Menulis Fiksi : 5 Tips Menulis Lebih Kreatif.

www.WeWeDogom.Com -- Siapa pun bisa menulis fiksi, tapi tidak semua orang bisa menyelesaikannya. Bahkan parahnya, tak semua orang dapat keluar dari zona angannya.
Hai WeWeDogomers, Terima kasih telah berkunjung ke artikel : Tips Menulis Fiksi Lebih Kreatif. Hadirmu merupakan bahan bakar penyemangat dalam situs murahan ini. Untuk hal yang lebih seru lagi, jangan segan atau enggan membagikan artikel ini ke rekan penulis lainnya di sosial media kamu, ya!

Sumber : Pixabay.

Kisah fiksi merupakan bentuk seni yang membutuhkan banyak kesabaran, latihan dan tekad. Karena kisah fiksi memerlukan banyak latihan dan tekat. Kali ini aku akan membeberkan cara-cara jitu supaya dapat meningkatkan keterampilanmu menulis fiksi. Kamu harus tahu!


Penulis itu sejatinya memiliki tahap proses berkembang; seperti pertumbuhan makhluk hidup.

Jadi izinkan aku bertanya. Apakah kamu masih si penulis yang sama seperti si penulis yang kemarin? Cari tahu, di mana posisi kamu sekarang. Dalam artikel berikut ini;
Baca Juga : Proses Berkembang Penulis..
Setelah menjawab pertanyaan di atas. Aku harap tekad kamu akan muncul kembali. Agar tidak membuat kesabaranmu habis, ayo kita menuju ke proses cara latihannya.

Mulailah Dengan Ketegangan.

Sumber : Pixabay.

Kamu pasti pernah mendengar penulis fiksi dan mentor menulismu: merekomendasikan dengan memulai dari aksi. Jangan lakukan! Karena itu merupakan saran yang salah--bagi pendapat yang lain, hehehe ... Loh, kok gitu pulak?

Jadi begini, apa gunanya aksi jika tidak didasarkan ke suatu hal penting di cerita atau tidak membuat pembaca tertarik ke karakter utama? Lebih baik,mulai dengan ketegangan!

Misalnya, seperti;

  • Karakter yang gagal karena tidak mendapatkan sesuatu yang dia inginkan,
  • Gagal menyelamatkan nyawa orang yang dicintainya ...
  • Tidak bisa mengalahkan saingan dalam sebuah pertarungan, dll.  
Jadi sebelum menuju ke aksi. Lebih  baik mulai dari  perjalanan menuju aksi; yakni menggunakan ketegangan.


Harus Tahu! Apa yang Diinginkan Karakter.

Sumber : Pixabay.

Cerita yang menarik biasanya berlandaskan dari karakter yang menginginkan sesuatu. Romeo dan Juliet saling menginginkan satu sama lain, namun memunculkan sesuatu konflik. Harry Potter ingin mengalahkan Draco Malfoy dan Slytherin di Quidditch. Hal itu membuat alur menjadi lebih seru--kamu sudah tahu cerita ini, kan? Hannah Baker ingin orang-orang yang membawanya ke rasa ingin melakukan bunuh diri, tahu bagaimana mereka menyakiti dirinya. Katniss Everdeen ingin menang dalam Game Battle Royale : Hunger Games, namun dia tak ingin Peeta Melark mati sebab dia memiliki hutang budi, juga dia tak sanggup melihat rekan se-distrik-nya mati begitu saja. Berbicara soal Katniss, aku jadi teringat bahwa aku pernah menulis artikel tentang tips menulis dari Suzzane Collins--Penulis Trilogi : Hunger Games.
Baca Juga : Trick Berperang : 5 Hal yang Harus Dipersiapkan ala Suzzane Collins.
Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis fiksi mengharuskanmu memiliki karakter yang menarik dan mempunyai tujuan. Karakter yang memiliki keinginan merupakan jenis fiksi yang paling menarik. Seperti Triss dalam novel Divergent, dia ingin menghancurkan 'klasifikasi' manusia dewasa.
Sebab, dengan tekad karakter itulah sebuah alur yang menarik akan tercipta. Akibatnya, Ketegangan dan Konflik akan semakin hidup sebab semua harus dilalui demi sebuah Tujuan. Naruto ingin menjadi Hokage, itulah mengapa dia terus bersemangat melampaui konfliknya dan seluruh ketegangan yang terjadi. Bahkan, karakter di dalam seri Naruto. Banyak yang menuai konflik sebab kehilangan tujuan dan ingin kembali mencari tujuan ninja-nya.

