Versi Writter's Block yang Sering Menghantui Para Penulis.


www.WeWeDogom.Com -- Menulis merupakan salah satu hobi yang paling 'tak ada matinya' jika ditekuni.

Bahkan, setiap tahunnya -- dimulai dari tahun-tahun sebelum negeri ini terbentuk. Akan ada seorang penulis, yang lahir dan mulai mengisahkan imajinasinya.

Ketika seseorang berkata bahwa, "Aku bisa menulis," dalam kapasitas apa pun, itu merupakan pencapaian yang hebat.

Seperti menulis naskah novel, naskah untuk Script-Video dalam Channel YouTube, bahkan tulisan kreatif berbentuk artikel atau thread dalam beberapa Forum atau Platform menulis lainnya -- status sosial media, contohnya.

Agar kamu dapat menjadi penulis yang lebih kreatif berkarya dalam platform dan kapasitas apa pun, kamu bisa mencoba membaca artikel yang membahas 'Kreatif Menulis'.
Baca Juga : Latihan Menulis Lebih Kreatif.
Hal yang cenderung merayap ke dalam pikiran 'orang-orang' tentang menulis ialah ... kegiatan yang menuang intelektual semu, memaksa seseorang duduk di depan alat tempur mereka.

Memaksa penulis untuk mulai segera berkesperimen dengan kejeniusannya, ditemani 'laptop' atau hal apa pun seperti 'notebook' dan alat tulis lainnya.

Membayangkan bahwa seorang penulis merupakan orang yang paling jenius itu sepertinya kurang tepat, karena nyatanya ...

Kehidupan seorang penulis itu tak seperti ekspetasi yang dibayangkan khalayak umum, terkadang dipenuhi dengan rasa frustasi.


Sumber : Pixabay.

Mari mendelik ke jam -- waktu -- yang menunjukan masa lalu seseorang, lihat dirinya pernah memaksakan kehendak agar harus bangun dari masa lalu dan kegagalannya.

Kegagalan itu bisa berupa sebuah momen ... yang saat itu, ide sudah penuh terkumpul di kepala, namun tiba-tiba laptop mengalami error.

Hal yang paling parah lainnya ialah ketika nafas terakhir dari hal yang sudah dipaksakan muncul, ternyata halaman masih saja kosong karena terkutuk Writter's Block --

Sebuah zona yang membuat otak buntu dan bingung hendak menulis apa. Sebagai seorang penulis yang diwajibkan melahirkan konten bacaan baru setiap hari, kadang-kadang akan merasa sangat melelahkan.

Mau itu penulis;
- Author Novel,
- Blogger,
- Penulis Skenario,
- Penulis Lagu,

Kegiatan menulis memang butuh kreativitas!

Nah, sering sekali kreativitas mampat, tidak mau menetes seberapa keras pun imajinasi ditayangkan dalam pikiran.

Hal tersebut lah, yang membuat diri seorang penulis merasakan lelahnya menjadi seorang penulis.

Mampatnya kreativitas merupakan hal yang paling membosankan, hal ini yang disebut 'Writter Block'.

Writer’s block lebih sering datang dari berbagai alasan seperti contoh di bawah ini;
• Kekurangan Inspirasi,
• Perfeksionisme,
• Khawatir dengan opini orang lain,
• Ragu pada diri sendiri.

Alasan-alasan umum tersebut lah yang menjadi 'alasan' utama dari kata ganti 'malas'. Hahaha~

Kali ini, dalam kesempatan yang berharga. Aku ingin mengajak kalian berkenalan dengan beberapa 'Versi Writter Block' yang sering hadir di kehidupan penulis.

Singkatnya, Writter Block sendiri, memiliki makna yakni; sebuah momen di mana seorang penulis tidak dapat mengaplikasikan kata ke dalam cerita.

Sering sekali, rasa malas dijadikan alasan utama.

Writter Block tidak selalu berbentuk sama, 'dia' hadir tergantung si penulisnya itu sendiri.

Dalam beberapa kasus, Writter Block seringkali mampir dalam jangka waktu yang lama, tergantung seberapa malas si penulis itu. Berikut beberapa 'Versi Writer Block' -- yang sering dihadapi penulis dan dijadikan kata ganti 'malas'.

Writter Block, Versi Flamboyan.

Sumber : Pixabay.

