Disiplinkan Diri! Cara Konsisten Menulis.


www.WeWeDogom.Com -- Apakah kamu masih seorang penulis yang sering mengalami mangkrak ketika menulis? Bahkan lebih parahnya, berhenti karena tak tahu harus bagaimana lagi memulainya.

Hal-hal itu membuat ide yang sudah dipikirkan menjadi hilang dan terbengkalai. Nah, mencegah hal ini terjadi, mulai sekarang … Disiplinkan dirimu supaya karyamu lekas jadi!!!

Dalam Artikel ini, akan membahas;
  • 〷 Disiplin Menurut Bahasa
  • 〷 Tujuan Disiplin Menurut Ahli
  • 〷 Jenis & Manfaat Disiplin
  • 〷 Bagaimana Menerapkan Disiplin Ketika Menulis?

Disiplin Menurut Bahasa

Disiplin bukanlah sebuah sihir atau takdir. Disiplin merupakan sikap & ketaatan pada tangung jawab.Disiplin merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, 'diciple' yang memiliki makna; pengikut atau murid, yang berasal dari bahasa Latin, 'discere' yang berarti; belajar. 

Dari maknaya saja, disipilin bisa dibentuk dari mengikuti atau belajar yang dimulai dari diri sendiri. 

Tujuan Disiplin Menurut Ahli 

Salah seorang penulis asal Amerika Serikat yang juga merupakan tokoh agama Kristen pendiri organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Ellen G. White memaparkan tujuan-tujuan dari disiplin, yakni;
  • Menguasai diri sendiri.
  • Mengendalikan hawa nafsu.
  • Memperbaiki kebiasaan.
  • Mengajarkan etika & sopan santun.

Sedangkan menurut pandangan David Émile Durkheim, seorang pencetus ilmu sosiologi modern yang juga penulis jurnal ilmu sosiologi, L'Année Sociologique, memaparkan tujuan disiplin, yakni;
  • Membentuk aturan tindakan.
  • Memberikan target dan sasaran.

Jenis & Manfaat Disiplin

Ada tiga jenis disiplin dasar yang dapat membuat seseorang memiliki karakter di kehidupannya, yakni; 
  • Disiplin Waktu
  • Disiplin Beribadah
  • Disiplin Bekerja & Bernegara 

Dari tiga jenis disiplin di atas, dapat diuraikan menjadi jenis disiplin lain, seperti;
  • Disiplin Pribadi yang menjadi sikap seseorang dalam menaati aturan diri. 
  • Disiplin Sosial yang menjadi sikap seseorang terhadap masyarakat sekitar & lingkungannya. 
  • Disiplin Nasional yang menjadikan seseorang menyikapi norma-norma & hukum. 

Dari jenis disiplin yang sudah disebutkan di atas, maka menghasilkan manfaat berupa; 
  • Kepekaan & Kepedulian; yang mana sikap ini membantu seseorang memiliki kepercayaan diri dalam mengungkapkan perasaan kepada orang lain. Selain itu, juga memberikan kesadaran bertanggung jawab dan berpikir cepat.
  • Teratur, yang membuat seseorang dapat mengendalikan waktu yang dimilikinya sehingga membuat mempunyai pola hidup teratur. 
  • Ketenangan & Percaya Diri; sikap ini membantu seseorang mampu berinteraksi dan mengekpresikan diri dengan makhluk di sekitarnya.
  • Mandiri; yang membuat seseorang dapat mengeksplorasi potensinya sehingga dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. 

Bagaimana Menerapkan Disiplin ketika Menulis?

Setelah memahami sekilas tentang disiplin, mari menerapkannya ketika dirimu hendak menulis sesuatu. 
Caranya mudah kok, hanya…

1. Tulis Saja, Lupakan Basa-Basi. 

Mungkin kamu pernah berbicara pada diri sendiri, "... aku hanya akan menulis hal seperti..." atau, "Apa yang harus kutulis?"

Lupakan semua! Jangan terjebak di sana, cukup pegang alat tulismu dan menyatulah dengan benda itu. 
Ajak dia menari bersama sehingga menghasilkan tarian yang indah atau biarkan jemarimu berdansa di atas panggung!

Nantinya, dirimu akan larut dan beberapa tulisan mulai terukir. Tak ada seseorang yang bisa menari jika dia hanya melihat, tanpa melakukannya.

Tak ada pula orang yang bisa memainkan musik tanpa memainkan dan bersatu dengan alat musiknya. 
Jadi, begitu pula. Tak ada tulisan yang 'ada' tanpa ditulis atau diketik. Jadi, berhentilah berkhayal dan mulailah bertarung! Bersatulah!

2. Lupakan Statmen 'Menulis di waktu luang'

Sekarang, waktu luang hanya untuk istirahat saja, kamu bukan lagi penulis yang berada di tahap emerging; mulai seriuslah berkarya. Hanya kamu dan keseriusanmu yang dapat membuat itu menjadi nyata. 
Baca Juga : Mengenal Tahapan Literasi yang Dilalui Penulis.
Dirimu, yang awalnya hanya menganggap menulis hanya mengisi waktu luang. Sekarang harus terapkan rasa skeptis. 

