Diksi : Definisi, Syarat, Makna, Fungsi, dan Contoh Diksi

www. WeWeDogom.com -- Di era milenial, gaya berpakaian atau 'style fashion' sudah menjadi bagian penting dari kehidupan seseorang. Style fashion menjadi ciri khas seseorang dalam mengekspresikan penampilan diri pun karakter diri.

Dalam Artikel ini, akan membahas;
  • 〷 Definisi Diksi
  • 〷 Syarat Diksi menurut Ahli Bahasa Indonesia
  • 〷 Makna Diksi
  • 〷 Fungsi Makna menurut Ahli Linguistik

Nah, bilamana seseorang dapat menentukan gaya berpakaiannya, seperti; Chic, Edgy, Cassual, Clasic, Vintage, Retro, Punk, Harajuku, Shopisticated, dll.

Style Harajuku yang trend di kalangan muda-mudi Jepang.
copyright: issei_makabe || source : yuriedayo

Di dunia kepenulisan, seorang penulis dapat memilih gaya bahasa sendiri seperti gaya berpakaiannya, hal itu disebut… Diksi.

Dalam artian linguistik; Diksi memiliki makna pemilihan kata tertentu. Anggap saja, diksi itu seperti gaya berpakaian seseorang, namun dalam bentuk penyampaian kata.

Jadi, diksi merupakan gaya yang digunakan penulis untuk mengekspresikan diri melalui kata dan menjadi ciri khas si penulis tersebut.

Penulis dan Diksi yang Dipilih

Diksi membuat seorang penulis dapat dibedakan satu dengan lainnya; diksi pula yang menjadi jiwa di setiap genre yang dipilih oleh si penulis.

Seperti Asma Nadia, penulis "Catatan Hati Seorang Istri" dan karya-karya lainnya. Selalu ditampilkan feminim dan berakhlak. Banyak buku-buku karya Asma Nadia menjadi panutan untuk muslimah modern.

Hal ini disebabkan gaya penyajian ala Asma Nadia lebih lembut, elegan dan mewah, dewasa juga tepat bagi pembacanya yang memang khusus untuk muslimah--namun, bukan berarti yang lain tak dapat menikmatinya.

Asma Nadia, dikenal sebagai penulis yang sering menggunakan Diksi Informal, seperti;
• Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan? (Istana Kedua)
• Ya Rabb...Mohon izinkan hamba untuk selalu mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian, betapapun kesedihan membenamkan...
• Perlu dua orang untuk merayakan cinta dan kesetiaan. Meskipun hanya perlu satu orang, untuk menghancurkan jalinan kasih yang dibangun bertahun-tahun. (Assalamualaikum, Beijing!)

Bandingkan dengan Tere Liye, penulis yang terkenal dengan karyanya; Hafalan Shalat Delisa. Tere Liye lebih banyak menyajikan karya tulis yang terkesan detail dan elegan.

Pilihan kata yang disajikan, banyak memaparkan hal-hal yang diulang-ulang, agar memperjelas detail-detail yang ingin disampaikan, misalnya;

• Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus dimengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahamim pemahaman yang tulus.
• Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.
• Kebahagiaan adalah kesetiaan.. setia atas indahnya merasa cukup.. setia atas indahnya berbagi.. setia atas indahnya ketulusan berbuat baik..

Definsi Diksi

Dari dua penulis yang dijadikan contoh di atas; tentu pembaca dapat membedakan mereka. Banyak penulis menggunakan nama pena yang mana hal tersebut membuat si pembaca sering sekali mengekspetasi jenis kelamin si penulis.

Selain nama pena; sajian gaya bahasa juga memberikan tambahan perspektif. Nah, di bawah ini ada 8 Definisi Sajian Kata yang sering digunakan sebagai diksi.

1. Sajian Diksi Formal

Diksi Formal merupakan penggunaan kata yang lebih berkelas dan memiliki selera tinggi. Tanpa bahasa 'slang' atau kata yang sering diucapkan sehari-hari.

Diksi Formal banyak menuntut aturan tata bahasa dan struktur kalimat. Diksi Formal banyak ditemukan di Bahasa Hukum, Dokumen Kitab dan Karya Ilmiah. Contoh katanya;
  • - Fragmentasi
  • - Analogi
  • - Delegasi
  • - Anatomi
  • - Vonis

2. Sajian Diksi Informal

Informal lebih bersifat percakapan dan sering digunakan dalam literatur naratif.

Bahasanya lebih sering digunakan sehari-hari yang mewakili bagaimana orang berkomunikasi dalam kehidupan nyata.

