Beberapa Saran Cara Menyelesaikan Novel dari Penulis Best Seller Dunia!


www.WeWeDogom.Com -- Menulis sebuah novel itu mudah sebenarnya, kamu hanya harus memerhatikan elemen-elemen yang menjadi faktor, apakah layak dibaca atau tidak?

Saran kepenulisan yang bagus akan membantumu menyelesaikan dan melangkah lebih lanjut.

Kali ini, aku memiliki beberapa saran dari penulis-penulis best seller di dunia, yang sekiranya dapat membantumu menyelesaikan pekerjaanmu!

Sebelumnya, dalam situs ini juga sudah pernah memberikan 20 Kutipan dari 13 Penulis Fiksi Best Seller, tentang bagaimana cara berhasil menyelesaikan naskah.

Baca Juga : 20 Kutipan dari 13 Penulis Fiksi Best Seller Dunia.

Berikut ini, beberapa saran menulis novel yang bagus buat kamu yang dilansir dari penulis best seller dunia.


Selalu Persiapkan Ceritanya Dulu. 

Menulis novel memang paling sering melibatkan cukup banyak penelitian atau riset.

Genre thriller John Grisham, misalnya;

Pengetahuan tentang prosedur hukum bukanlah sesuatu yang dimiliki setiap penulis.

Banyak ide cerita akan memerlukan penelitian yang serius jika kamu ingin pembaca terpesona dengan keaslian dunia imajinasimu.

Meski begitu, pastikan bahwa detail yang dipanen dalam proses penelitian kamu tidak membanjiri cerita.

Mudahnya kamu juga harus memilah hasil risetmu.

Dalam bukunya On Writing, Stephen King memeringatkan agar selalu mengandalkan riset agar menyempurnakan novel:

'... kamu mungkin terpesona dengan apa yang kamu pelajari tentang bakteri pemakan daging, sistem saluran pembuangan di New York, atau potensi IQ anak anjing Collie, tapi pembacamu mungkin lebih memperhatikan karakter dan ceritamu. '

Baca Juga : Segumpal Tips Menulis ala Stephen King.

Oleh karena itu, pastikan kamu memiliki rencana pada novelmu, agar membimbingmu sampai ke tujuan.

Memiliki rencana, berarti harus melakukan riset. Memiliki riset, berarti memiliki tanggung jawab.

Pernahkah kamu merasa bahwa sebuah novel yang bagus dihasilkan dari editing yang bagus?

Kamu mungkin merupakan pengarang yang suka berkeliaran dari satu topik ke ide lain tanpa benang merah yang jelas.

Hal ini lah yang mengakibatkanmu tidak memiliki gagasan yang cukup jelas tentang hal yang ingin 'dikatakan' karyamu atau kamu ingin menyuarakan sesuatu dalam bentuk karya tulis.

Ada kiat menulis yang membiarkan  kebebasan ketika menulis buku.

Kiat itu membiarkan pikiranmu menggerakkan karakter dan situasi yang kamu ciptakan berperan sendiri. 

Namun, memiliki kerangka atau rancangan novel akan membantumu memastikan bahwa setiap bagian berhasil berperan sesuai yang kamu mau.

Nicholas Sparks, penulis buku terlaris tahun 1996 The Notebook (dibuat menjadi film sukses oleh
Nick Cassavetes), menawarkan saran menulis novel, dia bilang ...


"Segala sesuatu yang kuketahui bisa dimasukkan ke dalam novel, satu setengah halaman bisa menjadi poin yang membahas hal yang kuketahui. Itu termasuk awal, akhir, titik balik utama, sedikit tentang karakter, kerangka waktu, setting, dialog, beberapa karakter sekunder. Begitu kumemilikinya, aku membiarkan sisa ceritanya mengisi dirinya dari sana." 

Biarkan orang-orang di sekitarmu menginspirasi pemeran karaktermu.

Selain mengembangkan plot atau narasi, penting untuk menciptakan karakter yang bergerak, menghibur, mengejutkan, menakut-nakuti atau memikat pembaca

Tergantung pada genre dan pesan atau efek yang ingin kamu sampaikan dalam adegan atau keseluruhan yang ada.

