Menulis Lebih Konsisten : Cara Membuatnya Menjadi Rutinitas.


www.WeWeDogom.Com -- Bagaimana agar tulisan tetap konsisten? Agaknya kali ini aku sangat malas menulis artikel ini. Karena, aku tidak konsisten ingin mengisi situs ini dengan artikel apa. 

Nah! Dari ketidak-konsistenan itu ... muncul ide tentang bagaimana agar tulisan tetap konsisten.

Artikel kali ini, mungkin akan menjadi sambungan dari artikel sebelumnya, yang membahas tentang cara 'Disiplin Menulis'.

Bagi kamu yang belum baca, kamu bisa membacanya gratis di bawah ini.
Baca di Sini : Disiplin Menulis : Episode 1
Wah! Sekali lagi, menulis itu memang mengasyikkan.

Bahkan saat kamu sedang berada di zona yang tak mengenakan, kamu bisa mendapatkan ide untuk ditulis. Benar kata ibuku, "Cukup Tulis Saja!".


Di kesempatan ini, aku agak malas menyapa kalian.

Tapi ... Sebagai bentuk 'tradisi' di sini. Terima kasih atas dukungan kalian dan semangat kalian. Karena kalian lah Situs ini menjadi berharga.

Kita mulai saja ya;

Langkah 1 : Ketahui apa yang kamu tulis!

Aku membaca beberapa artikel dari penulis yang menulis non-fiksi kemudian kutemukan garis besar yang sederhana dan menghasilkan banyak kata.

Fiksi memang sedikit berbeda, tapi tenang saja -- tips ini benar-benar membantuku menyelesaikan tulisannya.

Berikut ada 4 hal yang harus diketahui;

Kerangka Cerita.

Pertama tulis kira-kira sebuah paragraf per-bab tentang apa yang akan terjadi di bab ini.

Kamu, kau dan beberapa orang di sini biasanya akan menyebutnya dengan sebutan ‘Outline’.

Menulis Outline sebelum berperang memang penting, hal itu dapat membuatmu tidak tersesat mengarah dan merupakan salah satu teknik disiplin dan konsistensi menulis.

Kamu bisa membaca artikel tentang Outline dan bagaimana cara membuatnya dengan meng-klik Outline yang berwarna merah di atas.

Irama Tulisan.

Perluas 'Kerangka Cerita' kira-kira lima paragraf per bab, kali ini giliranmu menunjukan apakah akan memberikan sebuah bagian dari dialog, deskripsi, atau monolog internal di setiap babnya.

Catat dan susun secara rapi outline-mu.

Masing-masing dari ketiga hal itu membutuhkan pola pikir tulisan yang berbeda, kebanyakan penulis lebih tertarik menulis satu bagian saja.

Kamu boleh menjadi penulis kebanyakan atau menjadi penulis yang berbeda.

Sketsa.

Putar setiap irama, jika kamu mengenal diksi -- bagi yang tidak tahu Diksi, bisa baca di; Tentang Diksi dan Pemahaman Diksi.

Pikirkan kata apa yang akan menjadi petunjuk singkat dari misteri yang kamu hadirkan dan apa yang seharusnya ada di halaman itu!

Jangan repot-repot menulis di bagian penghubung atau transisi, coba tulis antara 300 - 500 kata dengan setiap irama.

Intinya, buat sketsa dari luar tanpa menggambar garis besar.

Draft.

Bersihkan sketsa dari "kompilasi", yang dalam istilah perangkat lunak, berarti program benar-benar berjalan (tidak ada kesalahan sintaksis°).


Dalam versi menulis fiksi, "kompilasi" anggap saja tulisan itu bisa diserahkan ke seseorang dan mereka bisa membacanya tanpa bagian yang hilang.

Hal ini bukan berarti draft itu sempurna, namun draft tersebut mengkomunikasikan ceritanya dengan cukup baik sehingga tidak ada yang akan berkata,

"Hei, bagaimana mereka melompat dari kamar tidur ke restoran?"

Langkah 2 : Metode Menulis yang Mengalirkan Alur. 

Bila sudah mengalir, kata-kata itu akan keluar dari pikiran dengan mudah. Cara termudah untuk masuk ke arus adalah menggunakan Metode Pomodoro.

Metode Pomodoro adalah alat produktivitas di mana kamu menulis selama 25 menit terkonsentrasi dan fokus kemudian beristirahat lima menit sebelum memulai lagi.

Gunakan Alarm di Handphone-mu karena pencipta Smartphone pasti memiliki alasan kenapa Alarm diciptakan.

Berbicara soal Pomodoro, apakah kamu mengenalnya?

Jika tida, ayo temukan apa itu Pomodoro dan temukan kiat menulis lainnya dalam artikel di bawah ini;
Orang-orang menggunakan smartphone-nya dengan segala macam hal, tapi aku sarankan agar menggunakannya hanya untuk menulis, agar tidak mengalihkan perhatian saat menulis.

Matikan juga jaringanmu, takutnya notif masuk dan membuyarkan pikiranmu. Mendengar musik juga bagus.

Teknik Pomodoro sendiri akan membantumu melihat keuntungan besar dalam kecepatan menulis, terutama jika kamu sudah merencanakan tulisan, juga membantumu menormalkan rutinitas.

Aku merekomendasikan Metode Pomodoro ke adik-adikku dan setiap orang telah mengatakan bahwa hal itu membantu mereka menulis lebih cepat. Jadi coba saja.

Nah! Teknik Metode Podomoro merupakan kiat menulis yang paling direkomendasikan.

Kesimpulannya : 

Merencanakan apa yang ingin dituju dan memikirkan jalan mana yang ingin digunakan merupakan cara terbaik mempertahankan tulisan tetap konsisten.

Bahkan! Mempertahankan gaya tulis juga harus diperhatikan, kamu bisa baca artikelnya di situs ini.
Akhir kata, kuucapkan terima kasih. Bagikan informasi menarik ini jika bermanfaat, ke teman-teman kamu.

Tetap semangat menulis! Teruskan!

© WeWeDogom.Com
® Evando TM