Rahasia Menulis Cerpen! : 5 Tips Menulis Cerpen Terbitan Industri Majalah.


www.WeWeDogom.Com -- Dalam setiap cerita yang dikemas dalam bentuk karya tulis, pastinya mempunyai bahan-bahan rahasia dan resep khusus yang memiliki bumbu penyedap! -- tapi bukan micin.

Tahukah kamu? Bahwa ada 'rahasia' agar berhasil membuat cerita pendek yang bagus seperti cerpen terbitan majalah.

Dalam perjalan kali ini; aku akan mengajak kamu berkenalan dengan tips menulis cerpen yang sudah menjadi 'rahasia' industri majalah.

Ingat ya! Rahasia kita berdua saja, tapi tenang, kamu masih boleh bagikan artikel ini ke temanmu yang lain, kok.

Sumber : Pixabay.

Rahasia yang akan kubongkar memiliki cara, hanya dengan menambahkan 'sesuatu' yang spesial sebagai bumbu rahasia dalam meracik cerpen-mu.

Sesuatu yang akan menarik perhatian para editor dan tentunya pembaca.

Meskipun tidak ada aturan 'ini' atau 'itu' dalam membuat cerita pendek yang bagus, tapi ada beberapa cara yang sudah menjadi aturan khusus dalam industri majalah yang akan membantu cerpen-mu menjadi lebih menonjol.

Sebelumnya, Terima kasih! Karena telah menjadi bagian dari situs murahan ini.

Ke depannya, aku akan meningkatkan performa lagi -- oleh sebab itu, komentarmu dan segala ulasan darimu adalah semangat bagi situs ini dalam berkarya.

Sebab hadirmu di sini merupakan semangat bagiku, jadi agar sama-sama bersemangat! Jangan segan atau enggan membagikan artikel ini ke sosial media kamu ya, agar ... teman-teman penulis lainnya, juga pada tahu. Ok?!

Siap! Kita masuk ke bagian pertama, ya! Bagian yang akan membeberkan rahasia industri majalah dalam menerbitkan cerpen.


#Bahan Pertama : Kenali Jantung Ceritamu.

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum membuat karya tulis, adalah menjelajahi motivasi! Jadilah, traveler ... tapi bukan traveler yang suka jalan-jalan ke tempat-tempat seru.

Sebab, cerpen biasanya dihadirkan bukan hanya sekedar cerita yang menggunakan diksi menarik. Cerpen di dunia industri majalah umumnya dihadirkan sebagai bahan motivasi.

Nah! Kamu pasti pernah, dong membaca cerpen di majalah?

Pastinya, cerita di sana sedikit memotivasi pembacanya. Jadi, tentunya sekarang kamu harus tentukan apa yang kamu ingin ceritamu lakukan, kemudian tetap fokus pada pesan yang ingin kamu sampaikan.


Fokus! Pada pesan yang ingin kamu sampaikan!


Mengingat bahwa cerita pendek yang paling direkomendasikan memiliki kira-kira 3.500 kata atau kurang.

Kamu harus menghitung setiap kalimat! Tenang saja, banyak Aplikasi di Smartphone yang dapat menghitung jumlah kalimat -- bahkan situs daring juga ada.

Jika kamu terlalu fokus memikirkan alur dengan memasukkan terlalu banyak konflik, ceritamu akan terasa kelebihan beban dan tak seimbang. Ingatlah! Apa pun yang berlebihan itu, enggak baik!

Nah, mengenal jantung ceritamu terlebih dahulu sebelum menusuknya ke lembar kerja merupakan cara jitu menentukan arah tujuan dari karya yang ingin kamu persembahkan!

Jika di dalam novel, sangat direkomendasikan agar menyusun outline di awal proyek. Di dalam menulis cerpen, memikirkan arah tujuan merupakan langkah pertama.


#Bahan Kedua : Lihat Hal yang Berbeda.

Bereksperimenlah dengan 'sudut pandang'. Sudut pandang yang unik dan tak terduga dapat memberikan pengalaman paling menarik dan lebih terfokus ke inti cerita.

Hati-hati! Kamu mungkin tidak secara sengaja menghadirkan karakter yang tidak terlalu penting, hadir di sana.

Alur cerita dari karakter yang tidak penting, merupakan kesalahan umum yang dibuat banyak penulis pemula, seringkali malah menghasilkan cerita yang membingungkan atau berbelit-belit.

