Memahami Fungsi dan Memilih Genre Novel di Wattpad!

WeWeDogom.Com -- Ada banyak ragam genre di dunia novel, jangan sampai salah memilihnya; karena  akan membuat karya tulismu menjadi karya  yang tenggelam atau tidak ditemukan, bahkan tidak berhasil diterbitkan!

Mungkin, seharusnya karyamu merupakan karya tulis bergenre fiksi remaja yang paling bagus.

Tapi, karena kamu salah memilih genre, bisa-bisa karya tulismu menjadi karya tulis terburuk di genre yang kamu pilih.

Dalam Artikel ini, akan membahas;
  • 〷 Alasan Memilih Genre
  • 〷 Hal yang membuat Genre itu Penting!
  • 〷 Langkah Cepat, Memilih Genre yang tepat!
  • 〷 Penutup.

ALASAN MEMILIH GENRE NOVEL

Pernah gak sih, kamu membincangkan suatu ide novel yang 'wah!' dengan temanmu?

Nah! Kalau kamu memiliki sebuah ide, perbincangkan juga secara matang; mulai dari premise, genre dan tema, seperti yang telah dijelaskan di artikel berikut ini;

Baca Juga : Pentingnya Premise, Genre & Tema.

Di novel, hanya ada dua genre yang menjadi utama; fiksi dan non-fiksi.
Tapi, ingat! Kebanyakan pembaca atau penerbit lebih mengenal genre seperti;

• Romance
• Fiksi Remaja
• Fantasi
• Fiksi Ilmiah
• Thriller
• Historical
• dll

Ingat juga! Daftar genre di atas hanya 'kategori' saja.

Tentu penulis masih bisa memasukan sub-genre lain. Jadi, bukan karena penulis fokus ke genre romance, tidak dilarang memasukan 'sedikit hantu-hantu' yang lucu, sebab beberapa orang suka dengan hantu yang lucu.

Semua bebas dilakukan, kan?Kamu penulisnya dan kamu bebas melakukan apa saja.

Walaupun bebas, tapi enggak boleh ngasal juga loh.

Lalu, apa yang membuat genre begitu penting?


Penerbit dan Editor tertentu, cenderung men-khusus-kan diri pada beberapa genre.

Kalau naskah milikmu tidak sesuai dengan genre yang diinginkan penerbit, naskah-mu akan berakhir di daftar antrian saja. Kecuali kamu memilih Penerbit Indie.

Penerbit Mayor dan Editornya menggunakan genre agar dapat melihat kompetensi si penulis, tahu atau tidak, tentang hal yang ditulis. 
Penerbit sangat membenci karya tulis yang hanya menulis deskripsi seperti; 

"Well, ceritaku memiliki unsur sedikit misteri, tapi latarnya sudah diatur di masa depan yang distopian, jadi ini semacam fiksi ilmiah ... dan ada kisah cinta, jadi ini juga semacam kisah romantis, juga ... ."

Jika kamu tidak tahu bagaimana menyesuaikan tulisanmu, bisa jadi kalau kamu tidak mengetahui target pembacamu.

Tanpa memahami target pembaca, kamu tidak akan tahu bagaimana memasarkan bukunya.

Hal itu akan membuat Penerbit berpikir dua kali agar mau menandatangani karya tulismu. 
Jika kamu bersikeras bahwa kamu "tidak ingin diberi label" karena ceritamu "sangat rumit" ...

Tidak masalah, hal ini menunjukkan indikasi yang jelas bahwa; kamu lebih tertarik pada identitas dirimu sebagai seniman daripada menjadi penjual atau penulis yang mau memberikan keuntungan satu sama lain.

Hal ini akan membuat Penerbit langsung menolak naskah-mu secara langsung!


Genre Membuat Karya Tulismu, Ditemukan Pembaca.

Katakanlah kalau kamu menyukai Romance. Kamu telah membaca banyak buku yang memiliki tema dan genre 'romance'. Hal itu, membuatmu ingin membaca banyak buku lagi yang bergenre romance.

Tidak mungkin kan kamu berkeliaran ke rak-rak buku lain di dalam toko. Kamu pasti akan langsung menuju rak buku bagian romance. Demikian pula dengan 'Platform Membaca Online'. Kamu pasti akan mengarah ke bagian label romance.

