20 Kutipan Tips Menulis Fiksi dari 13 Penulis Fiksi 'Best Seller' di Dunia.

www.WeWeDogom.Com -- Kesuksesan menulis bermuara pada kemauan, imajinasi dan semangat! Juga beberapa kerja kelas! Dengan semangat kreatif, kali ini WeWeDogom memiliki beberapa kutipan yang dapat dijadikan sebagai tips menulis.

Di bawah ini, ada. 20 tips menulis dari 13 penulis fiksi terlaris di dunia.

Dalam Kesempatan kali ini, akan membahas;
  • 〷 Tips Menulis dari Penulis Novel Fiksi Terlaris di Dunia

Hai WeWeDogomers, Hai Penulis. Ha-ha-ha~ terima kasih sudah berada di situs murahan ini.
Oh! Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman yang lain ya, ajak mereka berkenalan dengan jalan ini juga.

Ayo gunakan tips berikut ini sebagai panduan inspirasionalmu, catat dan tanamkan dalam tekad agar ide kamu tak layu begitu saja ditelan imajinasi yang berlebihan.

Tips pertama diawali  oleh TH White, penulis The Sword in the Stone dan Arthurian Fantasy.

TH. White

Baca!--bahkan dalam kisah Nabi Muhammad SAW, malaikat Jibril menemuinya di gua Hira. Jibril memerintahkan Beliau, "Iqra!" atau "Bacalah!"

"Baca semua hal yang dapat kamu hadapi," -- Michael Moorcock.

Dari Michael Moorcock bisa kita ambil kesimpulan bahwa, sebelum menulis kisah fiksi ... terlebih dulu banyak membaca bahan riset atau pun karya lain yang memiliki kemiripan dengan konsep milikmu.

Zadie Smith, Lindungi Singgasana!

Zadie Smith.

"Lindungi waktu dan ruang tempat kamu menulis," -- Zadie Smith.

Zadie Smith menganjurkan untuk tidak membiarkan waktu dan ruang menulis terganggu oleh siapa pun, bahkan untuk orang yang paling penting sekali pun.

Tulis di daun pintu jika perlu, "Sedang Menulis! Tak ingin diganggu,"

Nasihat Michael Moorcock.

Michael Moorcock.

"Perkenalkan karakter dan tema utamamu di sepertiga pertama, novelmu." kata Moorcock.

"Jika kamu menulis sebuah novel bergenre, yang memiliki alur, pastikan semua elemen tema/alur utamamu diperkenalkan di sepertiga pertama." jelasnya.

Moorcock juga bilang, "Kembangkan tema dan karaktermu di sepertiga kedua, itu disebut perkembangan--di sana, kamu juga bisa mulai memperkenalkan tanjakan dan tikungan yang mulai memicu lahirnya konflik."

"Selesaikan tema, misteri dan sebagainya di sepertiga terakhir," sarannya sebagai penutup.

Fokus ke Bagian Akhir, akan Mempertahankan Tujuan.

"Dalam tahap perencanaan sebuah buku, rencanakan bagian akhir. Itu bisa membuatmu fokus ke arah yang ingin kamutuju, walau pun alurmu berkelok-kelok." -- Rose Tremain.

Rose Tremain.

Catat! Ingatan hanya bertahan 3 menit saja.

"Selalu bawa buku catatan, ingatan jangka pendek hanya menyimpan informasi selama tiga menit atau kamu akan kehilangan ide untuk selama-lamanya" kata Will Self.

Di era digital, kamu bisa memanfaatkan notepad di gawaimu atau rekam ide itu melalui perekam suara.

Will Self.

Putuskan Pacarmu dan Koneksi Internet.

"Sangat meragukan, bila siapa pun yang memiliki koneksi internet di tempat kerjanya bisa menulis fiksi yang bagus," opini Jonathan Franzen.

Jonathan Franzen.
Seperti saran dari Zadie Smith yang juga senada dengan Jonathan Franzen. "Bekerjalah di komputer yang terputus dari internet," saran dari Zadie Smith.

Internet memiliki banyak godaan, jadi ... pikirkan secara matang.

Hanya sambungkan kembali jika kamu ingin meriset sesuatu. Sosial media itu tak semanis yang kamu bayangkan. Terlalui banyak drama dan kepalsuan di sana.

Gaya Bahasa yang Utama!

"Kata kerja--diksi, majas dan kiasan--yang berbeda kadang sangat menarik" tutur Jonathan Franzen.

Diri Sendiri yang Menjadi Penilai.

"Bacalah dengan saksama tulisanmu sendiri karena itulah satu-satunya cara untuk memastikan irama kalimat itu baik-baik saja (ritme prosa yang terlalu rumit dan halus harus dipikirkan--mereka bisa didapat tepat dari membaca walau tak bersuara)." -- Diana Athill.

Diana Athill

Kurangi kata Pasif.

"Jangan beritahu kalau bulan bersinar, cukup katakan bahwa matahari malam itu memijarkan cahaya yang menerangi gulita malam," jelas Anton Chekhov.

Jonathan Checkov

Dengarkan Kritik.

"Dengarkan kritik dan preferensi dari pembaca pertamamu yang terpercaya." saran dari Rose Tremain.

