Penulis : Profesi Lintas Jaman, Saksi Peradaban.

www.WeWeDogom.Com -- Tahukah kamu, bahwa menulis merupakan kegiatan mengisi waktu luang atau hobi yang paling 'tua' di era milenialisasi ini?

Dalam Artikel ini, akan membahas;
  • 〷 Sejarah Singkat Perkembangan Tulisan
  • 〷 Definisi Penulis
  • 〷 Tokoh Pahlawan Indonesia yang Merupakan Seorang Penulis

Bagaimana bisa, menulis menjadi kegiatan manusia dalam mengisi waktu luang atau hobi yang paling tua? Sejarah mencatat bahwa tulisan pertama kali ditemukan pada era;

  • Mesopotamia sekitar tahun 3200 Sebelum Masehi,
  • Mesoamerika sekitar tahun 600 Sebelum Masehi.

Sedangkan era perkembangan tulisan masih diperdebatkan hingga sekarang, sebab era-era yang disinyalir tersebut; memang memiliki karya tulis dan menjadi awalmula perkembangan peralatan tulis, antara lain;

  • Mesir pada tahun 3200 Sebelum Masehi
  • Tiongkok pada tahun 1300 Sebelum Masehi

Di daerah tersebut, memiliki cikal bakal penentu mengapa wilayah tersebut ditunjuk sebagai daerah perkembangan tulisan.

Mengapa Daerah Tersebut Menjadi Cikal Bakal Peradaban Penulisan?

➤  Pada masa Fir'aun, bangsa Mesir banyak menggunakan alat tulis yang disebut 'papirus'; sebuah serat tanaman air yang banyak ditemukan di perairan sungai Nil.

➤ Sedangkan di Tiongkok, pada era Dinasti Han. Seorang Pejabat Kekaisaran bernama Cai Jingzhong mempersembahkan kertas kepada Kaisar Han Hedi, yang saat itu menjadi penemuan besar karena dinilai lebih murah daripada 'Bo', kertas yang terbuat dari sutra.

Sejak dari wilayah yang disebutkan di atas; perkembangan tulisan dan alat-alatnya, perlahan-lahan mulai melesat ke seluruh penjuru dunia.

Khususnya Eropa.

Dimulai dari penemuan kertas, lalu merembet ke penemuan alat tulis ... hingga ke era milenialisasi ini; Blog kini menjadi cikal bakal media tulis yang dapat dikatakan sebagai peradaban tulisan di era modern sebelum sosial media lainnya, muncul.

Setelah mengetahui sejarah singkat tentang tulisan; maka mari membahas tentang 'Penulis : Profesi Lintas Jaman, Saksi Peradaban'.


Definisi Penulis

Penulis merupakan orang-orang yang menulis atau mengarang. Pada dasarnya; semua orang yang mengikuti ilmu dasar pendidikan merupakan seorang penulis.

Sebab, di ilmu dasar pendidikan; menulis merupakan kegiatan awal yang diperkenalkan. Jadi, siapapun yang melakukan kegiatan tulis-menulis, maka disebut penulis.

Penulis tidak melulu hanya menulis kisah atau pun cerita, bisa juga menulis berita, artikel, lagu, catatan, jurnal, diary, puisi, naskah perfilman, dan lain sebagainya.

Penulis, Penggerak Sejarah

" Nilai akhir dari proses pendidikan, sejatinya terekapitulasi dari keberhasilannya menciptakan perubahan pada dirinya dan lingkungan. Itulah fungsi daripada pendidikan yang sesungguhnya. " -- Lenang Menggala.
Tahukah kamu, bahwa awal pergerakan revolusi pada era penjajahan kolonial di tanah air, dimulai dari sebuah karya tulis, buah pemikiran dari Datuk Tan Malaka bertajuk; 'Naar de Republiek Indonesia'.

Seperti kata mutiara yang diucapkan oleh Lenang Menggala; Datuk Tan Malaka merupakan tauladan yang baik bagi penulis milenial.