Diksi Informal memberikan kebebasan kepada penulis untuk menggambarkan karakter yang lebih realistis.

3. Sajian Diksi Pedantic

Diksi pedantic merupakan diksi yang sering digunakan penulis dalam sajian yang sangat detail atau akademis di tulisan mereka.

Kata-kata dipilih secara khusus agar dapat menyampaikan hanya satu makna. Kadang-kadang digunakan dalam sastra ketika karakter berbicara dengan cara yang sangat berpendidikan, seperti Novel yang telah difilmkan dan dibintangi oleh Leonardo Dicaprio yang ikonik;

The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald.
Cuplikan Scene Leonardo de Caprio dalam film The Great Gatsby || sumber : indiwire

4. Kata Sehari-hari.

Diksi atau ungkapan sehari-hari yang bersifat informal, umumnya mewakili wilayah atau waktu tertentu.

"Silakan", "Aktifitas", "Sekedar", "Praktek", adalah contoh ungkapan sehari-hari, yang bila dituliskan akan berbeda dari yang diucapkan.

Bahasa sehari-hari yang dijadikan diksi, menambah warna dan realisme pada tulisan.

Tentunya di setiap wilayah memiliki kata yang menjadi ucapan namun tidak diucapkan di wilayah lain. Pun demikian dengan ungkapan yang mewakili 'waktu', seperti di jaman milenial, kata "Kuy," dan beberapa akronim, seperti "Mager", menjadi penunjuk waktu era millenial.

5. Diksi Gaul atau Bahasa Slang

Diksi ini adalah kata-kata yang berasal dari budaya atau subkelompok tertentu namun berhasil mendapatkan daya tarik.

Slang dapat berupa kata baru, kata yang disingkat atau dimodifikasi, atau kata-kata yang memiliki arti baru.

Contoh-contoh kata slang yang meledak akhir-akhir ini dari kaum Zeeber,  sekelompok makhluk paduan antara Anak Dunia Maya (ADM) dan Anak Meme (Yimyam) di Internet;
  • - Tercyduk = Terciduk
  • - Tydack = Tidak
  • - Zeyeng = Sayang
  • - Klean = Kalian
  • - dll, ini agak menjijikkan, sumpah.

6. Sajian Diksi Abstrak.

Diksi ini digunakan ketika seorang penulis menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan sesuatu yang tidak berwujud, seperti ide atau emosi.

Ungkapan-ungkapan abstrak sering kekurangan detail secara fisik dan spesifik, karena merupakan hal-hal yang tidak dapat dialami pembaca melalui panca indera mereka, seperti;
  • • Banyak tamu undangan yang hadir malam ini.
  • • Buah apel itu besar sekali.

7. Sajian Diksi Konkret.

Diksi konkret adalah penggunaan kata-kata yang memiliki makna harfiah dan sering merujuk pada hal-hal yang dapat dirasakan indera.

Makna yang digunakan sangat spesifik dan rinci dalam frasa. Misalnya, kalimat:
  • • "Tamu undangan yang hadir sebanyak 50 orang".
  • • "Saya makan apel." memiliki makna; seseorang sedang memakan buah apel.

8. Sajian Diksi Puitis.

Diksi puitis banyak mengandung kata-kata liris yang berhubungan dengan tema spesifik yang tercermin dalam puisi, dan menciptakan bunyi merdu, atau harmonis.

Diksi puitis biasanya melibatkan penggunaan bahasa deskriptif, kadang-kadang diatur menjadi irama atau sajak.

Syarat menggunakan Diksi

Nah, ada banyak jenis diksi yang ada digunakan dalam karya tulis. Namun, dalam menerapkannya; ada syarat-syarat yang menjadi acuan.

Menurut  Dr. Gorys Keraf, seorang ahli bahasa Indonesia asal Nusa Tenggara Timur dalam bukunya bertajuk "Diksi dan Gaya Bahasa".

Syarat penggunaan dan ketepatan menggunakan diksi, ada 10 hal.
  • - Dapat membedakan secara cermat makna denotasi dan konotasi.
  • - Bisa membedakan kata bersinonim.
  • - Dapat membedakan kata-kata yang memiliki ejaan yang mirip.
  • - Menghindari kata-kata yang diciptakan sendiri.
  • - Mewaspadai kata-kata yang memiliki akhiran kata asing, misalnya '-ed', '-es/-s', '-er' atau '-ing'
  • - Penggunaan kata kerja yang menggunakan kata depan harus digunakan secara 'idiomatis'.
  • - Dapat membedakan kata umum dan kata khusus
  • - Menggunakan kata-kata yang menunjukan persepsi khusus menggunakan indera.
  • - Memerhatikan perubahan makna di kata yang digunakan.
  • - Jelih memilih kata yang dipilih.

