17 Tips Menulis ala Stephen King. Menulis Dalam Dua Perspektif.


www.WeWeDogom.Com -- Dalam salah satu wawancaranya, penulis Horror yang paling sukses dan terkenal di dunia, Stephen King,berbicara panjang lebar tentang pentingnya 'pembukaan' yang bagus.

"Ada banyak cara," katanya, "Namun akan menjadi hal yang sulit."
"Tapi ada satu hal," King meyakinkan, "Sebuah pembuka harus mengundang pembaca agar dapat memulai ceritanya."

Diskusi Stephen King tentang fokus ke bagian 'pembuka' sangat menarik dibahas kali ini.

Beliau mengajak para penulis seperti kita untuk dapat fokus sebagai pembaca dan penulis karya  tidak msendiri. King tidak melupakan kedua perspektif tersebut, karena dapat menilai karya dalam dua sisi.

Sudah banyak mentor menulis mengingatkan kepada penulis agar fokus memikirkan siapa target pembacanya. Tapi! Jangan lupakan bahwa 'pembuka' itu penting untuk si penulis pula.

Artikel kali ini, kususun khusus buat kamu, penulis yang benar-benar mau melangkah maju dari hari kemarin.

Karena bukan hanya menentukan bagaimana cara menulisnya, penulis juga harus memerhatikan bagaimana cara pembaca masuk ke ceritanya.

Berarti, kamu harus menemukan 'pintu' yang sesuai dengan kedua hal itu. Tenang, ada saran yang sangat bagus dari Stephen King agar kamu dapat menemukan dua sisi pintu tersebut;

Yakni. 

Saat kamu mengarahkan pembacamu, maka kamu harus mengarahkan diri kamu sendiri, arahkan pula alurmu ke arah yang harus ditempuh.

King juga mengakui bahwa dia tidak terlalu memikirkan bagian pembuka saat dia menulis. Tuan King akan lebih fokus memikirkan bagian pembuka saat meng-edit karya-nya.

Bagian pembuka yang dibuat dengan rancangan matang dan menarik, merupakan sesuatu yang muncul saat merevisi.

Me-revisi merupakan momen bagi sebagian besar penulis mempercantik karyanya.


Revisi harus dilakukan saat kamu telah berhasil menulis naskah sesuai kerangka cerita yang sudah kamu susun sebelumnya.

"... salah satu dari kalimat yang kamu tuang mungkin memerlukan beberapa perubahan," kata Stephen King dalam buku panduan memoar 2000 tentang 'Memo Menulis'.

Revisi juga menjadi proses yang esensial dan 'hampir tidak pernah gagal.'


Di bawah ini, aku membawakan 'Segumpal Tips Menulis dari Stephen King'.

NB : Sekitar setengah dari tips ini berhubungan langsung dengan revisi. Setengah lainnya menuntun ke kebiasaan -- sikap, disiplin dan rutinitas.

Berbicara soal rutinitas; artikel ini mungkin menarik untuk kamu baca.

Baca Juga : Membiasakan diri, Merutinkan Menulis.

Sejumlah saran berikut, dijamin akan selalu muncul di setiap panduan menulis. Namun beberapa tips yang akan hadir di sini, merupakan percobaan dan kesalahan yang sudah dilakukan Stephen King sendiri.

1. Pertama, Tulis untuk Diri Sendiri.

Tulislah untuk dirimu sendiri, buat dirimu bangga terlebih dahulu. Kemudian tentukan siapa pembacanya. Seperti yang diucapkan Stephen King.

"Saat kamu menulis sebuah cerita, mulailah menceritakan kisahnya untuk diri sendiri ... "

"... saat kamu merevisi ulang, tugas utamamu adalah menyaring semua hal yang bukan bagian dari ceritanya. "

2. Jangan Terlalu Banyak Menggunakan Kata 'Pasif'.

"Hal paling menakutkan bagi penulis ialah terlalu banyak memberikan kata pasif hanya demi sebuah alasan yang pasif pula," kata Stephen King, dalam wawancaranya.

Kalimat pasif merupakan kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Kalimat pasif memiliki dua jenis, yakni;
  • Transitif ( Memiliki Objek )
  • Intrasitif ( Tidak Memiliki Objek )

Contohnya;
Transitif :
- Pak RT ditunggu warganya menghadiri rapat.

- Kursi panjang di taman, diduduki orang-orang.

