9 Tips Menulis ala Raditya Dika. Menulis atas Dasar Suka.



www.WeWeDogom.Com -- Semua pasti sudah mengenal Raditya Dika. Pria yang sudah melahirkan banyak karya tulis bergenre komedi.

Tapi, di balik kesuksesannya. Ada titik juang yang pantas dipelajari. Tahukah kamu? Bahwa di bulan-bulan pertamanya, bukunya itu tidak laku.

Pesan yang Raditya Dika sampaikan buat kamu para penulis yang merasa bahwa 'Setelah terbit mayor maka semua itu selesai.'

Salah! Justru setelah terbit, maka kamu harus mempromosikannya.

Bahkan dulu, bang Radit meminta para pembacanya agar berfoto bersama bukunya itu. Kemudian dia publish ke blognya yang sudah terkenal pada masa itu.

Raditya Dika pernah menjuarai Indonesia Blog Award. 

Menurut Radit, dalam menulis, tidak serta-merta setelah buku terbit, urusan selesai. Kemudian, pemasaran diserahkan kepada penerbit.

Jadi, bagaimana cara menciptakan Novel ala Raditya Dika?

Pada kesempatan kali ini, dalam wawancaranya di channel YouTube yang disponsori oleh salah satu brand biskuit cokelat.

Raditya Dika membeberkan beberapa rahasia menciptakan novel yang sudah bukan menjadi rahasia lagi.

Membuat Alur Dulu.

Banyak orang yang merasa bosan saat menulis di tengah perjalanan, sehingga mereka beralih menulis cerita lain.

Untuk membuat cerita yang panjang semisal novel, kamu harus membuat alur terlebih dahulu--agar, yang disebutkan di atas, tidak terulang.

Ketika mendapatkan inspirasi menulis, jangan langsung menulis cerita. Tapi, buatlah alur dengan poin-poin depan, tengah, dan belakang cerita.

Dengan cara itu, secara sengaja kamu menciptakan persiapan sebelum memutuskan untuk segera memulainya.

Lantas, bagaimana memulainya?

Baca Juga : Mengenal Premise dan Pentingnya Premise.
 

Bikin Premise.

Cara membuat alur yang menarik adalah membuat premise terlebih dahulu.

Premise merupakan rangkuman satu kalimat dari keseluruhan cerita yang akan dibikin.

Raditya Dika membagi rumus premise yakni berisi karakter, tujuan, dan halangan.

Halangan dalam premise merupakan konflik dalam isi cerita. Berapa pun halaman cerita yang akan dibuat, penulis harus membuat premise terlebih dahulu.

Premise, berfungsi untuk mencari tahu apakah ceritanya bagus atau tidak.

Cerita akan tidak menarik jika penulis tidak bisa menyimpulkan cerita menjadi satu kalimat.

Sumber : Pixabay.

Bagi Tiga Babak!

Setelah selesai membuat premise, maka premise tersebut dapat dibagi menjadi tiga babak.

• Babak pertama menjelaskan tentang karakter tokoh.
• Babak kedua menjelaskan tentang usaha, dan ...
• Babak ketiga menjelaskan tentang hasilnya bisa atau tidak.

Karakter.

Selanjutnya, perhatikan tentang karakter dalam cerita.

Semua karakter harus memiliki kelemahan karena hal itu yang akan membuat cerita hidup.

Kelemahan dari karakter akan berubah menjadi lebih baik di sepanjang cerita.

Bagaimana cara untuk membuat karakter yang diminati pembaca dan bagaimana cara menciptakan karakter yang tidak bercermin dari dirimu, artikel berikut ini menjawabnya;


Pakai Nama yang Biasa.

Beri nama tokoh dalam cerita yang biasa saja dan jangan terlalu bombastis.

Berikan nama yang simpel dan mudah karena pembaca cenderung menyukai nama yang ada di kehidupan sehari-hari.

Gunakan nama tokoh yang simpel dan mudah diingat.

Jangan memaksakan diri dengan menambahkan nama yang terdengar keren agar tampak keren, buat saja nama yang mudah diingat dan menggambarkan karakterisasinya.

Kalimat Pertama.

Kalimat pertama di dalam cerita adalah yang paling penting karena itu merupakan pembuka cerita -- yaiyalah!

Sebagian orang membuka cerita dengan matahari dan menggambarkan suasana. Seharusnya akan lebih menarik jika ditulis dengan kalimat yang ...

Cari tahu bagaimana cara menciptakan kalimat pertama yang baik, dalam artikel berikut ini;


... tulis kalimat pertama mulai dari tengah, menggunakan action, dan harus membuat penasaran.

Draft.

Tulislah draft pertama ala kadarnya dan jangan takut jelek. Jika draft pertama jelek, maka hal itu biasa saja dan justru bagus.

Karena dalam artian sesungguhnya, draft merupakan menulis satu halaman sekali tulis. Setelah itu, baca kembali draft dan koreksi letak kesalahan penulisan dan isi.

Tandai dengan tinta merah jika tulisanmu sudah bagus yakni ketika mengulang membaca draft dan hanya mengganti letak titik koma saja.

Setelah draft tulisan sudah selesai dan dirasa cukup, maka print dan suruh orang lain membaca.
Mintalah orang awam yang tak tahu dunia menulis untuk memberi penilaian.

Jangan Kasih Tahu!

Dalam menulis jangan memberi tahu secara langsung apa yang terjadi kepada tokoh atau suasana dalam cerita.

Penulis lebih baik memberi lihat apa yang terjadi di dalam cerita.

Misalnya; tokoh sedang ketakutan, maka cukup perlihatkan suasana yang menggambarkan dia ketakutan.

Sumber : Pixabay.
Menulislah atas Dasar Suka.
Menulislah dengan dasar suka dengan apa yang kamu tulis.

Jika dari awal menyukai apa yang ditulis, walau pun tulisannya tidak laku, setidaknya kamu tidak sia-sia karena menulis apa yang kamu suka.

Jadi, sukai tulisan diri sendiri jika ingin menjadi penulis.

Penutup : 
Sembilan tips ala Raditya Dika di atas sudah teruji dan telah diuji oleh dirinya sendiri.

Buat kamu yang ingin mencoba jalur yang pernah ditapaki bang Radit, mungkin saran dan tips yang diberikannya kali ini sangat bermanfaat buat kamu dan layak dicoba.

Akhir kata sebagai penutup, terima kasih dan selamat berkarya!

Tetap semangat menulis! Teruslah menulis.

EvandoTM
WeWeDogom.Com