Tips Menulis : Latihan Menulis dari Tulisan 'Flash Ficition'.


www.WeWeDogom.Com -- Apakah, kamu ingin menulis 'Flash Fiction'? Tepat! Karena perjalanan kali ini adalah bagaimana menciptakan 'Flash Fiction' dengan menggunakan 13 Tips, berikut;

Nah, berbicara soal Flash Fiction; ini merupakan karya tulis singkat yang bahkan lebih singkat dari Cerpen. Biasa disebut dengan cerita mini yang diakronimkan menjadi cermin.

Belum ada kepastian berapa jumlah kata yang harus hadir di Flash Fiction. Tapi, jelasnya lebih pendek antara 250 - 1000 kata.

Karya milik Ernest Hemingway menjadi contoh yang menarik karena di sana banyak sekali elemen-elemen karya tulis lebih sering disirat ketimbang disurat.

Nah! Sudah siap? Tapi tunggu dulu. Izinkan aku menyapa kalian seperti biasanya dan agaknya sudah menjadi tradisi di sini.
Sumber : Zeppeto.
Terima kasih atas dukungan kalian terhadap situs ini. Kehadiran kalian -- dan kalian meng-klik iklan -- menjadi semangat serta sumber penghasilanku di sini (🤣).

Jelas! Bukan hanya uang saja. Tapi, semangatku berbagi juga menjadi kendali utama situs ini berdiri. Nah! Sebab aku memiliki semangat  berbagi, berarti kamu harus memiliki semangat berbagi juga.

Bagaimana itu? Jangan segan bagikan artikel ini ke temanmu yang lain -- jika memiliki teman -- atau sosial media kamu yang penuh kepalsuan itu ya.

Cukup! Kalau kata orang Melayu; "Mari kite mulakan!"

Berikut ini ada tiga belas tips spesifik -- dan latihan menulis -- tentang bagaimana menulis Flash Fiction -- dan bisa diterapkan di Cerpen. Dikutip dari 'Flash Ficiton Line'.

Berlatihlah Melalui Postingan di Twitter atau Facebook.

Dalam konten Daily Writter di Grup Facebook : Forum Wattpader Indonesia. Banyak tempat dan wadah kamu berlatih bahkan memulainya, cobalah berlatih ketika kamu menatap satu hal kemudian ingin kamu ceritakan.

Jangan pikirkan kesalahan, karena kamu sedang berlatih. Soal salah itu bisa diperbaiki. Tapi, soal bergabung ... Mari! Join di grup para Wattpader di Facebook dalam 'Forum Wattpader Indonesia'.
Cukup gunakan kata yang tak terlalu ber-majas, yang dapat menyampaikan semua makna. Jangan katakan 'anjing kecil' saat bisa mengatakan 'Chihuahua'.

Kamu akan membangun cerita yang lebih baik dengan jumlah kata yang lebih kecil. Pengecualian jika untuk dialog tag.

Pilih Emosi yang Langsung Tertuju.

Pembaca menyukai sesuatu saat mereka merasakan sesuatu. Perhatian! Jangan memanipulasi pembaca dengan melodrama°

Kamu harus membiarkan mereka mendapatkan 'rasa', cobalah berakhir dengan emosional yang berbeda dengan emosional saat kamu memulai.

Dari sini pula, kamu akan lebih banyak belajar tentang cara plot twist bekerja.

Sumber : Screenshot KBBI on Smartphone.

Pilih Gambaran yang Kuat dan Batasi Adegan.

Beri pembacamu gambaran yang visual dan mudah diingat.

Kamu ingin contoh? coba bayangkan ketika kamu melihat seorang gadis yang menaiki 'bola penghancur'. Apa yang kamu ingat? Miley Cyrus atau ada hal lain?

Apa lagi? seorang anak laki-laki yang menaiki sapu terbang dengan tongkat sihir? Harry potter?

Ciptakan kesan. Buatlah pembacamu mengingat adegan itu dan elemen lainnya.

Tidak usah terlalu banyak adegan, seperti dia baru saja selesai bernafas dan jantungnya baru saja mereda setelah dia berlari. Ini 'Flash fiction', jadi usahakan agar adegan padat, tepat dan bermakna.

Tentang Karakter? Satu Saja Cukup.

Jangan berlebihan, gunakan saja satu sudut pandang dan satu masalah serta satu tujuan sehingga 'Flash Ficiton' lebih mudah dinikmati.

Sebaiknya kamu menggunakan sudut pandang orang pertama atau orang ketiga, karena sudut itu memiliki sudut pandang terbatas yang juga menempel erat pada protagonis.

Mulailah melatih diri untuk membiasakan diri fokus ke satu pandangan saja. Jangan berlebihan karena itu dapat membuat 'Flash Fiction'mu terkesan rumit dan berantahkan.

Gunakan Ide Kecil Saja.

Apa perbedaan antara ide kecil dan ide besar? Perbedaan utamanya adalah bagaimana kamu mengeksplorasi konsepnya.

Dengan ide kecil, kamu tetap berada di pembahasan yang sederhana dan hanya menyelidiki satu aspek dengan fokus yang tidak terlalu luas.