Makna-Makna Diksi

Dari penjelasan Alm. Dr. Gorys Keraf di atas tentang syarat menggunakan diksi, ada penjelasan yang menganjurkan kata yang memiliki 'makna'.

Nah, berikut ini penjelasan makna-makna;

1. Makna Denotasi

Denotasi merupakan kata yang didasarkan atas penunjukan lugas pada sesuatu yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif atau mengacu pada hal yang sebenarnya, contoh kalimat Denotasi;
  • --> Ada lima belas buah apel di dalam keranjang.
  • --> Motor Yamaha NMax berkecepatan 120 km/jam.

2. Makna Konotasi

Konotasi merupakan kata yang memiliki  arti, rasa dan emosi juga kesan tertentu yang ditimbulkan karena kata tambahan setelah kata penjelas. Singkatnya, konotasi menampilkan kata yang memiliki makna bias atau mengacu pada hal yang tidak sebenarnya, contoh kalimat Konotasi;
  • --> Ada banyak apel di tumpukan keranjang.
  • --> Motor Yamaha NMax berkecepatan kencang.

3. Makna Asing

Makna ini merupakan kata yang masih dipertahankan dan belum mendapatkan perubahan kata ke dalam bahasa Indonesia.

Karena nyaris setiap tahun selalu ada penyerapan bahasa asing, jadi sulit menentukan contohnya. Namun akan disatukan di contoh makna berikutnya.

4. Makna Serapan.

Nah, satu ini merupakan kata yang telah mendapatkan perubahan dari kata asing ke dalam bahasa Indonesia.

Contohnya;
  • Daring (Dalam Jaringan) : Online
  • Energi : Energy
  • Aktivitas : Activision
  • Gawai : Gadget

5. Makna Sinonim dan Antonim

Mudahnya, sinonim merupakan persamaan kata atau kata yang memiliki makna yang mirip. Sedangkan antonim merupakan perlawanan kata atau kata yang memiliki makna yang berlawanan.

Contoh kata Sinonim dan Antonim;
- Aku = Saya, Beta, Awak, Ana, >< Kau/ Kamu.
- Ejek = Ledek, Cemooh, Cibir, Hina >< Puji/Memuji.
- Kawan = Teman, Sobat, Rekan >< Musuh/Lawan.

Contoh kalimat Sinonim dan Antonim;
- Aku tidak menyukai Kamu yang menyukai dia.
- Ejekan jangan membuatmu jatuh, Pujian pula jangan membuatmu terbang.
- Kawan dekatmu bisasaja menjadi Lawan terberatmu, karena dia tahu banyak tentangmu.

6. Makna Homonim, Homofon dan Homograf.

Homonim merupakan kata yang memiliki pengucapan dan ejaan yang sama namun memiliki makna yang berbeda, bila pengucapannya sama; disebut Homofon tetapi apabila ejaannya yang sama; disebut Homograf.

Contoh kata & kalimat Homonim;
➲ Bisa (Dapat, Racun)
Hati-hati dengan bisa ular, karena bisa mematikan orang.
➲ Hak (Tapak Sepatu, Milik)
Setiap wanita memiliki hak untuk dapat menggunakan sepatu hak tinggi.
➲ Selang (Waktu Saluran air)
Pemadam kebakaran berlarian membawa selang air, selang beberapa detik setelah api mulai berkobar.

Contoh kata & kalimat Homofon;
➲ Syarat & Sarat
Syarat yang dibentuk sangat sarat makna. Sebab dibentuk atas tujuan adat masyarakat.
➲ Massa dan Masa
Massa demonstrain menuntut perpanjangan masa tinggal di perumahan negara.
➲ Rok dan Rock
Redina, perempuan ber-rok pendek itu menyukai aliran musik rock.

Contoh kata & kalimat Homograf;
➲ Apel
Pacarku meng-apel-i-ku malam ini, dia membawa sekantung buah apel.
➲ Tahu
Anak-anak harus tahu kalau tahu itu merupakan makanan yang sehat.
➲ Memerah
Peternak memerah susu sapi, hal itu membuat dada sapi memerah.

7. Makna Polisemi 

Polisemi merupakan kata yang memiliki makna lebih dari satu, hal ini disebabkan karena pergeseran pemakaian dan pengkhususan penggunaan di lingkungan sosial serta pengaruh budaya asing juga pengaruh homofon.

Contohnya;
- Mata yang memiliki arti indera penglihat dan lubang kecil.
- Muka yang memiliki arti wajah dan bagian depan.
- Medan & Padang yang memiliki arti nama kota dan tanah yang lapang.