Kini, waktu luang hanya untuk istirahat saja!

Agar kamu bisa berkonsentrasi, kamu perlu menetapkan waktu tertentu tanpa boleh diganggu. Meski terkadang, kata-kata tidak akan mengalir; begitu saja; kamu sebaiknya tetap duduk menatap layar atau lembaran kertas sampai waktu menunjukkan sesi menulis kamu sudah berakhir.

Hal ini membiasakan diri mampu men-'disiplin waktu', karena disiplin menuntutmu wajib menulis, walau pun kamu merasa enggan. 

Belajarlah membentuk integritas dan menghargai pilihan pemikirkanmu sendiri. Kemudian, tentukan waktu atau berikan beberapa menit untuk melakukan…

3. Riset, agar Mempermudah.

Agar karya tulismu tidak terpaku di titik yang membosankan, cobalah meriset supaya pengetahuanmu lebih berkembang sehingga tulisanmu mulai menetas menjadi hal yang pantas.

Kebanyakan penulis menganggap bagian ini terasa cukup membosankan.

Padahal, dari hasil riset; seorang penulis akan dipandang sesuai tingkat intelektualnya dari hasil karya tulisnya sendiri.

Biasanya, penulis begitu terlalu mencintai kegiatan tulis-menulis--cinta banget--dan malah tidak melakukan riset tentang subjek tertentu; si penulis mengangap riset akan mengurangi jatah menulis.


Tidak benar, apabila kamu dapat menentukan waktu untuk melakukan hal yang berbeda demi mendapatkan hasil yang maksimal. Maka, aturlah porsi menulis, porsi membaca & porsi meriset. 

Namun, apa pun yang kamu tulis harus didasarkan pada fakta. Jika tidak demikian, pembaca akan meninggalkan tulisanmu begitu saja, karena mereka telanjur tidak memercayai tulisanmu.

Walau pun perpustakaan merupakan sumber yang bagus untuk bisa melakukan riset, kamu bisa mempercepat proses riset dengan menggunakan sarana internet--ingat! Bijaksana memanfaatkan internet, jangan sampai terlena.

Bentuklah kebiasaan menggunakan internet yang bijak, jangan sampai internet yang menguasai kemauanmu. 
Di internet, agar mempermudah riset. Cobalah berinteraksi dengan cara …

4. Berkelompok Bersama Penulis Lain.

Tidak seorang pun langsung menjadi hebat tanpa pertolongan dari 'orang' yang menghargai tulisan seperti penulis. 

Klub penulis atau grup diskusi penulis dapat menjaga motivasimu melanjutkan proses menulis.
Bergaul dengan orang-orang yang berpandangan serupa dapat membukakan jalan bagimu bertemu penyunting atau penerbit yang sedang mencari penulis untuk publikasi komersial.

Dari berkelompok pula, kamu dapat belajar berkembang. Belajar lah saling menilai dan memperbaiki tulisan. 

Umumnya, klub penulis selalu diisi oleh setidaknya orang yang sudah banyak pengalaman.

Nah, Situs WeWeDogom juga merupakan situs resmi yang mengelola sebuah Grup Para Pecinta Dunia Literasi dan Wattpad. 

Grup Facebook : Forum Wattpader Indonesia, mungkin akan menjadi Grup yang rekomended buatmu. 

5. Perbanyaklah Membaca.

Jika kamu  tidak banyak membaca, kamu tidak dapat mengembangkan gaya penulisan yang unik dan mengalami kesulitan memilih diksi.

Kamu tidak mengetahui apa yang digemari khalayak sehingga membuatmu gagal meracik kata-kata yang menyenangkan pembaca.

Ingat! Kamu dapat menajamkan keterampilan menulis hanya dengan membaca.
Dengan membaca pula, kamu juga dapat beristirahat sejenak dari lelahnya menulis. 

Membaca juga merupakan metode yang dapat mengeluarkan kamu dari Writer Block.
Baca Juga : Mitos Writter Block dan Cara Mengatasinya.
Namun, jangan terlalu banyak membaca. Perbanyak dengan 'terlalu banyak' itu memiliki arti yang berbeda. Seperti di atas, cobalah mengatur porsinya dan lakukan sesuai porsi.

Terakhir, Jangan Lupa Bahagia.

Walau pun tidak mendapatkan bayaran, banyak penulis mau menulis karena mereka bahagia melakukannya.

Jika kamu menemukan jalan buntu, cobalah buat karya tulis dengan gaya lain agar kamu dapat merasakan hembusan yang menyegarkan. 

Jika kamu terhenti ketika menulis artikel; cobalah menulis fiksi, puisi, atau surat untuk orang lain. Cobalah menulis tips-tips versimu, ulasan buku dan karya tulis di Wattpad--misalnya.

Tulisan-tulisan itu mungkin bukan untuk diterbitkan, namun temukanlah kesenangan saat menulisnya.

Akhir kata, kuucapkan terima kasih.

Semangat Menulis! Teruslah Menulis. 

Disusun oleh : Alfin E. Libra
Ⓒ WeWeDogom.Com
Ⓡ EvandoTM
⺊Hend Jobers