Ide besar, kamu bisa menyelam ke dalam beberapa aspek dan beberapa partikel secara rinci. Gagasan besar lebih mirip panorama 360 derajat, ada banyak hal yang terjadi.

Kamu harus tahu, bahwa memiliki gagasan besar di tanganmu saat hal itu terasa matang dengan kemungkinan; kamu akan enggan untuk hanya menghabiskan satu buku di dunia ini dan kamu akan membayangkan lebih banyak tema, garis plot, dan karakter daripada yang ku-rekomendasikan di sini;

- Harry Potter, 
- Narnia,
- Hunger Games, 
- Divirgent. 

Mereka tak berakhir dalam satu kesempatan.

Mari kita bahas Gagasan besar;

Ide besar = "Sebuah perang saudara pecah di antara beberapa rumah bangsawan karena tahta kerajaan."

Itu adalah Game of Thrones yang disusun oleh George R.R. Martin. Dapatkah kamu membayangkan ini sebagai flash fiction yang memuaskan?
Indikator mengapa ini disebut ide besar:
- "perang saudara"
- "beberapa keluarga bangsawan"
- "tujuh kerajaan."

George R.R. Martin bahkan tidak dapat menyimpan idenya ke satu buku besar, karena beliau memiliki begitu banyak hal yang ingin dijelajahinya.

Mari kita bahas Gagasan kecil;

Gagasan kecil = "Mikrobot lebah hidup menghadapi kematiannya dan robot lain yang menjadi rekannya."

Itu adalah "Death Comes for the Microbot" oleh Aimee Picchi. Ayo kita simak wawancaranya dengan FFO dan lihat bagaimana dia mengembangkan gagasan ceritanya.

Aimee Picchi

Q : Apa yang membuat ini kecil? 
A : Karena alur melompat tepat sebelum kematian robot dan berakhir setelahnya. 

Apakah kita membutuhkan cerita asal mereka atau seluruh dunia setelah robot dimatikan untuk terakhir kalinya? 

Tema? Fokus di Satu Tema Saja.

Mulai lah dari hal yang mudah dicerna kemudian masuk ke dalam inti cerita lalu buatlah pembacamu menikmatinya. Jangan langsung ke hal yang rumit karena tak semua pembacamu paham dengan apa yang kamu maksud.

Fokus Pada Satu Konflik Besar. Lewati Sub-Plot.

JK. Rowling adalah master dari sub-plot. Jadi jika ini adalah 'flash' Harry Potter, maka akan banyak diilucuti segala hal lain kecuali konflik utama Harry vs Voldemort.

Harry tidak akan terlibat dengan Cho, Hermione tidak akan berkampanye untuk membebaskan House Elf, Ron tidak akan bermain Quidditch, Fred dan George tidak akan berhenti sekolah untuk membuka toko lelucon, dan satu juta orang lainnya tidak akan melakukannya.

Jadi, untuk kali ini saja. Jangan cabangkan alurnya. Tetap fokus, jika kamu ingin mencabangkannua ... Maka, buat cerita baru.

Mulai di Tengah Cerita, Langsung di Awal Konflik.

Hindari backstory, prolog dan lebih baik tidak menggunakan flashback atau flash forward. Alur maju-mundur tidak bekerja dengan baik di tempat yang begitu kecil. Pikirkan dengan matang, karena kita akan membuat cerita yang 'one punch'.

Pastikan Kamu Memiliki Karakter Melengkung.

Tidak ada yang lebih mengecewakan dari karakter yang tidak tumbuh / berubah / belajar. Tentu, itu bisa terjadi, tapi apakah itu membuat pengalaman yang memuaskan? Tidak terlalu. Matikan saja, itu akan menjadi ending yang bahagia.

Pilih Judul yang Efektif.

Judul merupakan kesan pertama yang sangat membantu. Biarkan judulmu melakukan pekerjaan semana mestinya, tapi jangan berikan gambaran cerita yang terukir jelas.

Judul juga dapat menjadi spoiler dari sisi lain, jadi ... bijaklah!

Penutup : Tips di atas  mengajak kamu untuk melatih pemikiran kamu untuk menyusun projek yang lebih matang.

Jadi, menulis itu harus memiliki rencana. Mulailah meriset agar dapat dipertanggungjawabkan. Cobalah memikirkan elemen yang tak pernah kamu pikirkan sebelumnya.

Jika kamu dapat menyelesaikan karya yang lebih kecil dari novel. Kamu merupakan penulis yang hebat -- setidaknya itu lebih bagus karena, selesai.

Nah! Tidak berakhir sampai di sini; aku memiliki artikel yang bagus nih untuk kamu. Tentang tips mendisiplinkan diri agar tulisan tetap konsisten. Nah, bisa baca gratis di;
Baca Juga : Bagaimana Cara Mendisiplinkan Diri agar Tulisan Tetap Konsisten?
Akhir kata untuk menyelesaikan artikel ini. Terima kasih.

Semangat menulis! Terus menulis.

© WeWeDogom.Com
® EvandoTM.