Beberapa penulis akan merasa gugup menggunakan orang-orang sungguhan dalam fiksi karena takut akan penilaian negatif.

Kamu tidak perlu menyalin keseluruhan riwayat hidup seseorang secara verbal; turunkan detail atau pilihan diksi agar dapat menciptakan karakter yang berbeda.

Berkat keberhasilan trilogi fantasinya; The Lord of the Rings -- baik dalam bentuk buku mau pun adaptasi layar lebar oleh Peter Jackson.

J.R.R. Tolkien menjadi salah satu penulis fantasi paling terkenal sepanjang masa.

Sebuah bagian dari tulisan pribadi Tolkien menunjukkan bagaimana menciptakan karakter baru yang terasa hidup:


"Ada karakter lokal yang aneh, seorang pria tua yang biasa menyulut gosip dan huru-hara dan semacamnya. Untuk menghibur anak laki-lakiku, aku menamakannya Gaffer Gamgee dan namanya menjadi bagian dari pengetahuan keluarga yang diperbaiki pada bab lama. Saat itu kumulai dari The Hobbit."

Selalu tekun dan sikapi kritik dengan tenang.

Ketegangan -- thriller -- Dean Koontz telah memiliki empat belas novel paperback-nya sampai di posisi nomor satu di daftar buku terlaris New York Times.

Dalam wawancara yang diterbitkan untuk mempromosikan novel Odd Apocalypse-nya, Koontz membagikan 7 tips menulis buku best-seller.

Kata Koontz,

"Penulis best-seller yang mengalami banyak penolakan sebelum akhirnya mencapai kesuksesan, akan membuat daftar nama seperti itu sehingga aku akan mengembangkan sindrom terowongan karpal yang  mengetik semuanya. Ketekunan sama pentingnya dengan bakat dan keahlian."

Dean Koontz

Baca, Baca dan Baca lagi.

Seharusnya tidak perlu dikatakan lagi bahwa banyak penulis terbaik merupakan pembaca yang memiliki gairah.

Sebagai contoh; fantasi terlaris dalam kancah internasional -- dan, yang lebih baru, film thriller dan fiksi-reality.

J.K. Rowling berkata;

"Aku selalu menasihati anak-anak yang meminta tips bagaimana menjadi penulis, agar mau membaca sebanyak mungkin. Jane Austen memberi nasihat yang sama kepadaku dan teman yang lain. Lihat! Sekarang aku berada di penerbit ini,"


Temukan Akhirannya.

Jelas! Buku kamu tidak akan menjadi buku terlaris jika kamu tidak pernah menyelesaikannya.

Banyak calon penulis membayangkan sebuah proses yang mulus, namun konsisten lah yang menjadi bagian paling menyenangkan.

Penulis buku terlaris Sophie Kinsella memiliki beberapa saran penting, "... tetap termotivasi agar dapat menyelesaikan novelmu," katanya.


"Semua orang, tidak peduli siapa karaktermu sampai di tengah buku. Jika kamu bosan dengan cerita dan karaktermu, maka kamu juga membenci semuanya, kamu jadi tidak bisa memikirkan mengapa kamu memulai kisah malang ini,

Sebenarnya, setiap buku sulit ditulis, semua orang sampai di dinding -- penghalang, entah itu plot hole atau pemandangan yang tidak bisa kamu lewati.

Jika kamu baru saja sampai ke bagian penghalang itu. Bahkan jika itu bukan naskah terbesar, jika perlu tulis ulang dengan baik, paling tidak kamu memiliki buku untuk ditulis ulang.

Bagian Penutup : 
Nah, dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa banyak membaca dapat membantumu mempersiapkan cerita sebelum menulisnya.

Semua tergantung dirimu.

Sebenarnya, menulis itu akan menjadi mudah jika kamu mempermudahnya, semangat lah! Kamu bisa.

Sebagai ucapan penutup, Terima kasih. Bagikan artikel ini bila bermanfaat.

Tetap terus menulis, semangat!

© EvandoTM.
® WeWeDogom.Com