Menulis Bergaya Battle Royale : 5 Tips Menulis ala Suzanne Collins


www.WeWeDogom.Com -- Suzanne Collins Merupakan penulis buku Sci-Fi (Fiksi Ilmiah) yang termasuk dalam daftar terlaris di dunia, bertajuk The Hunger Games.
Karyanya menjadi salah satu fenomena terbesar dalam genre Young-Adult.
The Hunger Games; menceritakan sebuah negara Pasca-Apocalyps bernama Panem.
The Hunger Games, menggambarkan sebuah ibu kota metropolis bernama Capitol di Amerika Utara dalam bentuk sebuah negara penindas distrik yang berada di sekitar ibu kota dan menjadi distributor pasokan.
Penindasan itu, dirangkai dalam sebuah acara tahunan yang disiarkan langsung di saluran televisi negara.

Capitol Logo.
Hunger Games bertujuan memperingati hukuman Capitol terhadap pemberontakan Distrik yang membuat Distrik ke-13, menghilang.
Setiap tahunnya, sepasang muda-mudi akan dipilih melalui sistem undian, yang mana ... nama itu sudah ditambahkan ke dalam 'fish-bowl'.
Tahun di mana Hunger Games ke-74 diadakan. Katniss Everdeen terpilih mewakili Distrik 12, sebab dengan lantang menunjuk dirinya sebagai 'Volunteer' -- relawan.
Penunjukan diri itu, dilakukannya demi tak terpilihnya Primrose Everdeen, adik kandung Katniss yang tanpa sengaja terpilih dalam undian.
Padahal, nama Katniss lebih banyak di dalam undian ketimbang adiknya. Sebab, Katniss lebih sering mengambil pasokan tambahan dan merelakan namanya dimasukan 'lagi' ke dalam mangkuk undian.
Primrose dan Katniss
Sedangkan Peeta Melark, terpilih sebagai wakil laki-laki dari Distrik 12.

Seorang mantan teman sekelas Katniss, yang berasal dari keluarga pembuat roti itu tak ada yang mengajukan diri sebagai 'Volunteer'.
Katniss ingat bahwa Peeta pernah memberikannya roti hangus yang dilemparkan ke arah Katniss saat dia hampir mati kelaparan.
Kali ini, aku sudah mengumpulkan 'Tips menulis dari Suzanne Collins' yang mungkin berguna untukmu, agar mudah menulis cerita sendiri.
The Hunger Games, memiliki pengenalan dan pengembangan konflik serta karakter yang apik. Dalam wawancaranya pada tahun 2010.
Collins menyampaikan bahwa apa yang ditujukan dari Novel The Hunger Games ialah menunjukkan masalah-masalah yang lumrah berada di Amerika. Seperti;

  • Kemiskinan, Kelaparan dan Penindasan.
  • Perjuangan Mempertahankan Diri.
  • Pemberontakan Melawan Pemerintah.


Majalah Amerika yang membahas dunia Film, Musik, Buku, Program Televisi dan Trend Masyarakat. Entertainment Weekly.

Majalah yang sudah terbit sejak 16 Februari 1990 itu, menuturkan; "Hunger Games merupakan bentuk sindiran keras terhadap program Reality Show di Televisi," kata Darren Franich.

Darren juga menilai bahwa bentuk karakter Cinna sebagai Desainer baju Katniss merupakan bentuk gambaran Kontestan Program Televisi Amerika yang fokus ke persaingan Desainer.

Darren menuturkan bahwa Cinna merupakan Desainer, "... (yang) memanfaatkan busana Katniss untuk mengekspresikan ide-ide berbahaya,"
Darren Franich.
Novel tersebut, diakui oleh Suzzane Collins memang terinspirasi dari sebuah acara 'reality show' yang memiliki konten seperti itu.
Collins, menonton orang-orang saling bersaing satu sama lain demi mendapatkan hadiah di salah satu acara 'reality show'.

