Menciptakan Dunia Fantasi yang Fantastis.


www.WeWeDogom.com -- Kamu hendak menulis fiksi ilmiah atau novel bergenre fantasi. Tapi, bingung memulainya dari mana?

Tepat! Karena di sini, aku akan mengajakmu ke sebuah perjalanan yang akan membahas tentang 'Bagaimana Menciptakan Dunia Fantasi yang Fantastis! Gratis!' -- Ok, ini terlalu berlebihan.

Sebelum melangkah ke depan, aku hendak mengucapkan sesuatu ...

Terima kasih karena telah mendukung situs murahan ini menjadi bahan bacaanmu. Aku senang jika kamu dapat menemukan informasi yang baru di sini.

Jangan segan atau engga membagikannya ke rekan yang lain, ya.

Catatan : Pada kesempatan kali ini, aku akan menggunakan 'kata' yang agak 'berat' karena jarang digunakan.

Tenang saja, karena aku sudah memberikan 'makna' dari setiap kata yang kugunakan. Sesuai dengan 'Tips : Apa yang harus dilakukan seorang penulis' di artikel sebelumnya.

Mengenal kosakata baru adalah cara penulis belajar menemukan kehidupan yang baru.

Sebab penulis harus melatih 'kosakata' baru dalam keterampilannya. Ayo mulai saja!

Sumber : Pixabay
Banyak penulis memulai dengan membuat peta -- bahkan kerangka cerita, mirip seperti peta -- atau meneliti beberapa fakta yang belum diketahui sebelumnya.

Mencari 'fakta' merupakan salah satu cara yang dapat digunakan agar mampu membuat karya tulismu kuat dan berisi.

Aku pernah menulis karya tulis bergenre fantasi berjudul 'Gentleman Game' dan telah menemukan sebuah kerumitan tersendiri, bahwa menciptakan dunia fastasi harusnya dimulai dari membangun dunia yang fantastis,

... bukan dengan sistem sihir atau geografi alam, gunakan hanya dengan satu karakter, saja. Cukup! Satu karakter saja.

Loh, kok bisa?

Aku menggunakan metode berikut yang sudah kuujicoba sendiri -- bukan karena aku jomblo.

Tanyakan Sebuah Pertanyaan yang Tepat.

Saat kamu memulai proses pembuatan duniamu dengan menciptakan karakternya terlebih dahulu, lalu menanyakan jenis dunia yang telah menciptakan karakternya.

Kamu akan berfokus pada bagian-bagian dunia yang membuat orang-orang di dalamnya, ada.
Mari kita contohkan dua novel favoritku.

Hunger Games; 

Suzzane Collins membawa pembacanya fokus ke perkenalan Katniss Everdeen. Bukan dengan Negara Pinem terlebih dahulu.

Kemudian, Collins membawa pembacanya berkenalan ke dunia yang menciptakan karakter itu, Ya! District 12. 

Sumber : HD Wallpaper Divergent.

Divergent;

Siapa yang kenal dengan Triss dan Four?
Apa yang pertama kali Veronica Roth sebagai penulisnya, perkenalan di awal bagian cerita? Ya! Triss! Dari Fraksi Abnegation.

Kemudian, Veronica Roth membawa pembaca berkenalan dengan dunia, Las Vegas versi Divergent. Cerita berfokus ke latar belakang masalah. Dimulai dari perkenalan Fraksi.

Setelah itu, mari kamu baca bukunya jika ingin tahu atau tonton filmnya.

Sumber : Pixabay

Nah! Dari dua contoh novel favoritku di atas, penulis dari dua novel yang berbeda itu menyuruh penulis lain agar mau menghabiskan sedikit waktu untuk mencari bahan riset.

Aku melihat proses penciptaan dunia dan penciptaan karakter yang menjadi saling berhubungan di dalam dua karya di atas.

Mereka tidak -- sebenarnya, tidak bisa! -- ada secara begitu saja, satu sama lain. Saat aku menyempurnakan karakter, dunia juga akan menjadi fokus yang ikut menajam.
Jika aku menciptakan si 'pembunuh bangsawan', bertugas membawa para desertir dari perang yang telah berlangsung berabad-abad. Aku harus bertanya ke diri sendiri, mengapa perang itu bisa terjadi?

--> Jika perang disebabkan tentang kekurangan sumber daya, seperti apa dunia itu? Kering, berdebu, berlogam?

--> Jika sebuah planet berlogam, bagaimana perkembangan teknologinya? Apa yang akan mereka gunakan agar dapat menyalakan kendaraan mereka?

--> Jika mereka menahkodai kapal pengungsi bangsa -- seperti Asgardian di Film Thor : Ragnarok -- apa kemungkinan mereka bisa kembali ke dunia lama atau menemukan dunia baru, dan bagaimana hal itu mengubah filosofi religius mereka?