- Mata paman tak henti-hentinya memerhatikan mata pancing yang dilemparnya.
- Bagian muka kereta api menyerupai muka manusia.
- Medan perang di kota Medan sudah seperti padang rumput di kota Padang.

8. Makna Hipernim dan Hiponim

Hipernim dan Hiponim saling berhubungan satu sama lain. Hiponim merupakan kata yang memiliki makna tercakup di dalam kata yang bersifat umum. Kata yang bersifat umum ini disebut sebagai Hipernim. 

Singkatnya, Hipernim merupakan kategori dan anggota dari kategori itu disebut Hiponim.

Contoh;
Hipernim ; Sepeda Motor
Hiponim  ; Yamaha, Honda, Kawasaki, Suzuki

- ... sepeda motor di Indonesia, lebih banyak bermerk Yamaha, Honda, Kawasai dan Suzuki. Sebagian besar masyarakat Sumatra menyebut sepeda motor dengan sebutan Honda dan di Medan disebut kereta yang notabanenya kereta itu merujuk ke kendaraan yang ditarik.

Hipernim ; Pasta Gigi
Hiponim  ; Pepsodent, Odol, Ciptadent, Close-Up

- Orang Indonesia gemar menyikat gigi menggunakan pasta gigi bermerk pepsodent, namun kalangan milenial lebih menyukai close-up. Dari semua merk yang ada, tetap saja pasta gigi disebut odol, yang merupakan nama produk dari pasta gigi.

Fungsi Makna Menurut Ahli Linguistik 

Di sisi lain, ada 13 Makna dan 13 Fungsi Makna yang dipaparkan oleh Abdul Chaer seorang ahli Linguistik Indonesia asal Jakarta, dalam bukunya yang bertajuk 'Linguistik Umum' terbitan tahun 1994.
"Makna sebuah kata atau sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri." -- Abdul Chaer, 1994:60.
Linguistik merupakan ilmu tentang bahasa. Menurut Ahli Linguistik Indonesia, Abdul Chaer. Makna Diksi itu terbagi atas beberapa kelompok.

1. Makna Leksikal

Leksikal merupakan makna yang sesuai dengan objek dan dapat dirasakan alat indera atau makna yang sungguh-sungguh nyata.

 Contohnya;
  • - Kecoa
  • - Lalat
  • - Tikus
Berlesikal, binatang yang kotor sebab hidup di tempat yang jorok, sehingga dapat menimbulkan penyakit.

2. Makna Gramatikal

Gramatikal digunakan untuk menunjukkan banyak makna atau makna jamak karena pengulangan kata.

Contohnya;
Buku, yang mengartikan 'sebuah buku', namun buku-buku memiliki makna gramatikal 'banyak buku'.
Tidak semua kata yang diulang memiliki makna jamak, terkadang pengulangan kata justru dapat mengubah arti-nya.

Seperti;
  • - 'hati' dengan 'hati-hati'.
  • - 'buru' dengan 'buru-buru'

3. Makna Referensial dan Non-referensial

Referensi merupakan kata benda yang ditujukan dalam kalimat, perbedaannya hanya 'ada' atau 'tidak ada' referensi di dalam kalimat.

Contohnya;
  • Kata bermakna referensial ; Lemari, Baju, Celana
  • Kata bermakna non-referensial ; Karena, Sebab, Namun

4. Makna Denotatif

Seperti penjelasan Denotasi sebelumnya, denotatif memiliki makna yang sebenarnya.

Contohnya;
  • - Kurus; makna denotatifnya, keadaan tubuh yang lebih kecil dari ukuran tubuh normal.
  • - Tua; makna denotatifnya, sudah tidak muda lagi.

5. Makna Konotatif

Makna konotatif merupakan penambahan makna denotatif yang berhubungan dengan rasa, keadaan, orang atau kelompok orang yang menggunakannya.

Contohnya;
  • - Kurus; kata yang memiliki makna negatif berupa cibiran, hinaan dan nilai buruk.
Contoh kalimat;
  • "Sudah miskin! Kurus kering! Suamimu tidak memberikan nafkah?"
  • "Kami menolak argumennya, sebab kurus informasi!"
Sedangkan;
  • -Ramping; bersinonim dengan kata kurus. Namun, memiliki makna positif sebab orang-orang akan senang apabila disebut ramping ketimbang kurus.

6. Makna Konseptual

Makna satu ini dimiliki oleh kata atau frasa di luar definisi penjelasan kamus atau disebut lema.

