Tentang Prolog : Jenis, Kekuatan dan Manfaat Prolog.


www.WeWeDogom.Com -- Setelah membahas fungsi, hal yang tidak harus dan harus kamu lakukan agar dapat membuat prolog yang berhasil menggaet pembaca. Ternyata, prolog memiliki jenisnya masing-masing. Jenis-jenis itu lah yang menjadi kekuatan, yang dapat membuat bagian pembuka menjadi semakin menarik. Perbedaan prolog, antara satu sama lain tercipta karena gaya bahasa masing-masing Author/Penulis dalam mempersembahkan kisahnya. Hal-hal seperti ini, yang mengakibatkan beranekaragamnya prolog-prolog tersebut. Walau pun memiliki jenis yang berbeda, nyatanya ... prolog masih memiliki fungsi yang sama, yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya.
Baca Juga : Tentang Prolog dan Kepentingan Prolog.
Lantas, apa saja jenis prolog tersebut?

Latar Belakang / Sejarah.

Jenis prolog yang pertama, menyuguhkan latar belakang sejarah dunia dan peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya -- yang dapat mendorong alur cerita dari perkenalan waktu. Misalnya, seperti pertempuran besar di masa lalu atau sebuah pengkhianatan pejuang raja, yang mengakibatkan lahirnya sebuah konflik dasar -- yang membuat alur menjadi terbentuk.


Sumber : Pixabay.


Peristiwa yang disusun di awal prolog, biasanya terjadi sebelum awal cerita. Kemudian, merembes ke perkenalan karakter. Ajaibnya, entah bagaimana secara signifikan prolog jenis 'Latar Belakang' mempengaruhi kejadian di masa depan -- atau alur yang akan kamu sajikan di dalam novelmu.

Sudut Pandang yang Berbeda.

Seperti yang diketahui, penulis didorong agar dapat meminimalkan jumlah sudut pandang di naskah mereka. Jenis prolog ini dapat menguntungkan si penulis, apalagi karena mudah digunakan, jenis ini hanya akan menyelam ke dalam perspektif karakter lain. Khususnya, apabila wawasan karakter itu hanya dibutuhkan satu kali dan memberikan dasar bagi cerita tersebut.

Sumber : Pixabay.
Singkatnya, jenis prolog ini menyuguhkan sebuah narasi yang disampaikan oleh salah satu karakter.

Seperti, menyampaikan latar belakang protagonis atau membacakan sebuah ramalan/takdir.
Banyak penulis pemula memanfaatkan jenis prolog jenis ini.

Di dalam genre Teenfict; Author biasanya menyuruh karakter pendukung menceritakan masa lalu si protagonis sebelum tanjakan dan tikungan konflik itu hadir. Akhirnya, di bab satu. Si protagonis lah yang mengambil alih alurnya dan mulai menjalankan alurnya pula.

Memanfaatkan Protagonis (Tentang Masa Lalu atau Masa Depan):

Prolog jenis ini termasuk jenis yang sangat bagus. Jenis prolog yang memanfaatkan protagonis dapat menunjukkan momen penting bagi si protagonis itu sendiri. Selain fokus memperkenalkan karakter, di bagian prolog. Author juga menjelaskan, ntah itu masa lalu atau masa depan si karakter; Seperti momen yang menceritakan beberapa tahun lalu atau setelah plot utama sudah terjadi. Biasanya, jika menampilkan 'plot utama yang sudah terjadi', Author memberikan konflik kecil di prolog, sehingga sebab konflik tersebut ... mau tidak mau, menjadi tujuan utama si protagonis. Bisa juga, di prolog ini, Author menjelaskan tentang antagonis. Kemudian, di beberapa bagian bab, Author fokus memperkenalkan setting dan alur, yang pada akhirnya ... si protagonis bertemu dengan antagonis yang sudah dipersiapkan di awal.

Memanfaatkan Kekuatan Prolog.

Jangan takut, sahabat penulis. Prolog tidak semuanya buruk -- bahkan tidak sesulit yang dibayangkan. Sebenarnya, prolog harus berguna dalam beberapa tujuan. Tujuan terpenting adalah memberikan gambaran sekilas informasi latar belakang yang "cepat dan kotor". Tanpa memerlukan kilas balik, dialog, atau kenangan yang mengganggu tindakan di kemudian hari dalam alur cerita.


Sumber : Pixabay.
Tujuan yang lain adalah mengajak pembaca berkenalan dengan dunia yang ada di alur cerita. Khusus genre Fantasi dan Fiksi, aku memiliki tips menciptakan dunia fantasi yang fantastis!
Baca Juga : Meciptakan Dunia Fantasi yang Fantastis!
Tawarkan informasi yang tidak pembaca kumpulkan dari plot -- seperti jeda dari dialog tag atau dari sudut pandang karakter yang berbeda. Perkenalkan motif latar belakang yang mendukung antagonis memanusiakan karakter atau menunjukkan maksud jahatnya. Sudut ini bisa berguna jika protagonis tidak bertemu antagonis sampai nanti di dalam buku. Perkenalkan sebuah filosofi atau kepercayaan religius yang penting bagi alur cerita/setting. Bayangkan kejadian yang akan terjadi di masa depan, sehingga menciptakan ketegangan bagi pembaca dan membuat mereka mengajukan pertanyaan (dan terus membaca) -- pastinya. Apakah penulis memerlukan prolog? Sekarang! Coba putuskan apakah kamu harus mempersembahkan -- atau menulis -- prolog? Jika kamu ingin menulisnya, pertimbangkan beberapa pertanyaan berikut: • Informasi apa yang akan kuberikan di prolog? • Mengapa bagian penting harus dibeberkan di bagian depan? • Dapatkah prolog membuat plot twist menjadi lebih menarik?

Penutup :

Akhir kata sebagai penutup, aku ucapkan terima kasih, semoga artikel kali ini bermanfaat. Jangan lupa bagikan teman-teman yang lain.

Semangat menulis! Tetap terus menulis.

© EvandoTM ® WeWeDogom.Com