Tahu Genre yang Dipilih.

"Fiksi bukan sebuah petualangan pribadi seorang penulis tapi bisa lahir dari petualangan imajinasi penulis. Jika benar dari kisah seorang penulis, itu disebut biografi." -- Jonathan Franzen.

Tenang, itu Hanya Sebuah Ulasan saja.

Jangan panik. Saat membaca ulasan novel, aku sering mengalami 'takut' yang mengotori ususku.

Saat aku merenungkan omong kosong di hadapan layarku; ada banyak ulasan yang menyedihkan, membuatku malu, membuat karirku gagal, menurunkan pendapatan yang semakin berkurang, dan menyudahi hubungan ... sebab fokusku lebih condong ke karya.

Bekerja dengan sabar melalui krisis seperti ini--bagaimana pun-- karena bagaimanapun akan selalu membuatku ke sana pada akhirnya.
Sarah Waters.

Meninggalkan meja sejenak dapat membantu. Hal itu bisa membantuku mengingat kembali apa yang ingin kucapai sebelum terjebak.

Berkelana sejenak, hampir selalu membuatku memikirkan naskahku dengan cara yang sedikit baru. Bila semuanya gagal, aku bisa berdoa sejenak.

Jika kamu ingin menyebarkan jaring yang lebih luas, kamu bisa mencoba menarik perhatian dengan mendengarkan musik atau menulis puisi,

Celoteh Sarah Waters.

Pentingkan Penjiwaan dalam Tulisan.

''Kehidupan tulisan pada dasarnya adalah satu dari kurungan tersendiri, jika kamu tidak dapat mengatasi hal ini, kamu tak perlu mengajukan permohonan ke penerbit''-- Will Self.

Be Editor for You're

"Jadilah editor/kritikus sendiri. Simpatik tapi tanpa ampun!" -- Joyce Carol Oates.

Joyce Carol Oates.

Pentingkan Audience.

"Pembaca adalah teman, bukan musuh, bukan penonton," -- Jonathan Franzen.

Persembahkan Punch line-nya.

"Simpan poin serumu di bawah kontrolmu, simpan itu untuk ditunjukan di bagian yang diinginkan." -- Elmore Leonard.

Elmore Leonard.

Salah di mata orang lain, belum tentu salah di matamu.

"Ingat! Ketika orang mengatakan sesuatu yang salah atau tidak benar menurut mereka, mereka hampir selalu benar."

"Saat mereka memberi tahumu kebenaran tentang hal yang mereka anggap salah dan bagaimana cara memperbaikinya, mereka hampir selalu salah!" -- Neil Gaiman.

Neil Gaiman.

Rasakan Perasaan itu.

"Apakah kamu tahu ada perasaan tak enak dan tidak terpuaskan yang kamu rasakan saat melihat prosa milikmu?"

"Tenangkan dalam kesadaran bahwa sensasi mengerikan ini tidak akan pernah meninggalkanmu, tidak peduli seberapa sukses dan sebagaimana publik memujimu, ini bersifat intrinsik terhadap bisnis penulisan yang sebenarnya dan harus dihargai." -- Will Self.

Jujur! Tulislah dengan Jujur & Tulus.

"Aturan utama kepenulisan, bahwa kamu harus melakukannya dengan cukup jaminan dan kepercayaan diri, kamu diperbolehkan melakukan apapun yang kamu suka (Itu mungkin aturan hidup dan juga aturan menulis.Tapi itu pasti benar-benar aturan menulis)."

"Jadi tuliskan ceritamu karena perlu ditulis, tulislah dengan jujur dan katakan sebaik mungkin, aku tak yakin ada peraturan lain, bukan hal yang penting juga." -- Neil Gaiman.

Terakhir.

"... yang paling dekat, yang aku punya adalah sebuah catatan perintah, yang ditempatkan di 'post-it' di dinding depan mejaku, berbunyi 'Faire et se taire' (Flaubert), bila diterjemahkan kepada diriku, 'Diam dan teruskan hal itu."-- Helen Simpson

Helen Simpson.


Kesimpulan :

Bahkan penulis terkenal pun terkadang mengalami masa sulit ketika menulis; Mereka juga melewati periode keraguan diri. Meskipun demikian, mereka selalu berhasil menghasilkan karya.

Jadi, ambil pelajaran dari kutipan mereka di atas yang pernah melewati fase itu dan berhenti berencana menanggalkan rancangan tulisanmu, mulailah perjalanan untuk dapat segera menerbitkan hari ini.

Tidak pernah ada waktu yang lebih baik dari sekarang dalam mewujudkan impianmu menjadi penulis.

Biarkan suaramu didengar dan biarkan ceritamu diberitahu. Jangan pernah membiarkan gairahmu untuk menulis berkurang.

Nah! 20 tips dari penulis ternama dunia tadi mungkin dapat dijadikan motivasi atau kesadaran dari kesalahan yang sering kamu lakukan. Langsung diterapkan ya!

Semangat menulis! Tetap menulis.

Ⓒ EvandoTM
Ⓡ WeWeDogom.Com
ᕒ Hend Jobers