Di lain sisi, saat Collins mengganti saluran televisi-nya. Collins melihat sebuah laporan berita tentang Invasi Amerika ke Negara Irak.
Kedua program televisi itu, terus mengusik pikiran Collins saat itu. Mitologi Yunani, Gladiator menjadi insipirasi dasar sebagai Outline novel The Hunger Games.
Mengusung konsep 'Battle Royale' yang rada mirip dengan 'Gladiator'. Belakangan ini memang sedang marak Developer dan Publisher Game Online menerbitkan permainan yang mengusung tema 'Battle Royale'. Seperti;
• Player Unknown Battle Ground (PUBG)
• Garena : Free Fire.
• Fornite.
• Rules of Survival.
PUBG Wallpaper
Collins menuturkan bahwa dirinya sama sekali tidak terinspirasi dari Novel bertajuk 'Battle Royale' yang dirilis; 11 tahun sebelum novel perdananya diterbitkan di Amerika.
Collins juga berpendapat bahwa apa yang ditulisnya, seluruhnya mewakili apa yang Collins rasakan.
Nah, sebab ditulis oleh apa yang Collins rasakan. Berikut, tips menulis yang diberikan oleh Collins saat mengisi sebuah acara Reality Show di Amerika;


1. Tentukan Target Pembaca, Berdasarkan Cerita.

Mendefinisikan pembaca di awal harapan, justru membantumu menulisnya, dengan cara melibatkan si pembaca itu ke karya yang kamu tulis.
Keterlibatan itu, menghadirkan perbedaan yang mencolok dalam;
- Gaya,
- Narasi, dan
- Kosa kata,
... ketika menulis bacaan untuk orang dewasa dibandingkan dengan menulis untuk bacaan anak-anak.


2. Selalu Ingat! Siapa Pembacanya.

Begitu kamu memutuskan untuk siapa karya itu ditulis. Hal itu, membuatmu menjadi lebih mementingkan diri agar dapat menampilkan karya itu ke 'pembaca-nya'.

Jangan pernah kehilangan tujuan, "Untuk siapa kamu menulisnya?".


Baca Juga: Segumpal Tips Menulis Ala Stephen King


3. Menulislah Tentang Apa yang Kamu Rasakan.

Menulis melibatkan banyak kerja keras dan kedisiplinan. Hal ini akan menjadi mudah apabila kamu mulai menulis tentang hal-hal yang kamu sukai.
Kamu akan menikmati proses penulisan itu.
Hunger Games dalam penggambaran Latar Belakang Katniss Everdeen, melibatkan rasa kehilangan Collins terhadap Ayahnya saat itu, bertugas di Vietnam.

Bagian kematian merupakan bagian yang paling berat Collins rasakan. Namun, Collins tetap mengahdirkannya sebab bagian itu merupakan bagian yang dibutuhkan cerita.

Hal yang paling senang dirasakan Collins, ialah bagian saat Katniss mengingat masa lalu.


4. Melamun, juga Bagian Produktif!

Menempatkan pikiranmu keluar dari kertas sejenak juga merupakan hal yang sebenarnya menghasilkan sesuatu.

Namun, ide muncul sering terjadi saat sedang tidak melakukan apa-apa dan hanya berfokus pada pikiran (mengkhayal).

Terlihat tidak produktif, namun pemikiran dan gagasan ini memperbaiki tulisan itu dan berkontribusi pada keberhasilan.

5. Amati Bentuk Cerita Lainnya.

Mengamati bentuk cerita lainnya seperti televisi dan film bisa memberi ide untuk menulis.

Proses pengamatan itu, bisa kamu gunakan saat kamu sedang terjebak dalam mode 'Writter Block', seperti yang sudah dituliskan dalam artikel berikut;


Baca Juga : Mitos dan Cara Mengalahkan Writter Block.

Seperti yang sudah tertulis di atas. Collins mendapatkan ide cerita saat dirinya sedang menonton televisi.

Mudah melihat bahwa narasi yang diadaptasi Suzanne Collins ke dalam tulisannya, berasal dari televisi yang telah membuatnya ingin menampilkan adaptasi dari televisi ke seri bukunya.

Penutup :

Seperti yang sudah dituturkan di atas. Collins lebih mengajak para penulis untuk fokus ke target, sebagaimana dunia peperangan memang harus tetap fokus ke target.
Collins juga mengajak para penulis untuk paham dengan mengamati hal interstik novel dan bagian entristiknya.
Jadi, semua itu terlepas dari pilihanmu. Apakah kamu masih ingin berperang tanpa persiapan atau mempersiapkan terlebih dahulu sebelum terjun ke arena.
Terima kasih, semoga artikel kali ini bermanfaat.

ⒸEvandoTM
ⓇWeWeDogom.Com

Komentar, Kritik dan Saran dari kalian adalah semangat untuk kami.

Klik di sini