Sumber : Pixabay.

Namun dalam ketidaksadaran, di lain posisi, hadirnya karakter yang tidak penting di bagian awal justru menjadi pukulan di bagian akhir. Hal ini, dinamakan plot twist.

Buat kamu yang belum mengenal Plot Twist dan ingin mempraktekkan Plot Twist. Kamu bisa membaca artikel yang sudah dipublikasikan di situs ini.

#Bahan Ketiga : Ketertarikan yang Berlawanan.

Elemen yang melawan hasrat utama karaktermu, akan membuat pembaca tetap tertarik. Hal ini, juga dapat mengantisipasi agar alur ceritanya tidak macet atau tidak tertebak!

Kamu bisa mencoba mengembangkan ide cerita dari arah yang tidak biasa.

Dialog, setting, dan karakterisasi merupakan area yang akan melahirkan kejutan dari sentuhan yang tak terduga.

Jadi, menghadirkan antagonis -- meskipun bukan dalam bentuk karakter -- dapat membuat cerpenmu lebih menarik.


#Bahan Keempat -- Bagian Terpenting! : Buat Judul yang Mencolok.

Mungkin, ini bisa menjadi salah satu yang paling sulit -- tapi justru malah menjadi salah satu bagian paling terpenting dalam hal menulis cerita.

Bagaimana kamu dapat menemukan inspirasi sebuah judul yang bagus?

Mintalah temanmu membaca ceritamu dan catat kata-kata atau ungkapan yang tak mereka sukai. Setelah itu, mintalah pendapat mereka, tanyakan "... kira-kira ini cerita tentang apa?"

Hasil pendapat mereka mungkin akan melahirkan judul yang sempurna. Cobalah tidak menggunakan judul dengan satu atau dua kata.

Ingat! Jawabannya dari mereka tidak harus menjadi acuan, tapi dapat menjadi inspirasi.


#Bahan Terakhir -- Tak Boleh dilupakan  : Lebih Pendek, Lebih Manis.

Tahan keinginan untuk terus melanjutkan jalan cerita. Namanya juga cerita pendek. Cerpen memiliki lebih banyak pasar yang tersedia bagimu dan dengan demikian pula ada kesempatan yang lebih baik untuk dipublikasikan.

Banyak publisher di luar sana yang mencari karyamu sebagai bahan Antologi. Beberapa event, juga lebih fokus ke cerpen.

Jadi! Tentukan niat di awal dan jangan terlalu tergoda.

Banyak penulis pemula -- terutama teman-temanku yang bukan penulis -- yang ditantang untuk dapat menulis cerpen-nya, justru tergoda untuk mencoba berhenti ke dalam bentuk novel.

Seperti yang sudah tertulis di bagian bahan pertama. Kamu harus fokus ke tujuan awal!


Sumber : Pixabay.

Lima bahan bumbu rahasia tadi dapat digunakan sebagai pencipta rasa bagi prosamu dan dapat menjadi acuan untuk menilai kekurangan cerita yang kamu buat.

Dengan panduan dari orang yang lebih ahli. Kamu dapat meningkatkan kemungkinan cerita pendekmu terpilih di majalah atau penerbit yang sedang mencari karya untuk diterbitkan dalam bentuk karya Antologi.

Bagian akhir yang terbaik; saat kamu sudah menyelesaikan cerpen milikmu  -- atau bahkan lebih baik lagi -- merupakan awal yang bagus untuk kesuksesan masa depanmu!

Jika kamu berhasil berkomitmen menyelesaikan cerpen, kamu pantas untuk dapat menyelesaikan Novel! Kamu sudah siap!

Jadi, mulailah mencoba membuat cerpen sebelum berkeinginan memulai menulis karya tulis yang lebih besar -- Novel contohnya.

Karena cerpen memiliki banyak pasar yang luas, kamu dapat melatih keterampilan menulis dan mencetak brand sebelum siap menjadi seseorang yang menandatangani kontrak dengan penerbit -- amin.

Di bagian akhir artikel ini, aku memiliki rekomendasi bacaan menarik untukmu.
Nah, jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini ke rekan yang lain jika kamu merasa bahwa artikel kali ini bermanfaat.

Akhir kata, kuucapkan Terima Kasih! Jangan segan mampir kembali.

Semangat menulis! Tetaplah menulis.

© EvandoTM.
® WeWeDogom.Com