Intrasitif
- Toni dilantik menjadi ketua kelas.
- Toni terkena demam berdarah.

3. Hindari Kata Keterangan yang Berlebihan.

"Jenis 'kata' seperti itu, bukan temanmu." 

Hindari kata seperti; sangat, lebih, agak

Hal-hal seperti itu menciptakan keambiguan dan diksi yang lemah. 

Berbicara tentang Diksi, artikel berikut membahas diksi yang lebih detail;


Hindari juga kata "katanya" yang berlebihan. Ada banyak jenis Dialog Tag, kamu bisa gunakan yang lebih jelas dan lebih memaparkan dari pada menggunakan banyak kata 'katanya'.


Contoh Dialog Tag.

4. Jangan pula Terobsesi dengan Tata Bahasa yang Sempurna.

"Objek fiksi bukanlah kebenaran gramatikal, tapi untuk membuat pembaca datang dan kemudian menceritakan sebuah cerita." kata Stephen King.

Buatlah sebuah kisah yang memiliki kata dan kalimat, yang membuat pembacanya dapat menceritakan kisah itu ke teman-temannya.

Lupakan sejenak tentang keindahan berbahasa, setidaknya ... kamu membuat karya yang mudah dipahami pembaca.

5. Keajaiban Ada Di Dalam Dirimu.

"Aku yakin bahwa ketakutan adalah akar tulisan yang paling buruk." 

Jangan takut dengan tulisanmu sendiri. Biarlah, isi dari yang kamu tulis mewakili ilmu pengetahuanmu dan suaramu.

Dari tulisanmu lah, sebuah keajaiban datang. Pembacamu akan sangat bangga karena telah membacanya dan mengubah cara pikirnya.

Isi dari tulisan yang mewakili pengetahuanmu, menunjukan keintelektualan si penulis itu sendiri kepada pembacanya. Jadi! Banyaklah membaca agar dapat menulis.

6. Baca! Baca! Baca!

"Jika kamu tidak punya waktu untuk membaca, maka kamu tidak punya waktu (atau alat) untuk menulis." 

Seorang penulis merupakan orang yang membuat orang lain ingin membaca. Jika kamu tidak banyak membaca, lantas, untuk apa kamu menulis?


Dari banyak membaca pula, kamu akan mendapatkan banyak insipirasi dan ide.

Seperti di nomor-5. Intelektualitas dirimu, dinilai dari ilmu pengetahuanmu. Cara terbaik untuk mendapatkan itu adalah banyak membaca.

7. Jangan Khawatir Membuat Orang Lain tak Bahagia.

"Jika kamu ingin menulis sejujur mungkin, harimu sebagai masyarakat desa akan dicap sebagai warga terbaik." 

Kejujuran itu penting, jadi ... untuk apa membuat kisah rekayasa hanya demi membuat orang lain terhibur dan bahagia, jika membuat karya yang dapat mengubah cara pandang seseorang berubah, jauh lebih baik.



8. Matikan TV atau Jaringan Internet.

"TV--saat menulis--merupakan hal terakhir yang dibutuhkan oleh seorang penulis, Internet juga berlaku." 

Di dalam artikel tentang Writer Block di situs ini. TV dan Internet adalah cara terbaik melepaskanmu dari zona tersebut.

Kamu hanya boleh memanfaatkan TV dan internet untuk kepentingan riset dan inspirasi.

Saat kamu mengekspresikan ide itu, matikan dua hal tadi.

TV tidak terlalu buruk jika kamu tidak menontonnya saat menulis. 

Sekedar informasi, penulis best seller Suzzane Collins. Dalam karyanya bertajuk Hunger Games, terinspirasi dari program reality show di televisi, loh.

Baca Juga : Perang Melawan Ego Saat Menulis ala Suzzane Collins.

9. Kamu Hanya Punya Waktu Tiga Bulan.

"Rancangan awal sebuah buku--bahkan yang panjang--harus memakan waktu tidak lebih dari tiga bulan."

Jangan gunakan waktu terlalu banyak. Deadline itu bagus untuk sebuah pencapaian.

Buang ide itu, anggap dia gagal jika kamu tidak menyelesaikannya dalam waktu tiga bulan.
Tapi, kamu masih boleh memanfaatkan ide terbuang itu untuk cerita yang baru -- atau gabungkan ke ide yang baru.

Selalu susun atau buat satu buku catatan khusus yang kamu isi dengan gagasan ide milikmu, agar kelak dapat digunakan nantinya.