Versi Writer Block Flamboyan muncul dari seseorang yang lelah setelah mendedikasikan waktu menulisnya dengan serius.

Fokus si penulis, berhasil membuatnya menyelesaikan ide-ide pokok dan telah menuntunnya berhasil menyusun Outline.

Namun saat ingin mengeksekusi ide tersebut, tiba-tiba si penulis tak tahu harus berbuat apa dan tak tahu harus memulai dari mana.

Si penulis mulai bingung, pada akhirnya ide yang sudah disusun, harus mangkrak begitu saja.


Sumber : Pixabay.

Penulis yang berada di Zona Writter Block Flamboyan, akan sangat mengucapkan 'Terima Kasih' kepada imajinasinya.

Sebab, si penulis dapat tidur dengan setengah sadar, meskipun pekerjaannya belum tuntas.

Siap-siap saja, penulis yang terjebak dalam zona ini akan dibenci oleh siapa pun karena tidak disiplin dalam pekerjaan. Khususnya pemburu Garis Mati! -- death line (actually yang benar, deadline)

Kedisiplinan bagi penulis itu penting! Nah, dalam artikel di bawah ini. Aku pernah membahas tentang cara 'Disiplin Diri, Melancarkan Menulis'.

Coba deh dibaca, sebab ini gratis.
Baca Juga : Disiplin Diri, Cara Konsisten Menulis.

Writter Block, Versi Reguler.

Sumber : Pixabay.

Writter Block Versi Reguler, lebih sering muncul karena kesalahan penulis itu sendiri.

Semua bermula saat si penulis memilih absen berkepanjangan.

Mulai mengabaikan tulisanya begitu saja dan saat hendak melanjutkannya kembali, si penulis malah bingung bagaimana cara kembali ke alur.

Akhirnya, alur kini menjadi berubah dan muncul lagi Writter Block-nya. Akan lebih fatal, apabila si penulis memilih absen lagi. Rotasi zona Writter Block Versi Reguler akan terus berputar tanpa henti.

Ujung-ujungnya ya balik lagi ke awal, absen lagi dan setelah otaknya jernih, si penulis akan berupaya kembali menatap halaman kemudian mengubah alur lagi, Writter Block pun muncul lagi.

Akhirnya, hanya ada tulisan tanpa alur yang jelas, terpampang hingga penghujung malam, ditemani dinginnya ketidakpastian.

Salah satu cara agar fase ini berhenti ialah ... tinggalkan ide itu dan buatlah ide baru, namun jangan ulangi kesalahan yang lama.

Writer Block Versi Tidak Sengaja.

Sumber : Pixabay.

Walau pun versi 'Tidak Sengaja' merupakan bentuk ketidak-sengajaan, sayangnya versi 'tidak sengaja' masih sering sekali disalahgunakan.

Biasanya, Writter's Block ini terjadi karena seorang penulis berharap mendapatkan Rahmat atau Mukjizat yang dapat menginspirasi mereka -- ya sampai kapan?

Ironisnya, ketidaksengajaan ini menjadi sebuah alasan penulis menjadi enggan menulis, "Tidak ada ide," katanya.

Padahal, ketika penulis duduk dan mulai menulis, apa pun akan menjadi tulisan -- semua akan tergantung saat fase revisi hadir.

Nah! Tadi merupakan versi-versi dari Writer Block. Setelah mengenal versi-versi Writter Block, semoga kamu bisa menjadi lebih produktif.

Jujur saja. Dari ketiga versi yang disebutkan di atas, hampir semua sudah pernah dialami oleh penulis best seller mana pun.

Jadi! Jangan gunakan alasan 'Writter Block' untuk alasan klasik yang sering kamu lakukan.

Writers Block tidak muncul setiap hari jika kamu malas!

Akhir kata sebagai penutup; Writer’s block bukan sesuatu yang perlu ditakuti.



Semua penulis, bahkan yang kini telah menjadi penulis best seller hingga yang baru mulai belajar, akan dan pasti mengalaminya.

Perbedaannya hanya, penulis profesional akan berjuang mengalahkannya sementara penulis amatir hanya bisa diam dengan berbagai macam alasan.

Bagaimana denganmu? Komen di bawah, ceritakan semuanya.

Terima kasih. Semangat menulis! Terus menulis.

©EvandoTM
®WeWeDogom.Com