Writter's Block : 7 Cara Menabok Writter's Block -- Cara yang Meningkatkan Kreativitas.


www.WeWeDogom.Com -- Sebagai penulis, bahkan siapa pun itu, memang sangat mudah jatuh ke dalam zona Writter's Block dan terjebak di sana selama berjam-jam.

Sangat menyedihkan, hampir tak ada yang menginginkannya.

Apakah kamu sering terjebak di dalam zona Writer Block? Jika 'iya', tepat!

Perjalanan kali ini, aku akan memberikanmu hasil pemikirkan dari beberapa daftar singkat, tentang cara-cara yang kudapatkan saat diriku terjebak dalam kebiasaan.

Daftar singkat ini, jika kudapatkan ketika aku tidak dapat menemukan ide bagus, jadi kucatat saja tulisan bebas yang berbentuk harapan ini. Semoga saja.

Tapi ingat! Dalam artian yang sebenarnya, Writer Block sudah pernah kubahas di artikel sebelumnya di dalam situs ini, kamu bisa mencoba membacanya;

Baca Juga : Writter's Block : Mitos dan Arti yang Sebenarnya.'.

Jadi? Jangan pernah gunakan alasan 'Writer Block' saat kamu sebenarnya sedang malas. Baiklah, mari kita mulaikan saja perjalan kali ini.

Sumber : Pixabay.

Terima kasih telah mendatangiku hari ini, bagian ini sudah menjadi bagian dari perjalanan singkat yang membujur ke arah Writter Block.

Tapi, berjanjilah! Kamu akan membagikan artikel ini jika kamu merasa bahwa artikel kali ini bermanfaat dan silahkan berkomentar jika ada kekurangan atau saran darimu.

Berikut ini ada hal yang dapat membuatmu lepas dari mode Writter Block, cara ini pula dapat meningkatkan kreativitasmu menjadi lebih luas.


Cara Pertama : Menonton Film.

Loh, kok nonton? Kan malah membuang waktu. Eitts! Kalem dulu, ketika kamu menonton; beberapa hal akan 'lahir' dari banyak emosi halus yang disampaikan dalam film -- ntah itu film laga ataupun K-Drama, mbohlah.

Menonton film merupakan cara yang terbaik membawa dirimu masuk ke dalam pola pikir tertentu dan yang berbeda.

Kamu bisa mendengarkan sesuatu yang penuh kemenangan atau sesuatu yang berkelok-kelok.

Di film pula, ada sederet audio atau suara yang membuatmu ingin menangis dan yang membuatmu ingin keluar, kemudian kembali mencari alasan untuk diperjuangkan.

Menonton film, dapat membangkitkan imajinasmu, juga membuatmu lebih terinspirasi memvisualisasikan pemikiranmu.

Sumber : Pixabay.

Audio instrumental di dalam film, rata-rata tidak memiliki lirik. Nah, audio itu lah yang dapat mengalihkan perhatianmu dari tulisan sehingga pikiranmu hanya fokus ke rasa takjub terhadap film.

Tapi ingat! Cukup satu film saja, ya. Jangan menunda-nunda tulisanmu!

Setidaknya, pikiranmu lebih bersih setelah beberapa poin penting muncul saat dan setelah menonton.


Ke-dua : Setelah Menonton, Temukan Ilustrator yang Karyanya Menarik Perhatianmu.

Secara pribadi, diriku lebih sering searching di situs DeviantArt. Khusus untuk mendapatkan inspirasi.

Ada banyak artis berbakat di situs DeviantArt dan ada begitu banyak jenis seni di sana. Kamu bisa menemukan sebuah dunia baru yang menginspirasi.

Di dalam situs DevianArt, tersedia ilustrasi gambar jika kamu terjebak dengan pemilihan diksi atau potret kamera jika kamu ingin mengetahui karakterisasi.

Situs DevianArt punya banyak gambar yang membuatmu ingin menceritakan -- mengilustrasikan -- apa pun yang kamu pikirkan setelah melihatnya.

Jangan takut! Mengilustrasikannya dalam bentuk 'cerita', bukan merupakan bagian dari hak cipta.

Sumber : Pixabay.


Cara Ke-tiga : Membaca Puisi.

Sebagai orang yang tidak banyak membaca puisi, apalagi menulis semua itu. Banyak penulis di tanah air berpendapat bahwa puisi menjadi hal yang sangat inspiratif.

Puisi dapat menyampaikan sejumlah cerita dan emosi yang sama dengan novel, namun dalam ruang yang jauh lebih kecil.

Jadi, begitu kamu menemukan puisi yang kamu sukai, kamu hanya harus mengambil ceritanya dan mengembangkannya.

Bahkan! Tak hanya membaca. Beberapa 'mentor' menulis di kota Medan menganjurkan agar melatih diri 'Menulis Puisi' agar dapat memperbaiki teknik menulis.