10. Tulis Satu Kata Sekaligus.

"... tulis sebuah karya yang dapat disampaikan hanya satu halaman atau sebuah trilogi epik seperti 'The Lord of the Rings'." 

11. Hilangkan Gangguan.

"Seharusnya, tidak ada handphone di meja tulismu, tentu saja tidak ada TV atau video game yang bisa kamu mainkan di ruangan itu juga."

12. Sesuai dengan Gayamu Sendiri.

"Seseorang tidak bisa meniru penulis genre tertentu, walau sesederhana apa pun yang penulis itu lakukan."

Tulislah cerita yang mewakili pikiranmu dan menjadi ciri khas dari karyamu sendiri.Seperti, memilih majas yang apik dan diksi yang ciamik.

Baca Juga : Mempertahankan Gaya Bahasa.


13. Gali!

"Cerita bagaikan relik, bagian dari dunia pra-ada yang belum ditemukan. Tugas penulis adalah menggunakan alat di alam imajinasinya untuk menemukan sebanyak mungkin relik itu."

Kembangkan ide-mu lebih luas. Jangan terlalu banyak menggunakan ide yang sama seperti karya tulis lainnya.

Kebanyakan novel di abad ke-21. Memiliki ide dan topik yang sama, hanya saja memiliki kemasan yang berbeda. Jadi! Gali terus ide tersebut! Riset!

14. Tinggalkan Bagian yang Membosankan dan Bunuh Kekasihmu!

Bunuh kekasihmu! Bunuh kekasihmu! Tidak, Tuan King tidak memintamu membunuh seseorang, ini hanya kiasan saja.

Meskipun akan sangat membuat hati pecandu ego merasa gulana. Sesuatu yang membuat nyaman, memang harus dibunuh

Kekasih di sini, maksudnya adalah benda yang seperti kekasihmu, Handphone misalnya.



15. Riset, Seharusnya Tidak Membayangi Ceritanya.

"Ingat kembali. Hasil sebelum dan sesudah riset; latar belakang dan cerita yang diinginkan."

Ingat kembali imajinasi yang ingin kamu lukis di paragraf itu. Pencapaian apa yang ingin kamu gapai sebelum melakukan riset?

Sesuaikah dengan apa yang kamu harapkan?

16. Kamu Akan Menjadi Penulis Hanya Karena Membaca dan Menulis.

"Kamu belajar dengan banyak membaca dan banyak menulis. Pelajaran paling berharga dari semuanya adalah pelajaran yang kamu ajarkan pada diri sendiri." 

Ingat itu, penulis merupakan orang yang ingin karyanya dibaca. Jadi? Bacalah sebelum menulis.

Banyak manfaat membaca bagi penulis. Selain mendapatkan informasi tambahan.

Faktanya,membaca memiliki persentase lebih tinggi menghilangkan stress ketimbang memainkan video game.

17. Menulis itu Tentang Menjadi Bahagia.

"Menulis bukan tentang menghasilkan uang, menjadi terkenal, mendapatkan pengetahuan atau banyak penggemar. Menulis bagaikan air kehidupan seperti seni kreatif lainnya. Airnya gratis. Jadi, minum airnya mumpung gratis!"

Kesimpulan : 
Dari beberapa tips yang dibeberkan tuan Stephen King. Beliau memang mengajak kita agar lebih fokus ke dalam dua perspektif yang berbeda, yakni di mata penulis itu sendiri dan di mata pembaca yang sudah ditargetkan untuk siapa karya itu dipersembahkan.

Dalam menulis Novel, ternyata komitmen dan melatih diri agar tetap menjadi konsisten adalah kunci yang utama. Mengingat-ingat segala hal yang pernah dilalui merupakan cara agar dapat melangkah maju.

Akhir kata, sebagai penutup. Terima kasih, bagikan artikel ini bila menarik ke teman-temanmu yang lain. Agar mereka tahu, bahwa tips dari Stephen King, efektif dikerjakan.

Oh iya, yuk cari tahu tips menulis lainnya dari penulis-penulis di dunia dalam artikel berikut ini.

Baca Juga : Tips Menulis dari Penulis Best Seller Dunia.

Terus menulis! Semangat.

Ⓒ EvandoTM
Ⓡ WeWeDogom.Com

Komentar, Kritik dan Saran dari kalian adalah semangat untuk kami.

Klik di sini