Mengatasi  masalah
Sebagian besar proses membangun dunia baru memintamu untuk mengisi kuesioner° panjang tentang geografi, sistem sihir dan tingkat teknologi, struktur sosial, pemerintah, bagaimana orang saling menyapa, bahasa yang mereka gunakan ... daftarnya terus berlanjut. Tapi berapa banyak yang benar-benar akan kamu remas ke novelmu? Seberapa relevan?

Sumber : Screenshot KBBI on smartphone.

50 halaman pertama fiksi ilmiah atau novel fantasi merupakan hal yang disebut 'tuntutan'.

Di halaman pertama, yang penting pembaca harus dapat mengarahkan dirinya ke dunia yang baru, lengkap dengan masyarakat dan ekologi yang unik.

Perkecil semua informasi ke pembaca di dalam bagian naratif. Karena, hanya sedikit yang bisa melewati lima puluh halaman pertama itu.

Mencegah kecenderungan memasukkan informasi ke pembaca, aku biasanya hanya memetakan duniaku dalam penjelasan yang luas, sebelum mulai menulis.

Hal ini, lagi-lagi membutuhkan yang namanya outline.
Baca Juga : Tips Menulis ala Ernest Prakasa : Penggal Cerita Menjadi 3 Bagian.


Lebih Mengekspos Aksi.

Memusatkan karaktermu ke dalam proses pengenalan dunia, akan membantumu mengetahui banyak detail bagaimana dunia sebagaimana mestinya tanpa banyak ekposisi.

Fokus saja menjelaskan apa yang karakter lakukan dan apa yang mengemudikan cerita, sehingga kamu dapat mengandalkan deskripsi tentang lingkungan sekitar karakter.

Menunjukkan bagaimana karakter berinteraksi dengan dunianya yang hidup, memberi informasi ke pembaca tentang lingkungan si karakter tanpa harus menghentikan alur cerita.

Menghubungkan 'titik-titik' -- fakta dan informasi dalam Fiksi Ilmiah dan Penulisan Fantasi -- dapat menggodamu menjatuhkan si karakter ke dalam duniamu yang bercermin dari dunia nyata.

Tahan godaan! Apa yang karaktermu temukan 'ntah itu hal aneh atau normal akan banyak menceritakan tentang dunia di sekitar mereka. Seperti kutipan ini;

Jika karaktermu berkomentar tentang betapa anehnya, mengapa bisa air keluar dari keran? Tapi, jangan pernah mengedipkan mata saat serangga setinggi lutut melintasi jalan di depan karaktermu.

Hal ini memberi tahukanmu sesuatu tentang dunia mereka. -- tentang teka-teki dan adat istiadat, bahwa di dunia mereka dilarang berkedip saat serangga setinggi lutut, melintas.

Sumber : Pixabay

Sepanjang proses penulisan, ingat juga bahwa masyarakat yang kamu ciptakan dan geografi yang menjadi tempat tinggal sangat mempengaruhi satu sama lain.

Jika kamu menciptakan dunia di mana ada wanita berperang bersama laki-laki dalam jumlah yang sama, kamu harus menjawab pertanyaan ...

... siapa yang kembali ke rumah melakukan rutinitas rumah tangga setelah kemenangan berperang?

Memberi makan pejuang yang menang tersebut, membuat senjata dan melahirkan anak untuk tentara tersebut. Bagaimana? Siapkan itu.

Jika kamu membuat planet es yang dihangatkan oleh bintang yang jauh, kamu harus menjawab pertanyaan.

--> Bagaimana orang-orang di dalam planet mendapatkan makanan dan tetap hangat?

Semakin terhubung dunimu, semakin besar kemungkinanmu melibatkan pembaca terhubung ke dunia yang kamu buat -- dan memunculkan rasa heran pembaca.

Pada Akhirnya :

Sebuah dunia fantasi yang fantastis, dapat dimulai dari menciptakan karakternya terlebih dahulu. Sebuah riset, memang harus benar-benar kamu gaet ke dalam projekmu secara serius.

Rasa melekat ke dalam projek harus juga dihadirkan, karena godaan ingin menyerah pasti kan hadir.

Dari artikel sebelumnya sudah dijelaskan tentang bagaimana membuat karakter itu dicintai pembaca.

Sebuah kerangka cerita lagi-lagi memang sangat kamu butuhkan di sini, sehingga hasil riset dan alur tetap konsisten tersampaikan.

Ingat pula bahwa hasil riset yang kamu masukan ke dalam alur harus benar-benar dapat dipercaya pembaca, karena hal tersebutlah yang dapat membuat pembaca dapat menilai keintelektualan si penulis.

Sebagai penutup, kuucapkan terima kasih atas waktumu sebab sudi pula mampir di mari.

Tetap semangat menulis! Terus menulis.

Bagikan artikel ini ke lain jika kamu rasa bermanfaat.
Sumber : Zeppeto

© WeWeDogom.Com
® EvandoTM