Menulis Paragraf Pertama yang Atraktif!

www.WeWeDogom.Com -- Paragraf pertama mungkin akan menjadi bagian yang tersulit ditulis dan didandani karena mengandung 'beban' terbesar dalam novel ciptaanmu -- dan paragraf terakhir dalam tulisan, itu juga membawa 'beban' terbesar kedua.


Paragraf pertama menjadi kunci dari sebuah perjalanan pembacamu, juga menjadi penentu arah bagi si penulis.

Banyak penulis -- termasuk aku -- selalu terjebak saat memikirkan 'kata' pertama apa yang harus diletakkan di awal.

Paragraf pertama, menjadi momok menakutkan. Kenapa? Sebab jika gagal di awal, maka jelas akan berantakan di pertengahan dan tersesat di akhir.

Sekarang kamu tak perlu risau. Karena itulah mengapa kamu hadir di sini, bukan?

Kamu hanya harus membuat 'sesuatu' ke luar dari pikiranmu demi sebuah permulaan. Sebelum kamu mulai menulis paragraf pertama, kamu harus tahu seperti apa 'adegan' pertamamu.

Nah! Adegan-adegan itu bisa dimulai dari beberapa hal berikut ini, tapi! Jangan terburu-buru dulu. Izinkan aku melakukan tradisi yang sudah menjadi ciri khas di situs ini.

Sumber : Zeppeto
Terima kasih atas kesempatanmu hadir di artikel yang membuatmu tertarik membacanya. Aku berterimakasih sebab dukunganmu lah, aku dapat merilis beberapa artikel ke kamu dan teman-teman kamu.

Nah! Karena aku sudah menulisnya dan kamu sudah membacanya. Berarti, hanya tinggal 'teman-teman' kamu yang harus tahu. Jadi, kamu paham kan tugasmu?

Jangan segan membagikannya ke yang lain. Karena berbagi link ibarat sedekah online. Bersedekah itu bagus, sebab Tuhan ingin kita saling berbagi kebaikan dan kebahagiaan.

Mari kubawa kalian ke permulaan yang akan membahas tentang Bagaimana Menciptakan Paragraf Pertama. Itulah alasan kalian hadir di sini, bukan? Jadi langsung saja dimulai dari ...

Protagonis-mu.

Jika kamu menulis Prolog yang melibatkan beberapa karakter lain, kamu ingin adegan pertama menampilkan protagonismu.

Mengapa? Karena kamu pastinya ingin memberi tahu ke pembacamu dan berusaha menyuruhnya memperhatikan karakter 'khusus' ini sejak awal.

Pembacamu akan menganggap karakter pertama yang diperkenalkan ke mereka, dengan adegan yang diceritakan dalam sudut pandang, pasti sangat yakin bahwa itu merupakan protagonismu dan 'orang' yang ingin diperhatikan oleh mereka sejak awal.

Seperti tips menulis yang ada di sini. Khususnya di bagian 'Bagaimana Menciptakan Dunia Fantasi yang Fantastis'. 

Memanfaatkan paragraf pertama memperkenalkan karakter merupakan tapak yang bagus. Dari sanalah, perjalanan mengenal karakter dan dunianya berlangsung.

Kemudian masuk ke dalam alur yang kamu rancang.

Kejadian atau Adegan.

Sumber : Zeppeto.
Adegan pembuka-mu harus dimulai dengan 'ledakan', dengan protagonis di tengah keadaan yang akan membuat pembacamu kira, kejadian ini telah terjadi sudah cukup lama.

Katakanlah krisis ekonomi yang berdampak kelaparan masal.

Membujuk sebuah konflik hadir di awal cerita juga bagian yang bagus memperkenalkan dunia dan karaktermu.

Sebuah masalah atau situasi menegangkan yang mengakibatkan protagonis tepat di 'jantung' sebuah adegan, akan menjadi zona yang sempurna menampilkan sisi kemanusiaan; kebutuhan; ketakutan; impiannya; atau apa pun yang ingin kamu ungkap tentang dia ke pembaca di awal kejadian.
Situasi ini harus menyediakan platform yang bagus ke tujuan plotmu, inilah sebabnya mengapa kamu perlu meluangkan waktu agar memikirkan situasi, lokasi, dan keadaan di adegan pertama kamu secara serius.

Tujuan Pokok yang Ingin Protagonismu Capai.

Sumber : Zeppeto.
Pada dasarnya, kamu ingin mengenalkan karakter memiliki tujuan yang terlihat ... bahwa dia memiliki kebutuhan. Makanya, itulah alasan mengapa dia punya tujuan.

Jika dicontohkan; tujuan Katniss Everdeen dalam seri novel Hunger Games  karya Suzzane Collins adalah mendapatkan kemenangan agar tetap hidup, itu karena dia memiliki kebutuhan.

Sekarang, dalam cerita yang berbeda, kebutuhannya mungkin ingin mendapatkan uang yang cukup agar dapat membayar uang sewa.

Tebak apa yang memotivasi dia? Yap benar! Karena  keinginannya untuk tidak menjadi tunawisma.

Hal ini mendorong kebutuhan karakter bertahan hidup dengan mendapatkan imbalan atau kebutuhannya bisa untuk ketenaran, untuk tujuan kemanusiaan, untuk mengesankan seorang gadis -- daftarnya tidak ada habisnya.

Ini adalah ceritamu, jadi kamu harus tahu mengapa protagonismu ingin mencapai tujuan yang terlihat. Pikirankan!

Aku tidak menyarankanmu  menulis paragraf pertama sampai tiga halaman agar mendapatkan semua hal di atas berada di sana.

Sebenarnya, paragraf pertama itu mungkin memberi tahu ke pembaca maupun dirimu sedikit-banyaknya informasi ke depan dan hanya memberi kita kaitan yang bagus serta mengenalkan karakter dalam situasi yang mendesak -- paling tidak kamu memerlukannya.

Kesimpulan :

Memanfaatkan pengenalan karakter sangat direkomendasikan dalam menulis paragraf pertama. Raditya Dika sangat tidak suka memanfaatkan 'mentari' yang selalu bersinar cerah di paragraf pertama.

Ya karena itu sudah terlalu Mainstream.
Gunakan karaktermu. Dalam adegan atau manfaatkan karakter dan adegan hingga memunculkan 'tujuan' yang ingin dicapai karaktermu.
Sumber : Zeppeto.
Akhir kata sebagai penutup. Terima kasih, ini saja yang dapat kutulis untukmu kali ini.

Karena, tiga poin ini memang menjadi awalan yang bagus selama aku menulis. Coba tebak?! Aku berhasil dan kamu pasti bisa! Aku yakin.

Semangat menulis! Tetaplah menulis.

© WeWeDogom.Com
® EvandoTM.