Pada era proklamator, nama Datuk Tan Malaka kian terlupakan di balik bayang-bayang Bapak Soekarno saat dirinya berjuang bersama rekan-rekan lainnya.

Hal itu terjadi, sebab tulang belakang Datuk Tan amat sangat keras. Beliau enggan menunduk pada siapapun, bahkan dengan Presiden Pertama Republik Indonesia sekalipun.

Pemikirannya tajam, hingga pada akhirnya. Datuk Tan menerbitkan buku tentang pemahaman sayap kiri dan hal itu lah yang menjadikan dirinya sebagai pendiri Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tidak hanya Datuk Tan; berikut ini daftar Pahlawan Nasional yang juga merupakan seorang penulis dan jurnalis;

Moch. Hatta 

Bapak Koperasi dan Wakil Presiden Pertama ini merupakan Jurnalis Koran dan Majalah di Medan, Sumatera Utara. Karyanya banyak memaparkan analisis yang bertujuan mendidik pembaca.

Ki Hajar Dewantara 

Bapak Pendidikan yang merupakan jurnalis dan penulis bergaya antikolonial, komunikatif dan tajam. Sebuah kritik berjudul 'Als ik een Nederlander was' (Seandainya Aku Seorang Belanda) dimuat surat kabar De Expres pada 13 Juli 1913, dinilai sebagai kritikan pedas dalam kalangan pejabat pemerintahan Hindia Belanda.

Buya Hamka 

Seorang Ulama dan Sastrawan, beliau merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia, juga aktif di Muhammadiyah.

Tirto Adhi Soerjo 

Bapak Pers Indonesia yang menjadi perintis surat kabar dan kewartawanan tanah air.



Dari nama-nama di atas, kebanyakan merupakan seorang pria.

Namun, jauh sebelum mereka berkarya. Ada seorang Putri dari kalangan Priyayi yang berasal dari Jepara, yang memperjuangkan emansipasi wanita melalui karya tulis; surat-menyurat.

Putri tersebut adalah Raden Ajeng Kartini. 

Cahaya Baru untuk Wanita Tanah Air

Sebuah tradisi yang menyelimuti dirinya, membuat R.A Kartini terpaksa menghentikan pendidikan. Namun, beliau tidak berhenti. Dia melanjutkan pendidikannya sendiri, lewat buku-buku, koran, dan majalah Eropa.

Dari hal itu; Kartini mulai tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Kemudian timbulah keinginannya memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tetapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.

Selepas wafatnya Raden Ajeng Kartini. Surat-suratnya dibukukan dengan tajuk 'Door Duisternis tot Licht' (Dari Kegelapan Menuju Cahaya) pada tahun 1911 pada masa kolonial Hindia-Belanda.

Sebelas tahun kemudian, Balai Pustaka (Sebuah Perusahaan Penerbitan & Percetakan Milik Negara - PT. Balai Pustaka Persero) menerjemahkan Door Duisternis tot Licht ke bahasa Melayu; Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran.

Enambelas tahun berselang, Habis Gelap Terbitlah Terang diterbitkan oleh seorang Sastrawan Poejangga Baru bernama Armijn Pane yang mengurai buah pikiran R.A Kartini ke dalam bentuk 5 Bab Pembahasan.

Habis Gelap Terbitlah Terang menciptakan Matahari Terbit 

Surat-surat R.A Kartini ternyata menjadi inspirasi bagi Wage Rudolf Supratman, seorang komposer dan Penulis lagu Nasional bertajuk "Ibu Kita Kartini".

Tidak hanya itu, karya W.R Supratman lainnya kini menjadi lagu kebangsaan Indonesia, berjudul Indonesia Raya.

Tujuhbelas tahun sebelum negeri ini merdeka, pada saat Kongres Pemuda-II yang kini diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Lagu Indonesia Raya; pertama kali dikumandangkan.

Lagu itu, ditulis oleh W.R Supratman yang merupakan perwujudan persatuan dan kemerdekaan!

Lepas lagu Indonesia Raya terkenal di kalangan pergerakan nasional, Supratman menjadi pemburuan polisi Hindia-Belanda hingga dirinya jatuh sakit.