Jadi, bayangkan sekali lagi, kalau kamu menulis cerita bergenre teen-fict, tapi kamu justru memberikan tulisan itu genre romance.

Ingat! Bahwa meskipun kedua genre itu sama-sama menceritakan kisah cinta, penikmat karya dan isi konfliknya disajikan berbeda.

Sekali lagi, itu lah mengapa penting memikirkan target pembacanya.

Tentu, dengan kesalahan-peletakan genre itu, pembaca tidak menemukan karyamu di rak yang benar.

Sementara itu, beberapa pembaca kisah teen-fict yang malang akan merasa terganggu karena dia menemukan buku yang tidak sesuai kapasitasnya.

Di Wattpad, hal ini sering ditemukan. Ketidakpahaman penulis dan kehausan penulis akan pembaca, memaksanya meletakan beraneka ragam genre, meskipun unsur genre tersebut hanya secuil.

Baca Juga : 13 Tips Menculik Pembaca di Wattpad ala Keynaa_Key.

Kesimpulannya, memilih genre yang tepat, berarti memikirkan siapa pembacanya.

Langkah Cepat Memilih Genre Novel yang Tepat.


Dari dua penjelajahan di atas. Berikut ini ada empat langkah sederhana memilih genre yang tepat untuk karya tulismu.

 1. Kenali Pilihan Genre.

Cobalah melihat toko buku online atau berjalan-jalan di toko buku mana pun--perpustakaan juga bisa.

Di sana, akan ditunjuk klasifikasi karya tulis sesuai genre--kecuali rak Promosi yang tidak disesuaikan dengan genre.

Laman buku terlaris biasanya menunjukkan siapa nama penulis dan genrenya, walau buku di sebelahnya bergenre lain.

Lihatlah lima buku terlaris teratas di setiap genre. Bacalah setiap uraian/blurb buku.

Baca Juga : Fungsi Blurb & Cara Membuat Blurb.

Apa yang 'ditekankan' di masing-masing genre?

Misalnya; Trilogi Hunger Games ada dalam daftar genre;
• Science Fiction (Sci-Fi / Fiksi Ilmiah),
• Teen-fict (Fiksi Remaja),
• Adventure (Petualangan).

Deskripsinya menampilkan adegan pertarungan ala Battle Royal di dunia distopian bernama Panem yang timbul karena perang dunia.

Dilengkapi dengan kisah cinta antara Katniss dan Petta serta Gale, lalu dibumbui oleh petulangan ke sana kemari.


Sekarang lirik daftar Romance. Twilight Saga juga terlibat dalam kisah cinta.

Tapi menggambarkan "Sosok Vampir, Serigala dan Manusia" dan "Ada latar belakang yang membuat cinta itu menjadi rumit".

Fokusnya jelas, menuju ke gairah antara protagonis dan bukan menghadapi sebuah kasus pembunuhan meskipun kedua novel itu memiliki adegan pembunuhan.


Begitu kamu melihat beberapa deskripsi buku, kamu akan memahami elemen mana yang paling penting bagi pembaca di masing-masing genre.

Singkatnya, sama seperti genre lagu; disesuaikan ke pendengarnya. Bisa itu Reggae, Dangdut, Pop, Rock atau EDM.

 2. Identifikasi Elemen Genre.

Saat kamu menulis Outline, lihatlah baik-baik novelmu; pikirkan lagi Premise dan Tema yang ingin kamu bagikan.

  1.  Apakah ada Kisah Cinta?
  2.  Kejahatan?
  3.  Adakah unsur Sihir atau Supranatural?
  4.  Apakah itu kejadiannya di masa lalu, sekarang, atau masa depan?
  5.  Berapa umur protagonis?
  6.  Apa yang mendorong alur? 

Kamu harus mencari elemen yang bisa membantu mempersempit fokus.

   • Apa yang kamu rasa paling
     penting tentang cerita ini?
   • Pesan Moral apa yang ingin kamu        suguhkan?
   • Apa yang paling kamu banggakan?

Kamu tidak perlu membuat keputusan tentang genre.

Kamu hanya harus mencari potongan cerita yang akan membantumu memutuskannya, jadi ... bisa saja, karya tulis itu yang memilih genrenya sendiri.