Arahkan Setiap bab ke Tebing yang Curam!

Sumber : Pixabay.

Baiklah, kamu tidak perlu mengakhiri setiap bab di tebing yang sebenarnya, kamu hanya perlu meninggalkan sebuah pertanyaan yang tidak terjawab. Bukan! Ini bukan berarti kamu tidak dapat menjawab pertanyaannya, maksudku, kamu hanya perlu membuat hal baru saat kamu mengikuti alurnya. Sehingga, alur terus berjalan sehingga dapat menjawab semua pertanyaan itu. Kisah fiksi membutuhkan rasa keingintahuan pembaca. Jika kamu tidak memicu keingintahuan mereka, (terutama di akhir sebuah bab) alasan apa yang harus mereka gunakan agar mau melanjutkan ke halaman berikutnya?

Jangan Lupa Berikan Karaktermu Hambatan.

Sumber : Pixabay.

Hambatan bisa sesulit yang kamu mau dan seharusnya sangat sulit agar dapat membantu membumbui ceritanya. Kuncinya, karakter harus bisa mengatasi hambatannya sendiri. Tapi, bukan berarti dia 'dapat' melewati hambatan karena dia memiliki kekuatan tak terlampaui. Tidak peduli apa hambatannya, ntah itu kecanduan obat-obatan, jatuh cinta dengan orang yang berada di pihak antagonis, dan hal lain-lainnya. Tulisan fiktif yang paling menakjubkan adalah ketika karakter menghadapi rintangan yang sulit dan si karakter masih bisa menyelesaikannya. Pada akhirnya, hambatan itu lah yang membuat alur terus berjalan dan membuatnya semakin seru.

Pikirkan! Siapa Pembacamu?

Sumber : Pixabay.

Apakah kamu ingin menulis sebuah novel Fantasi? Sebuah novel bergenre Crime? Chick-lit atau General Fiksi? Mereka semua berbeda dan disajikan dengan cara yang berbeda pula, sehingga pembaca masing-masing memiliki harapan berbeda dalam meng-ekspetasi cerita yang kamu suguhkan. Misalnya, jika kamu menulis fiksi kejahatan; kamu harus mengungkapkan apa yang terjadi di awal atau di bagian prolog, dan banyak menjatuhkan petunjuk di seluruh alur agar dapat memecahkan kejahatan tersebut. Di dalam artikel yang sudah pernah dipublish di situs murahan ini, aku pernah membahas seluk-beluk prolog, kamu bisa mencoba baca tentang prolog dalam artikel berikut ...
Baca Juga : Tentang Prolog : Apa yang Tidak Harus Dilakukan dan Harus Dilakukan.
Jika kamu menulis sebuah Thriller, ceritamu didedikasikan ke karakter yang mencoba menghentikan apa pun yang terjadi di alur itu. Jadi, pikirkan target pembacamu. Ada orang yang benar-benar menikmati genre tertentu dan lebih paham dengan genre tersebut karena dia sudah banyak mengonsumsi karya tulis lain.

Oleh sebab itu, pikirkan dan sajikan baik-baik, karya tulis yang kamu ciptakan.


Penutup:

Lima cara di atas mungkin dapat membantumu.

Intinya, menulis fiksi harus benar-benar berhati-hati. Ada banyak lubang yang akan tercipta apabila kamu tidak memikirkan dampak yang akan terjadi.

Tetap arahkan alurmu senatural mungkin: buatlah pembacamu mencari jawabannya. Namun, jangan berikan sesuatu yang tidak dapat terjawab.

Sebagai bagian penutup, aku punya bahan bacaan menarik yang dapat kamu baca gratis!

Baca Juga : Trick Jitu, Menulis Novel Tingkat Pemula.

Akhir kata, kuucapkan terima kasih, jangan lupa bagikan artikel ini ke yang lain jika kamu rasa artikel kali ini bermanfaat.

Semangat menulis! Tetap menulis.

Ⓒ EvandoTM
Ⓡ WeWeDogom.Com