Tepat di tanggal 17 Agustus, tujuh tahun sebelum kemerdekaan. Supratman meninggal karena sakit.

Sebelum dirinya meninggal, sebuah lagu terakhir bertajuk 'Matahari Terbit' menjadi alasan dirinya ditangkap karena menyiarkan lagu tersebut melalui Radio Pemerintah Kolonial, NIROM (Saat ini menjadi RRI).

Sertifikat NIROM || sumber; radiodx.com


Radio, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu

Seorang pelajar di masa era kolonial, menempuh pendidikan di Sekolah Kejujuran Radio. Pelajar itu bernama Pramoedya Ananta Toer.

Seorang Penulis Novel bertangan dingin. Karyanya sarat akan sejarah pergolakan yang banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya; antara Belanda, kerajaan Jawa, orang Jawa secara umum, dan Tionghoa.

Dari tulisan semi-otobiografi, di mana ia menceritakan pengalamannya sendiri. Pramoedya Ananta Toer terus aktif sebagai penulis dan kolumnis.

Pada eranya, dia memperoleh Ramon Magsaysay Award untuk Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif 1995 yang juga telah dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Sastra.

Pramoedya Ananta Toer memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000 dan pada 2004 Norwegian Authors' Union Award untuk sumbangannya pada sastra dunia.

Pada 1999, dirinya menyelesaikan 'tour' ke Amerika Utara untuk memperoleh penghargaan dari Universitas Michigan.

Beliau lah Pramoedya Ananta Toer, inspirator hebat bagi para penulis tanah air. Walau pun perilaku negara terhadapnya tidak adil. Dia, tetap berkarya sesuai pemikirannya yang kritis.

Penutup 

  • Dari awal ditemukannya tulisan, dari sanalah sejarah awal kegiatan tulis-menulis dimulai. Dari dimulainya kegiatan tulis-menulis yang sudah dilakukan sejak beribu tahun lalu, profesi penulis ada sampai sekarang.
  • Di masa penjelajahan, banyak orang-orang Eropa menulis jurnal perjalanan untuk dapat dibawa ke kerajaan mereka. 
  • Penemuan alat tulis di belahan dunia, akhirnya dibawa ke kebudayaan Eropa. Pada era klasik, banyak warga Eropa menjadi seorang penulis. 
  • Hadirnya Belanda di Nusantara, membawa juga kebiasaan menulis tersebut. Mulailah masyarakat Nusantara giat menulis. 
  • Dari Belanda dan negara Eropa, para Pahlawan Nasional yang juga seorang penulis; terinspirasi dan giat mengaspirasikan pemikiran. 
  • Banyaknya Perpustakaan di Afrika dan Timur Tengah yang juga menjadi peradaban Islam, perlahan-lahan Islam membawa pemahaman dan kitab-kitab ke Nusantara. Di masa kolonial, penulis beragama Islam banyak terinspirasi. 
Jadi, penulis bukanlah profesi yang remeh. Penulis tak pernah luntur 'namanya' ditelan waktu dan amal jariyah-nya terus mengalir membawa kesejukan berpikir. 

Dari sinilah, Blog WeWeDogom.Com akhirnya memilih niche 'menulis'. Karena kami percaya, bahwa setiap tulisan pasti memiliki pembaca! 

Menjadi penulis itu mudah, cukup tulis saja apa yang ada dipikiranmu. Susun, rapikan, selesaikan dan bagikan ke teman-temanmu. Semoga menginspirasi. 

Semangat Menulis! Teruslah Menulis!

Ⓒ Evando TM 
Ⓡ WeWeDogom.com
ઋ Alfin E. Libra & Hend Jobers

3 komentar

avatar

Wah, menarik artikelnya. Semoga mengispirasi banyak orang.

avatar

Terima kasih. Amin, semoga dapat menginspirasi banyak orang.

avatar

Informatif banget! Aku suka informasi tentang Tuk Tan Malaka.

Komentar, Kritik dan Saran dari kalian adalah semangat untuk kami.

Klik di sini