkan petunjuk, atau menyatukan tema di bagian awal hingga pesan moral yang ingin disampaikan.

Ingat! Bahwa mementingkan Premise, Tema dan Genre adalah bagian awal yang benar-benar harus dipersiapkan.

Seperti pada artikel di bawah ini;

Baca Juga : Premise, Genre dan Tema.

Jadi, berikut ini beberapa hal yang menjadi landasan kuat tentang pentingnya kerangka cerita.

1. Kerangka cerita membantumu merekatkan partikel ide yang berbeda-beda.

Ada banyak ide di dalam kepalamu. Jadi! Kenapa harus menciptakan karangan cerita yang berbeda jika semua itu dapat disatukan terlebih dahulu?

Hmm ... jadi, penjelasan ini mungkin akan menjadi penjelasan yang lebih mempermudah kegunaan Kerangka Cerita; ialah mempersatukan ide-mu yang berantakan.

Contoh ide yang kugunakan di novel berjudul "Sebelas" karyaku.

  • - "Seorang anak berusia 11 tahun bisa melihat hantu ..."
  • - "Seorang anak berusia 11 tahun harus menghadapi 11 masalah kehidupan ..."
  • - "...11 hal yang terjadi jika kamu dapat melihat hantu."
  • - "11 alasan kenapa angka 11 bagaikan dua jiwa yang tak bisa bersatu tapi dapat berdampingan menjadi satu kata, sebelas."

Dari ide-ide milikku tadi. Berkat kerangka cerita dan izin dari yang maha Kuasa.

Aku berhasil menciptakannya! Ya! Karya tulis itu, serta judulnya.

2. Ringkasan asli, yang akan menjadi barang bukti bahwa ini adalah karyamu.

Jika suatu hari nanti ada seorang penggemar karyamu yang mempublikasikan-ulang karyamu atau dia mencontoh garis besarnya.

Ingatlah! Menulis itu rumit, kau pasti mengalami prosesnya.

Jadi, tak jarang ketika kamu berhasil menulis sebuah kisah dan menerbitkannya. Jika kamu beruntung, seseorang akan mengidolakan karya tulismu dan terinspirasi dari itu.

Tapi, bagaimana jika dia mencurinya?

Tenang, jangan penjarakan dia. Ajari dia bagaimana kamu memulainya, seperti saat ini, aku memberitahumu bahwa kerangka cerita itu penting. 

Kerangka cerita juga menjadikan karya tulismu memiliki 'raga' sehingga jika tulisan itu dicuri, kamu memiliki bukti bahwa ini adalah ide-mu yang sudah kamu uraikan sebelumnya.

3. Kerangka cerita membuat karyamu memiliki tulang.

Ya, seperti tubuhmu. Kerangka merupakan komponen tulang yang menyatu.

Apakah kamu pernah melihat proses pembuatan film?

Jika belum pernah, kupikir di YouTube sudah bertebaran.

Ok, di sana dijelaskan bahwa film itu dirancang melalui 'skenario'. Jadi, bisa disimpulkan bahwa sebelum menulis novel, alangkah baiknya kamu membuat skenarionya.

Penulis Skenario by Pixabay

Tapi, bukan skenario dalam film, yang dimaksud di sini adalah kerangka ceritanya.

Contohnya seperti ini;
Di Bab 1, kamu memperkenalkan karakter atau dunia, masalah bahkan settingnya.

Kemudian, di Bab 1 itu ada siapa saja karakter yang akan kamu tunjukan.
Lalu, di Bab 2 ada adegan lanjutan, kan gak asyik tuh tiba-tiba di setiap Bab memiliki adegan.

Jadi! Di sini lah kegunaan Kerangka Cerita yang bagaikan 'Skenario' film, itu.

Kerangka Cerita juga membantumu menjelaskan sesuatu yang menjadi jiwa di karya tulis itu, tepat sasaran.
Maksudnya, kamu benar-benar 'memberikan' penjelasan yang sealiran dengan alur.

4. Kerangka cerita membantumu mempersiapkan diri.

Jelasnya, ketika kerangka sudah ada di genggaman-mu. Maka, setiap jawaban dari hasil wawancara-mu{link dengan karakter yang kau ciptakan dapat ditulis dengan tepat dan tuntas.

Baca Juga : Membuat karakter yang diminati pembaca.   

Dengan kerangka cerita, kamu juga mengerti seperti apa ceritamu nanti.

Tujuan dan pembelajaran seperti apa yang akan diberikan karena cerita tanpa tujuan itu bagaikan papan triplek ... datar~

5. Waktu menulismu lebih bebas dan terbebaskan dari 'writer block'. 


Stephen King bilang, "... kalau menulis novel itu harus diberi waktu 3 bulan. Jika dalam 3 bulan kamu gagal, maka maafkan dirimu. Ok!"

Kamu pasti enggak mau kan harus kehilangan ide atau hidupmu tak tertata rapi? Jadi, siapkan kerangka ceritamu dan kamu bisa menyesuaikan waktu menulis. 

Aku contohkan, aku menulis sekurangnya 20 menit dalam satu hari dan membaca setidaknya 40 menit dalam sehari.

Sisanya kugunakan dalam kehidupanku.

Jadi, selama 20 menit itu. Kugunakan untuk menyelesaikan kerangka cerita yang sudah disusun. Setidaknya ini efisien karena aku tidak kehilangan ide dan kehilangan jalur, jika pun aku mendapatinya, maka aku akan membaca tulisan sebelumnya.

Alasan itulah yang menjadi waktu membacaku lebih banyak dari waktu menulis.  

Bagian Akhir :

Kerangka Cerita dapat membuatmu melihat adegannya, mendengarkan simponinya, menemukan judul, mempersiapkan paragraf pertama dan paragraf terakhir. 

Kerangka cerita membantumu mempersiapkan bahan, menatap pandangan dan mempersiapkan 'peperangan'.

So! kamu punya caramu sendiri dalam menyelesaikan karya tulismu?
Akhir kata, kuucapkan Terima Kasih.
Terus semangat menulis, tetap menulis.

ⒸWeWeDogom.Com
ⓇEvandoTM
𖢖 Alfin E. Libra