Mengapa harus melatih diri menulis puisi agar dapat memperbaiki teknik menulis? Alasan itu sudah pernah aku bahas di artikel sebelumnya.
Baca Juga : Kekuatan Puisi Memperbaiki Diksi.


Cara Ke-empat, Lebih Mandiri! : Mandi atau Melakukan Hal-Hal yang Sering Terjadi di Kamar Mandi.

Agak kedengaran aneh ya, tapi kamar mandi seperti tempat yang sangat bagus untuk berpikir. -- mungkin bisikan setan membuat imajinasimu lebih liar. 

Semua yang kamu lakukan saat kamu mandi tidak terlalu menggunakan akal pikiran.

Segala gerakannya monoton dan sudah dilakukan hampir setiap hari. Jadi, pikiranmu bisa mengembara bahkan melanglang buana ke ruang tak terjamah tanpa harus keras berpikir.

Ketika kamu mandi, mungkin kepala akan terasa segar dari guyuran air dan beberapa merk shampoo -- mungkin tak hanya mandi, buang air besar sejenak bisa membuang sedikit beban hidupmu. Ntahlah ... Kamu yang menentukannya.


Cara Ke-lima : Relax! Ingat Lagi Serial Telivisi, Film, Game atau Buku Terakhir yang Sesuai Denganmu.

"Hal yang membuatmu mau menulis adalah hal yang kamu pikirkan."
-- Evando TM

Untuk diriku terkadang ide datang saat memainkan video game. Audio di dalam game dan elemen di dalam game selalu membuatku memunculkan ide-ide baru.

Baru-baru ini film "Hunger Games" menjadi tontonan menarik bagiku dan ada banyak ide yang dapat kutarik dari film itu.

Sumber : Google Images/ Hunger Games.

Digabungkan dengan beberapa fantasi dunia 'video game' serta kekaguman atas film berjudul 'Hunger Games'. Membuatku terinspirasi.

Bagaimana denganmu, film apa yang menjadi favoritmu?
komen di bawah, ya.

Berbicara soal 'Hunger Games', Suzzane Collins sebagai penulis Novel-nya memiliki tips menulis yang menarik disimak.
Baca Juga : Bertempur dalam Novel ala Suzzane Collins.
Sumber : Wikia/Dragon Nest.


Ke-enam, Coba Lihat Beberapa Catatan Ide Lama.

Jika kamu sepertiku, mungkin kita memiliki dokumen catatan yang berjudul "gagasan".

Jika kamu sangat menyukai hal yang lebih luas, kamu mungkin memiliki halaman jurnal khusus yang berisi hasil riset dan ide-ide.

Dalam beberapa alasan, gagasan terkadang tak berhasil dimasukan setelah beberapa ide lain tiba-tiba muncul.

Tapi, bagaimana jika kembali melihat catatan ide lama? Jika dia dapat menginspirasimu di awal, lantas kenapa tidak digunakan untuk menginspirasi di pertengahan?

Ketika melihatnya kembali, aku selalu menemukan ada kesempatan menemukan lagi beberapa ide yang membuatku ingin menari dengan pena atau membuat jemariku berdansa di atas keyboard.

Dari hasil melihat kembali itu, kadang ... kamu akan ingat kembali alur yang pernah kamu imajinasikan.

Terakhir -- tapi jangan sering dilakukan : Berdukun ke Mbah Google.

Kalau ragu, coba Google.

Google biasanya merupakan upaya terakhir untukku, tapi bagiku pribadi, aku tidak pernah gagal mendapatkan ide segar dari si Mbah.

Selalu ada ide-ide segar yang dapat menginspirasi; seperti beberapa drama atau isu hangat dari Netizen dan kepemerintahan, mungkin akan menciptakan konflik yang bagus di dalam karya tulis.

Kenapa tidak? Bukankah penulis adalah 'Pencatat Sejarah'?

Sumber : Pixabay.

Ada banyak situs dan blog yang didedikasikan untuk menulis.

Ada grup Facebook seperti Wattpad Lovers Indonesia dan forum serta situs web yang hanya membahas Writter's Block.

Seperti Situs ini, WeWeDogom.Com. Ada banyak!

Secara pribadi, diriku menggunakan Google karena dia seperti kotak peralatan tanpa dasar yang sepertinya selalu memiliki apa pun yang ingin kubutuhkan.

Penutup : Nah! 7 langkah mudah membunuh Writers Block sudah diberikan.

Sekarang! Ayo mulai menulis! Jika kamu masih terjebak ke dalam mode menakutkan itu, cobalah cara di atas.

Sebagai bagian terakhir; aku memiliki bacaan baru buat kamu.
Baca Juga : Langkah Menulis Novel.
Nah, akhir kata kuucapkan terima kasih. Ingat janji kita di awal? Bagaimana, menurut kamu Artikel ini bermanfaat atau tidak?

Semangat menulis! Tetap menulis.

© EvandoTM
® WeWeDogom.Com