Contohnya;
  • - Singa yang berkonseptual; binatang buas berkaki empat yang dijuluki 'Sang Raja Hutan'
  • - Ikan Kembung yang berkonseptual; nama seekor ikan, bukan ikan yang menggembung.

7. Makna Asosiatif

Merupakan makna yang bertaut dalam ingatan yang memiliki hubungan berbeda makna dari makna yang ada di dalam kamus.

Contohnya;
  • - Singa, berasosiasi; kekuatan, kekuasaan dan kebesaran.
  • - Putih, berasosiasi; suci, bersih dan beriman.
  • - Merah, berasosiasi; perjuangan, semangat dan keberanian.
  • - Banteng, berasosiasi; kuat, tangguh dan berani.

8. Makna Kata

Secara sinkronis tidak mengubah makna, tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan menjadi bersifat umum. Makna Kata itu akan menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Contoh;
  • - Kata 'tahanan', bermakna orang yang ditahan, tapi bisa juga hasil perbuatan menahan.
  • - Kata 'air', bermakna air yang berada di sumur, di gelas, di bak mandi, atau air hujan.

9. Makna Istilah

Memiliki makna yang tetap dan pasti. Ketetapan dan kepastian tersebut karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuan tertentu. Contohnya;
  • - Kata 'tahanan' di atas masih bersifat umum. Tetapi di bidang hukum, kata tahanan itu sudah pasti orang yang ditahan karena sesuatu perkara.
  • - Kata 'meja hijau' yang bersifat umum, merupakan kata yang menjelaskan 'meja berwarna hijau'. Tetapi di bidang hukum, kata 'meja hijau' memiliki makna pengadilan.

10. Makna Idiom

Makna Idiom, merupakan satuan-satuan bahasa (ada berupa kata, frasa, mau pun kalimat) yang maknanya tidak dapat diramalkan dari makna Leksikal, baik unsur-unsurnya maupun makna Gramatikal satuan-satuan tersebut. Contohnya;
  • - Kata "ketakutan", "kesedihan", "keberanian", dan "kebimbangan" memiliki makna hal yang disebut makna dasar.
  • - Kata "rumah kayu" bermakna, rumah yang terbuat dari kayu.

11. Makna Peribahasa

Makna tersebut, bersifat membandingkan atau mengumpamakan, maka lazim juga disebut dengan 'perumpamaan'. Contoh;
  • - Bagai,
  • - Bak,
  • - Laksana, dan
  • - Umpama
Kata-kata di atas lazim digunakan dalam peribahasa.

12. Makna Kias

Makna Kias adalah kata, frasa dan kalimat yang tidak merujuk pada arti sebenarnya. Contohnya;
  • - 'Putri malam' bermakna bulan.
  • - 'Raja siang' bermakna matahari.

13. Makna Lugas

Makna Lugas merupakan kebalikan dari Makna Kias. Makna Lugas adalah makna dari sebuah frasa dan kalimat yang tidak menimbulkan tafsir ganda. Contohnya;
  • - Kata 'makan' dalam kalimat, "Adik sedang makan roti,"
  • - Frasa 'tangan kanan' dalam kalimat, "Tangan kanannya patah saat kecelakaan, kemarin."
Contoh dari Makna Lugas benar-benar menyampaikan makna dari kalimat yang ditulis, tidak memiliki makna lain selain makna dari setiap kata yang telah tertulis.

 Penutup :

  • Diksi merupakan hal yang dapat membuat, meciptakan karakter penulis dalam menceritakan kisahnya. Dari diksi juga seorang penulis/pengarang mendapatkan gaya bahasa yang mempertahankan ciri khas dari penulis yang satu dengan yang lainnya.
  • Menurut Gorys Keraf, Ahli Bahasa Indonesia, diksi terbagi dua; [1.] Pilihan kata yang digunakan untuk menyampaikan gagasan, ungkapan yang tepat dan gaya penyampaian sesuai situasi. [2.] Kemampuan membedakan nuansa dari gagasan yang disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk sesuai situasi, nilai rasa yang dimiliki, pendengar dan pembaca.
  • Abdul Chaer seorang ahli Linguistik Indonesia memaparkan 13 Makna dan Fungsi Makna.
  • Hubert Emmanuel Harimurti Kridalaksana Martanegara merupakan seorang Pakar Ahli Bahasa Indonesia.
  • A. Widyamartaya merupakan seorang ahli Seni Bahasa Indonesia.
  • Diksi menjadi ciri khas dan pembeda antara penulis yang satu, dengan yang lainnya.
Ⓒ Evando TM 
Ⓡ WeWeDogom.com 
ઋ Hend Jobers