Kamu harus tahu apa yang sedang kamu kerjakan. Begitu kamu memiliki daftar elemen cerita, maka kamu siap berpindah ke langkah berikutnya.


 3. Bayangkan Pembacamu mungkin akan merespon seperti apa?


Pembaca seperti apa yang akan menyukai novelmu dan mengapa dia suka?

Perlu diingat! Pertanyaannya bukanlah "pembaca yang akan membaca novelmu?"

Siapa pun bisa membeli buku itu secara kebetulan dan terkejut melihat betapa mereka menikmati sesuatu di luar dugaan mereka.

Kemungkinan, kamu akan menemukan orang seperti itu secara langsung. 

Sebagai persiapan, kamu harus menargetkan 'hembusan' seperti apa yang benar-benar akan digunakan agar mengetahui apa yang telah kamu tulis.

Siapa penggemar berat yang akan berteriak ke buku ini?

Coba bayangkan orang tertentu. Anggap kamu sedang membaca resensi dari penggemarmu.

Kira-kira, orang seperti apa yang akan mengagumi karya tulismu? Apakah remaja, penggiat hobi tertentu, atau pribadi yang sejiwa?

Apa yang mereka katakan?

Kamu bisa memintanya ke proofreader, usahakan jangan seorang penulis.

Di luar generik, 'Buku ini luar biasa!' apa ada penggemar khusus yang menyukai novelmu?

Plotnya yang berkelok-kelok, seperti ketegangan ala Dan Brown atau mungkin bangunan dunia yang rumit dan menyeluruh, seperti seri Wool Hugh Howey?


Mungkin bisa jadi memiliki dunia fantasi politik, mirip dengan judul George R.R. Martin's, Game of Thrones? Mungkin adegan cinta, seperti E.L. James 50 Shades of Grey?

Jika pasangan dalam kisah cintamu meninggal pada bagian akhir.

Penggemar kisah Romance akan merespon, karena mereka mengharapkan pernyataan "bahagia selamanya" atau setidaknya "bahagia untuk sekarang".

Mengecewakan pembaca berarti menimbulkan penjualanan yang buruk dan ulasan buruk.

Pastikan penggemar karya tulismu akan senang dengan keseluruhan cerita, bukan hanya beberapa aspek saja.

 4. Gunakan Judul Komparatif agar Dapat Memasukan sub-genremu.

Dalam genre teen-fict, ada perbedaan besar antara kisah cinta dystopian seperti The Hunger Games dan Divergent, Frothy Braced to Bite dan Twilight yang malang.

Begitu kamu mengenal pembacamu, bayangkan kamu melihat-lihat halaman penjualan toko buku online novelmu.

Di bawah tombol "beli" kamu akan menemukan rekomendasi novel lain, dengan ungkapan yang ditulis "orang-orang yang membeli ini juga membeli ..."

Pikirkan tiga novel yang bisa dinikmati pembeli, serupa dengan gaya dan konten milikmu. Lihat di mana itu dikategorikan.

Kamu harus mengidentifikasi genre yang paling sesuai dengan novelmu, belajar memilih genre yang tepat untuk novelmu karena itu sangat penting.

Ini akan mengajarimu cara mencocokkan elemen terbaik dari tulisanmu dengan pembaca yang menghargai karya tulismu.

Semakin baik kamu mengenali kekuatan dan pembacamu, semakin akurat kamu akan memilih genre novelmu.


Penutup; 

Intinya, kenali pembacamu dan untuk siapa karya tulismu dipersembahkan.

Pikirkan juga judul apa yang akan mewakili sub-sub genremu. Ingat! bukan karena karya tulismu memiliki guyonan maka akan tergolong komedi, atau karena memiliki makhluk menyeramkan maka akan disebut horror.

Jadi, manfaatkan judulnya tapi tidak membuat genre utamamu menjadi rusak.

Akhir kata, sebagai penutup. Terima kasih dan ...

Semangat menulis! Happy Writing.

ⒸEvandoTM.
ⓇWeWeDogom.Com
Ⓣ Artikel diterjemahkan dari artikel lain yang dikumpulkan.

Komentar, Kritik dan Saran dari kalian adalah semangat untuk kami.

Klik di sini